JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Positif


__ADS_3

Nesya masih menunggu harap harap cemas, bingung juga kalau benar iya dirinya hamil, belum genap umur 20 tahun anak sudah punya 2.


Huwhhh mengembungkan pipinya membuang napas sedikit gusar, Ya Allah aku harus apa, gimana nanti bisa tidak merawat anak 2, belum lagi kuliah yang masih panjang.


Tidak terasa air matanya menetes, bingung sedih bercampur, tidak mungkin juga dirinya menolak anak, sebab banyak di luaran sana yang sudah betahun tahun bahkan puluhan tahun menikah namun belum di karuniai anak.


Dengan takut takut Nesya mengambil ketiga alat sekaligus yang dirinya gunakan, dengan merek yang berbeda.


Deg deg deg,,, hatinya bergemuruh hebat, ini baru jam 5 pagi bahkan Gavin masih berada di alam mimpi.


Melihat dengan jelas ketiganya sama dengan yang ada di petunjuk.


Deg,,,, melihat itu semua benar benar membuat hatinya bingung, sedih, bahagia.


"Ya Allah aku harus gimana, aku takut menjadi ibu yang tidak sesuai dengan apa yang anakku impikan dan butuhkan", Nesya terduduk di lantai bersandar ke bathtub, menangis memeluk ke tiga benda itu.


Gavin yang mendengar hawar hawar ada suara tangisan langsung terbangun dan terduduk kaget, melihat ke samping kiri dan kannan tidak ada Nesya di sana.


"Sya", panggilnya dengan cepat berlari ke arah suara, "Ya Allah Sya, sayang kenapa?", panik Gavin langsung menggendongnya membawa ke kasur mereka.


Nesya masih menangis memberikan ketiga benda yang dirinya dekap dari tadi.


"Apa ini sayang?, kamu kenapa?, apa yang sakit?".


"Aku gak apa apa mas".


"Ini apa?, serius kamu hamil sayang", dada Gavin juga bergemuruh hebat melihat ketiganya menandakan positif.


Nesya mengangguk, "Tapi aku takut", cicitnya hampir tidak terdengar.


"Takut kenapa sayang, kamu tidak mau punya anak dariku kamu belum siap?, kenapa gak dari pertama bilang kalau belum siap", Gavin memeluk Nesya.


"Aku takut tidak bisa menjadi ibu yang baik buat anak anak nanti", lirihnya.


Ya Allah, sadar Vin istri lo masi muda masih remaja, batinnya.

__ADS_1


"Sya maafkan saya yang terburu buru menuntut kamu ya, saya janji akan selalu ada buat kamu".


"Mas", Nesya mengeratkan pelukannya.


"Ya sayang, kalau mau apa bilang langsung ya, saya suami yang tidak begitu peka dengan apa yang di mau istri, saya yakin kamu bisa menjadi ibu terhebat untuk anak anak saya".


"Jangan pernah tinggalkan aku mas".


"Tidak akan pernah sayang, saya yakin kamu sekarang lebih tau dan mengerti bagaimana karakter saya sesungguhnya".


"Aku masih belum bisa menjadi ibu yang baik untuk Elvan mas maaf", Nesya merasa 1 anak saja masih belum ter urus dengan benar apalagi nanti 2 anak.


"Kamu sangat luar biasa Sya, bahkan saya yang lebih banyak belajar dari kamu selama ini, kamu sangat tulus menerima anak yang lahir bukan dari rahim kamu sendiri, kamu dengan tulus dan ikhlas menyatukan saya dengannya, kamu bahkan mau menerima saya walawpun sudah banyak menyakitimu".


"Terimakasih juga sudah mau punya istri bocah sepertiku".


Gavin tersenyum menakup kedua belah pipi Nesya, "Tidak bocah ko, buktinya sudah bisa menjadi istri dan ibu yang baik, live you Sya".


"Love you more Daddy", Nesya tersenyum mengusap air matanya yang dari tadi terus mengalir.


"Ada kuliah pagi mas".


"Selesai kuliah sayang, untuk hari ini khusus waktu saya untuk kamu, hari ini bolos kerja demi kamu dan anak kita".


"Terimakasih mas".


"Sama sama sayang", Gavin memeluk Nesya lagi.


Loh harus nurunin ego Vin, ingat dia masih remaja yang seharusnya masih bersenang senang menikmati masa mudanya.


Tapi dia dengan tulus menerima lo dan anak lo apalagi sekarang di tambah mau mengandung demi menuruti ke egoisan lo.


Umur lebih dari 30 Gavin takut dirinya tambah tua dan nanti susah untuk punya keturunnan lagi, maka dari itu dirinya menuntut untuk cepat punya keturunnan tidak mau menunda, karena di umur 40 kemungkinnan besar sangat tipis untuk mempunyai keturunnan.


"Mandi yuk, mau di mandiin?".

__ADS_1


"Mas aku bukan lagi sakit", Nesya terkekeh dengan mata sembab nya.


"Tidak jadi masalah ko".


"Nggak hehee mandi duluan saja nanti gantian".


"Gak apa apa Sya, ayo saya mandiin".


"Yang ada bukan mandiin kamu mah".


"Janji sayang saya tidak akan minta lebih dan nuntut apa apa dari kamu".


"Nggak, sana mandi duluan aja aku mau rebahan sebentar".


"Kenapa ada yang sakit apa gimana?".


"Gak ada masku sayang, istri kamu baik baik aja ya".


"Kenapa kamu semakin menggemaskan sih".


Mana bisa saya berpaling dari kamu Sya, kamu paket lengkap untuk saya, batin Gavin, mencium kening Nesya berkali kali sambil terus mengucapkan cinta.


Nesya melihat raut wajah bahagia dari Gavin, tersenyum kecil, dia se semangat dan sebahagia itu mau tambah anak, salah banget aku kalau mematahkan kebahagiaan nya.


Ayo Nes Bismillah kamu pasti bisa besarkan dan didik anak anakmu dengan benar, apalagi Daddy sangat antusias pasti menyayangi anak anak nya juga.


.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


.


__ADS_2