JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Pertanyaan Absurd


__ADS_3

Gila perasaan gue kali ini jamkul nya lama banget, sumpah gue udah bosen banget pengen pulang terus tidur meluk guling, monolog Nesya.


"Nes lo kenapa sih dari tadi gelisah banget?", tanya Sena.


"Gue udah bosen banget Sen ngantuk lagi, pak Markus lama banget ya, andai aja sehari jamkul nya 1 doang".


"Sejak kapan lo jadi pemalas begini sih Nes", Alana menggeleng, tingkah Nesya benar benar aneh dari kemarin.


"Gak tau gue juga dari kemarin ngantuk terus makan juga banyak banget, apa karena kebanyakan makan ya terus kenyang mata gue maunya tertutup terus".


"Ehhh jangan jangan lo hamil Nes", bisik Risa.


"Gak tau deh belum waktunya dapet juga sih".


"Ehh serius lo sama pak Gavin sudah begituan Nes", Sena melotot, gila tidak bisa membayangkan gimana rasanya huwaa, Sena omes.


"Gimana rasanya pas pertama lo begituan Nes, cerita dong", pertanyaan absurd Risa saking penasaran.


"Gila ya kalian, gak gitu juga ini masalah rumah tangga ampun deh, kalau mau tau nikah sana", sewot Alana.


"Nah kan Alana betul, ayo pada nikah enak loh hahaha".


"Keplak juga pala lo, gue bantuin supaya gak buka buka keperibadian", delik Alana.


"Ya nikah emang enak Lan, ada yang cariin duit ada yang beliin ini itu tidur di kelonin, tapi banyak juga gak enaknya, segala sesuatu harus di pikirkan, tidak bisa bebas seperti sebelum punya suami, tidak bisa beteman dengan laki laki lain, apalagi laki gue udah ada anak harus bisa menjadi istri plus ibu sekaligus".


Risa dan Sena mengangguk ngangguk seolah paham apa yang di ucapkan Nesya..

__ADS_1


"Nah begitulah", ucap Alana.


"Jadi pengen nikah dah gue tapi jodoh belum menampakan hilal nya".


"Sena mending lo cuci muka dulu terus cuci kaki gosok gigi bobo sana", Alana benar benar tidak habis pikir dengan otak kedua sahabatnya ini.


Memang di antara mereka Alana dan Nesya yang lebih dewasa dalam berpikir, Risa dan Sena beda jauh kedewasaan nya.


"Kurang ajar ya lo Lan, lo pikir gue bocah mau tidur malam apa".


Wahahahahaa ke empatnya serempak tertawa, membuat yang ada di kelas itu bingung, sebenarnya sudah tidak aneh dengan tawa mereka yang sering tiba tiba, hanya saja kelas itu sedang hening.


Tidak lama kemudian pak Markus datang membuat ke empat wanita itu berhenti tertawa.


.


"Mas ikut ke kantor ya", Nesya sudah duduk di kursi yang ada di ruangan Gavin.


"Kamu belum selesai apa?".


"Sudah, tunggu sebentar", Gavin mengganti jas dan sepatunya.


Mereka berjalan beriringan keluar dan ada sebagian orang yang melihat keduanya itu sering bersama, ada yang aneh ada yang curuga juga.


"Wih mata mereka pada tajam ya mas".


"Biarkan saja", ucap Gavin cuek.

__ADS_1


"Iya deh iya, santai sih orang yang sudah biasa di perhatikanmah".


"Sya ayo saya mau meeting sedang di tungguin", Gavin tau kalau di layani Nesya pasti ngambek lagi.


"Yaudah sih mas sana aja pergi".


"Sayang ayo ya, jangan ngambek terus", Ya Allah kenapa sih ni anak dari kemarin apa apa selalu salah, batin Gavin.


"Sana pergi aku mau pulang sendiri", Nesya langsung masuk ke dalam mobilnya.


Gavin benar benar di buat pening, 20 menit lagi dirinya harus meeting, sedangkan perjalannan ke kantor lebih dari 20 menit itupun kalau gak macet.


Haihhh Nesya benar benar membawa mobilnya sendiri meninggalkan Gavin di parkiran.


"Astaga Nesyaaaaa", geram Gavin, kesal bukan main.


Mau tidak mau Gavin harus menlpon pak Hamdan sopir yang ada di kampus ini.


Berangkat ke kantor menggunakan mobil yang biasa orang kampus pakai, hatinya merasa khawatir juga takut terjadi apa apa pada istrinya.


Memang tadi dia melihat Nesya membawa keluar mobilnya biasa saja tida kebut kebutan, tapi tetap rasa khawatirnya ada.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2