JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Rencana cek


__ADS_3

Di kediaman Aditya pagi pagi sudah heboh, Mama Diana yang paling heboh, sampai sarapan Nesya pun dirinya yang siapkan.


Semua pegawai yang di sana juga ikut senang dan heboh, pasalnya hanya dari semenjak Nesya datang ke rumah ini, rumah terasa hidup.


"Kamu sudah hubungi pihak rumah sakitnya Vin?, cari dokter terbaik jangan asal pilih".


Pertanyaan yang entah keberapa kalinya, namun kali ini Gavin tidak bisa berkutik, memang dirinya harus mencari dokter yang terbaik.


"Sudah mah, dokter Rere katanya yang paling bagus dan terkenal ramah nya".


"Bagus kalau gitu, kita janjian di sana aja, Mama aja yang jemput Elvan, iya kan sayang di jempit Oma sama Opa dulu ya".


"Iya Mah", Gavin berjongkok di hadapan Elvan, sekarang dirinya harus adil dan bisa membagi waktu, sesuai yang Nesya perintahkan.


"Boy hari ini di jemput Oma dulu ya, nanti kita ketemu di rumah sakit, kamu bareng Oma sama Opa kesananya, Daddy sama Mami selesai di kampus jam 1".


"Oke Daddy, aku sudah besar kan mau punya adek", Elvan juga tidak kalah antusias.


"Anak Mami pinter banget sih", mencium kedua pipi Elvan lalu memeluknya.


Air matanya langsung terjun bebas, takut benar benar takut tidak bisa membagi waktu untuk Elvan dan bayi nya nanti.


"Maafkan Mami belum bisa menjadi ibu yang baik ya sayang".


"Mami terbaik terhebat, l love you Mami, love you adek bayi", mencium pipi Maminya yang basah karena air mata.


"Mami dan adek mencintai abang", tersenyum mengusap air matanya.

__ADS_1


Mendengat sebutan abang membuat Elvan tambah bangga pada dirinya sendiri, senyum anak itu merkah.


"Aku di panggil abang sekarang Mih?", tanya nya sambil tersenyum.


"Iya kan mau punya adek".


Ketiga orang dewasa yang melihat interaksi antara anak dan ibu sambung berpelukan sambil mengucapkan cinta dan sayang, merasa terharu, bahkan air mata mama Diana juga terjun bebas.


Hati Nesya entah terbuat dari apa, begitu luas dan ikhlas menerima takdir tuhan, menerima Gavin dan Elvan yang notabenya terpaksa.


"Ayo berangkat nanti takut kesiangan", Gavin menggandeng Nesya dan Elvan menuju mobil.


.


Elvan sudah masuk ke kelasnya, Nesya dan Gavin juga membawa mobil menuju kampus.


Bukannya marah ketika Gavin posesif pada dirinya karena itu tanda peduli dan sayang, Nesya malah sangat beruntung.


"Oke Daddy", tiru suara kecil, sambil mengusap perutnya.


"Ada apa apa langsung bilang ya".


"Kamu sekarang jadi bawel lucu loh mas".


"Demi kamu, saya antar sampai depan kelas ya".


"Emang gak apa apa".

__ADS_1


"Saya tidak perduli dengan orang lain, yang penting kamu selamat dan sehat".


"Aduhhh mas pacar halal emang top deh".


"Harus saya suami kamu, tidak perlu ada yang kita tutupi lagi semuanya Sya, kamu mau kan kita bebas mau ngapain aja".


Keduanya turun dari mobil Gavin membukakan pintu mobilnya.


"Terimakasih mas, tapi besok besok biasa aja ya aku jadinya malu kalau kaya gini".


Gavin mengikuti Nesya dari belakang, benar benar sampai melihat istrinya masuk ke dalam kelasnya dengan aman dan selamat.


Sedangkan yang sudah ada di dalam kelas itu pada bengong, ada apa antara Nesya dengan Dosen sekaligus pemilik kampus ini.


"Nes lo ko bisa bareng pak Gavin?", Revi penasaran, sebab mata Gavin tadi benar benar memperhatikan Nesya.


"Sebentar lagi kalian akan tau semuanya, jadi maaf gue gak jawab dulu ya.


"Gila ya lo, gue di bikin penasaran banget hahaaa", tawa Revi.


"Ya maaf Rev hahahaa".


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2