JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Elvano Ganendra Matthew


__ADS_3

Elvano Ganendra Matthew, selalu menjadi pusat perhatian dari semenjak masuk bangku sekolah menengah atas.


Selain tampan dan anak orang terpandang dari segi kepintarannya juga tidak di ragukan lagi.


Hanya saja berjiwa dingin, bicara juga hanya seperluny.


Susah sekali bicara dengan laki laki yang bernama Elvano ini, siswa lain sering di buat bingung karena Elvan bisa di bilang semua pelajaran sudah di luar kepalanya.


Di luar dingin tentunya beda kalau sudah di rumah anak mami semua serba mami.


"Astagfirulloh Van", Daddy Gavin menggeleng melihat kelakuan anak sulungnya, yang makan juga kadang minta di suapin.


Seperti sekarang tangan dan matanya sibuk dengan kerta, mulutnya penuh dengan makannan.


"Biarin sih Dad mami juga gak lagi ngapa ngapain", ibu sambung rasa ibu kandung yang selalu berpihak padanya.


Elvan hanya melirik sekilas pada Daddy nya.


"Kamu besok ke kantor ya, Daddy mau ke luar kota, mami ikut Daddy".


"Ya, berapa lama?", tanya nya yang tidak bisa jauh dari mami nya.


Si bungsu yang lebih dewasa daripada abang nya, hanya diam saja sibuk dengan buku yang ada di tangannya juga.


"Adikmu saja tidak bertanya berapa lama Van", mana bisa lama baru 3 jam saja sudah puluhan pesan dan belasan panggilan, begitulah biasanya.

__ADS_1


"Mungkin 1 minggu", ucap Daddy Gavin enteng.


Elvan mendelik kerja apaan sampai 1 minggu, apa yang di kerjain, membuat candi apa lama banget".


"2 hari sayang, jagain adek ya jangan pada ribut harus akur akur selama mami gak ada di rumah".


"Iya mih", saut anak perempuan yang baru berumur 11 tahun.


"Heem", Elvan mengangguk, sebenarnya mereka memang tidak pernah ribut bahkan selalu akur dan kompak.


"Van kamu tau anak nya om Tommy?".


"Ya dia baru masuk SMA kan", mana mungkin Elvan tidak tau dari sejak tk dirinya selalu di buntutin terus.


"Betul om Tommy nitip pesan sama Daddy, minta kamu tolong jagain anak nya".


Anak kedua mereka Airin Arabelle Matthew, si bungsu yang lebih tenang dan santai seperti ibunya.


"Abang gak boleh gitu".


"Dia itu cerewet berisik mih, baru masuk 1 minggu sudah telat dua kali".


"Ya makanya cocok sama kamu yang kaya es balok".


"Ck malas aku melihat mukanya juga".

__ADS_1


"Bang mami gak ngajarin kaya gitu ya".


"Sorry mih, sudahlah jangan membahas dia".


Gimana gak kesal, Elvan sebagai osis merasa tidak di hargai sama Rena.


Mengingat kejadian kemarin rasanya ingin mengubur dalam dalam manusia yang bernama Rena itu.


Entah darimana wanita itu mendapatkan nomer ponselnya, tiba tiba minta tolong di bukakan gerbang sekolah sebab dirinya telat 5 menit gerbang sudah di tutup, satpam tidak bisa di ajak kompromi.


Yang paling parahnya Rena mengaku pacar dirinya, sejak kapan Elvan pacaran, kalawpun mau pacaran bukan Rena yang dirinya pacarin, masih banyak wanita lain yang tidak secerewet Rena, suara cempreng gayanya centil menggelikan menurut Elvan.


Kalau saja Rena bukan wanita sudah Elvan hajar saking kesalnya.


Hari ini juga sudah 18 pesan dari wanita itu, ponselnya terus bunyi padahal hari libur yang biasanya tidak ada pesan masuk selain dari kedua sahabatnya.


.


.


.


Haiii Utor lompatin ceritanya ya, takutnya pada bosen ngupek di cerita kesedihan Elvan dan kehancuran hidup Gavin di masa muda.


.

__ADS_1


Happy reading....


DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩


__ADS_2