JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Terlalu Posesif


__ADS_3

Elvan masih diam duduk tenang di belakang, anak itu entah kenapa diam saja tidak seperti biasanya.


Gavin melirik Nesya, bertanya menggunakan kode dengan dagunya.


Nesya menggeleng tanda tidak tau, memang benar wanita itu tidak tau apa yang di pikirkan Elvan, dan kenapa anak itu.


"Elvan ko diam saja kenapa?", akhirnya Nesya bersuara.


"Nggak mih lagi ngantuk", jawabnya, tadi Daddy nya tanya gerah terus ini di tanya lagi, lagi ngantuk.


Kenapa ni anak biasanya kalau habis di ajak jalan senang, batin Nesya.


Setelah sampai rumah semuanya membersihkan badan.


"Kenapa dia tumben mih?".


"Kurang tau apa gara gara aku menegurnya tadi ya mas".


"Kenapa memangnya?".


"Tadi dia mengusir orang dengan terang terangan caranya lumayan kasar, tolong suruh kesini mas aku mau minta maaf".


Tidak langsung menuruti perintah istrinya Gavin malah duduk di kasur, "Lelah banget ya?", merasa kasihan sebab Nesya setelah mandi kangsung merebahkan badannya di kasur, dari muka juga sangat terlihat bahwa wanita itu terlihat lelah.


"Kaki aku pegal banget", Nesya baru saja merebahkan kepalanya ke pangkuan Gavin niat ingin bermanja, tapi gagal setelah mendengar ketukan pintu dan teriakan yang minta ijin masuk.


Gavin tersenyum melihat muka Nesya yang di tekuk, sadar mereka jarang sekali punya waktu berdua, tapi Nesya tidak menuntut itu juga, tidak pernah mengeluh malah wanita itu tidak pernah memikirkan keinginnannya.


"Tadi siapa yang minta di panggilkan, saya belum manggil dia lho".

__ADS_1


"Bukain pintunya jangan suka membuat orang menunggu lama".


"Iya iya saya bukain".


Setelah di bukakan pintunya, Elvan berjalan cepat, langsung naik ke kasur memeluk mami nya, anak itu merasa bersalah sempat kesal melihat Nesya memberikan senyum pada laki laki lain selain dirinya dan Daddy nya.


Cemburu Elvan lebih besar dari Gavin, anak itu jangankan melihat Nesya senyum pada laki laki lain bahkan hanya sekedar salam sapa saja tidak suka melihatnya.


"Mami maaf", ucapnya sambil mengeratkan pelukan.


"Iya gak apa apa sayang, kamu kenapa?, kalau ada apa apa bilang ya, mami gak paham apa yang kamu mau Van", maaf sayang mami masih belum bisa menjadi ibu yang baik buat kamu, batinny.


"Maaf aku sempat kesal tadi sama mami karena mami senyum dan bersalaman sama orang asing".


Huftt, ni anak cemburunya besar banget lebih dari bapak nya, ingin ketawa tapi kasihan juga, Nesya paham dengan yang Elvan rasakan meskipun kesannya berlebihan.


Gavin juga sebenarnya tidak kuat menahan tawa, anaknya ini terlalu posesif, apapun yang di milikinya orang lain tidak boleh mengganggu atau menyenggol.


Bukan Gavin tidak cemburu melihat Nesya sering ngobrol dan tertawa dengan para teman lelakinya tapi Gavin bisa menahan itu, terlalu di kekang atau di batasi juga tidak baik yang penting Nesya tau posisi dan batasan.


"Oke sayang sebelumnya mami mau minta maaf ya, maaf mami salah, tapi gini ya dengarkan mami", Nesya menangkup kedua belah pipi Elvan di tatapnya dalam anak itu.


"Jangan seperti tadi lagi, Elvan gak boleh seperti itu tidak baik mengusir orang meskipun kita tidak suka, mami salaman sama om tadi apa yang membuat Elvan kesal?".


"Takut mami nanti senang sama om tadi terus meninggalkan aku sama Daddy", ucapnya polos tapi menyimpan banyak makna.


"Nggak sayang, Bismillah kita sama sama terus ya, kan udah mau ada adek, gak mungkin mami ninggalin Elvan sama Daddy, jangan takut ya".


Setelah mendapat jawaban dari mami nya Elvan memeluk Nesya lebih erat lagi.

__ADS_1


Ketakutannya kini mulai berkurang, bagaimana nanti kalau Nesya tidak ada akan seperti apa hidupnya.


Meskipun badan dan umur masih kecil, percayalah hati batin dan jiwanya sudah besar, rasa takut di tinggalkan, takut dirinya tidak di anggap ada lagi oleh orang orang sekitarnya.


Setelah dirinya tenang mendengarkan isi hati mami nya, Elvan pamit untuk kembali ke kamarnya karena sudah magrib.


"Posesif nya ngalahin Daddy".


"Percayalah Sya, saya juga sebenarnya tidak suka melihat kamu dekat dengan lelaki manapun selain Ayah Elvan dan Papa".


"Ya Allah pada cemburuan juga ternyata hahaaa, tenang saja aku tidak akan meninggalkan atm berjalanku".


"Kamu hanya menganggap saya atm berjalan?", Gavin berdecih.


"Mas mulai deh, haihh kaku banget sih jadi gemas", mencubit kedua pipi Gavin.


"Dengar baik baik bapak Gavin yang terhormat, saya Nesya Arabelle sangat sangat mencintai suami saya yaitu Gavin Matthew, suami ter tampan ter the best ter love".


Cih kenapa Gavin menjadi salting bahkan dirinya benar benar tidak bisa menyembunyikan senyumnya.


.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2