
Dari pertama datang Elvan diam saja tidak banyak bicara, hanya sesekali menyauti pertanyaan dari aunty Alana, ya, hm tidak, tiga kata yang singkat dan padat.
Semuanya makan dengan tenang tanpa ada derama lain, meskipun Rena sesekali memancing Elvan.
Elvan bukan tidak menyukai pertemuan antar keluarga dan untuk memper erat tali persaudaraan, yang dirinya tidak sukai kenapa Rena wanita yang sangat sangat membuat dirinya kesal ini berada di antara mereka.
Sedangkan anak anak yang lainnya meskipun baru saja selesai makan langsung mainlagi.
Bagi anak anak yang sedang kumpul main ini momen terbahagi.
Rena diam dengan ponselnya, begitupun Elvan.
"Bang nanti anterin Rena pulang ya, mobil om Tommy tadi tiba tiba mogok di jalan, mama papa nya nanti bareng Daddy sama mami".
"Ck", Elvan berdecak, mami nya tidak peka dirinya sangat malas dengan wanita cerewet yang sedang senyum senyum menatapnya sekarang.
"Maaf ya Elvan kami merepotkan", ucap mamanya Rena tidak enak hati.
Sudah tau merepotkan, apa susah nya sih tlpon sopir sendiri seperti orang susah saja, kesal Elvan dalam batinnya.
"Abang", Mami Nesya menyikut anak nya yang diam saja.
"Ya tante tidak apa apa".
Elvan langsung pamit pada semuanya, matanya melirik ke arah Rena yang dari tadi diam saja.
"Lo mau balik cepetan gue ada urusan", bisik laki laki itu langsung keluar dari ruangan vvip tempat makan mereka.
Rena langsung mengikuti Elvan, menyeimbangi langkah laki laki itu dengan susah payah.
"Kak lo mau bunuh gue ya?", kesal Rena, entah dimana parkir mobil Elvan dari tadi dirinya ikutin tidak sampai sampai.
"Sejam saja mulut lo diam tidak bisa ya".
__ADS_1
"Ya gue begini emang, makanya lo gak pernah suka sama gue".
"Bagus lo gue".
"Aaaa kak Vano maaf aku lupa, ck kamu juga lo lo gue gue terus kan".
"Berisik crewet".
"Yang penting cintanya sama kak Vano terus".
"Gak nyambung lo".
"Sambungin makanya".
"Serah lo".
"Ampun tuhan kak lo dimana sih naro mobilnya heran gue jauh banget".
"Jangan bercanda kak, aku takut".
"Sejak kapan gue bercanda sama elo cewek Neh".
"Apa salah aku sih kak?, kamu gak pernah lihat aku, padahal selama ini aku sudah berjuang habis habisan".
"Ngapain, memangnya gue suruh".
Setelah menemukan mobil nya Elvan langsung naik, menyalakan mesin lalu menjalankannya.
Suara Rena hampir habis karena teriak, mobil.Elvan sudah keluar dari parkiran.
Rena yang merasa kecewa dan sakit hatinya memilih menangis sambil berjalan ke luar.
Semua keluarga sudah pulang karena tadi mereka jugapulang, melihat ponselnya mati kehabisan daya.
__ADS_1
"Ngapain lo nangis di sini, tuh mobil gue ayo cepetan".
"Bohong kamu mau ninggalin aku".
"Astagfirulloh Rena", geram Elvan, langsung menarik tangan Rena.
Air mata Rena sudah banjir, melihat mobil yang tadi dan sekarang jaug beda, entah lah Elvan susah di tebak.
"Itu mobil Saka tadi gue pinjam, orangnya jemput pakai mobil ini punya gue".
"Bohong".
"Terserah lo".
"Kak Vano jahat huwaaa", tangis Rena semakin kencang, dirinya tadi sudah sangat takut, takut di tinggal Vano.
"Gue masih hargain mama papa lo".
"Gue benci lo kak' tapi gue juga cinta banget ".
"Hmmm serah lo".
Hihhh malas sekali bagi Elvan.
.
.
.
.
Happy reading❤❤
__ADS_1