JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Mengaku Kalah


__ADS_3

Gavin memang sebenarnya sangat sibuk bahkan dirinya juga sesekali membalas email yang masuk kedalam ponselnya.


"Sibuk?, maaf ya aku udah maksa kamu mas", sengaja Nesya mengucapkan maaf dia ingin tau apa reaksi Gavin setelah ini marah kah atau biasa saja.


Bukan jawaban kata yang Nesya dapat tapi hanya gelengan kepala dan usapan di punggungnya saja.


Haihh nih si bapak gue kira mau bilang iya gak apa apa Sya santai aja atau apa gitu ucapannya.


Huhh lucu juga ya ngarepin banyak kata kata manis yang keluar dari mulutnya harimau galak hahaha, tawa Nesya dalam batinnya.


"Pulang dari sini langsung ke kantor ya", ucap Gavin masih setia mengelus punggung Nsya.


"Loh mau apa, maksud kamu aku sama Elvan kesana?".


"Iya saya ada meeting".


"Yaudah iya, istri akan nurut apa kata suami untuk hari ini, anak juga akan ikut Mami dan Daddy nya kemanapun pergi ".


Cih Gavin tidak bisa menyembunyikan senyumannya mendengar ucapan Nesya yang menurutnya sangat manis dan lucu.


Elvan tampil lagi untuk yang ketigakalinya ini penampilan terakhir, selama Elvan ada di atas panggung Gavin menyimpan ponselnya, dia benar benar nurut pada Nesya.

__ADS_1


"Ahhh bangga sama suami kalau kaya gini anak sama istri kan senang", Nesya mengelus tangan Gavin sambil tersenyum.


"Iya iya saya ngaku kalah sama kalian untuk hari ini", Gavin membuang mukanya (Cieilehhh salting hahahaa), entah hilang kemana emosi dan rasa jenuh berada di kerumunnan orang banyak seperti ini yang biasa menurutnya tidak penting penting banget, biasanya emosi Gavin selalu meledak meledak jika tidak suka dengan apa yang ada di sekelilingnya.


Elvan turun dari panggung membawa 1 bingkisan besar dirinya bahkan terlihat sulit untuk membawanya.


"Lihat deh, anaknya tampan dan lucu kan Daddy", goda Nesya lagi.


Byarrr seperti ada ribuan kupu kupu warna warni yang berhamburan di dalam hati Gavin, ucapan Nesya sangat manis nan lembut terdengar di telinganya.


Tidak bisa menyembunyikan rona bahagianya Gavin menampilkan senyum yang begitu manis pada Nesya.


Cih gue rasa memang sudah jatuh cinta sama ni bocah, cepet banget padahal dia awalnya gak ada dalam kriteria gue sedikitpun.


"Wah banyak banget ya, happy gak di temani Daddy sama Mami?".


Elvan mengangguk, "Terimakasih Mih, Daddy terimakasih maaf kalau selama ini aku selalu menyusahkan dan membuat Daddy marah terus", menunduk sedih.


Hati Gavin merasa tercubit dengan permintaan maaf yang begitu tulus dari anak yang tidak pernah dirinya inginkan, bahkan awalnya juga Gavin niat membuang dan membunuh anak yang tanpa dosa ini.


Gavin mengangguk, dengan sedikit canggung dirinya memangku Elvan lagi mengelus kepala dan punggung anak itu di tatap dengan lekat.

__ADS_1


"Jadi anak yang baik dan pintar".


"Iya Daddy".


"Mih ini sudah selesai kan?, ayo ke kantor saya sudah di tungguin".


Meleyot hati adek bang, ihh apa tadi katanya mih, huwaaaa gue ngerasa udah seperti punya anak dan suami benaran, ettt tapi emang benar kan udah punya suami sama anak hahaa.


"Ngelamunin apa?", Gavin menggoyangkan bahu Nesya.


"Ehhhh nggak hehee, apa tadi kata kamu mas?", ck lama lama gue bisa jatuh cinta juga sama nih bapak bapak.


"Elvan sudah selesai tampil kan, kita jangan sampai menunggu acara ini selesai".


"Udah deh kayanya, yaudah ayo kita pamit dulu".


Setelah pamit mereka keluar dari gedung itu, keringat Gavin sampai bercucuran melewati ibu ibu yang memintanya untuk berfoto.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2