JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Kehangatan dan Ketenangan


__ADS_3

Elvan sangat hapal dengan suara teriakan itu, anak itu terkejut dan langsung lari ke arah tangga.


"Mamiiiii", teriaknya.


"Ehhhh", Nesya juga kaget dirinya tadi kelepasan suaranya sangat menggema di seisi rumah itu, nyatanya bukan hanya Elvan bahkan hampir semua orang yang ada di rumah itu terkejut.


Gavin juga mendengar dia sampai melempar ipad yang di pegangnya langsung berlari.


"Mami kenapa?, Mami jatoh ada yang sakit gak?", Elvan langsung memeluk Nesya, anak itu takut terjadi apa apa pada ibu sambungnya.


"Mami gak kenapa napa sayang, tadi Mami kaget ada kecoa lewat", bohongnya, tidak mungkin Nesya mengaku berteriak karena sedang sebal pada Gavin.


Huwhhh Gavin sampai menghela napas dengan kasar, entah kenapa pikirannya Nesya terjatuh dari tangga, hihh membayangkannya saja sudah ngeri.


"Kenapa masih ada kecoa di rumah ini, apa pekerjaan kalian", ucapnya dengan marah.


Nesya kaget juga mendengar suara Gavin kenapa memarahi para pekerja di sana.


"Maaf pak", ucap serempak semua pelayan yang ada di sana menunduk takut.


"Membereskan rumah saja tidak becus kalian semua".


Haihhh hawa dingin sangat terasa, "Sudahlah mengapa anda memarahi mereka semua, di sini aku yang salah karena gara gara kcoa saja sampai teriak kencang", Nesya tidak enak hati pada semua pelayan di sana.


Gavin mengambil tangan Nesya menuntun dan membawanya ke dalam kamar lagi.

__ADS_1


Nesya yang di tarik paksa hanya bisa pasrah, sedangkan Elvan hanya bisa menatap Maminya di tari oleh Daddy nya sendiri.


Bahkan Elvan akan pastikan jika Daddy Gavin menyakiti Maminya dirinya yang akan membalas dan pasang badan jika sudah besar nanti.


"Pak ada apa sih kenapa?", bingung Nesya.


"Sudah lain kali saja masaknya, diam di sini", perintah Gavin tidak mau di bantah.


"Kenapa tidak jadi?".


"Bawel juga kau ini ternyata".


"Boleh gak aku ke Elvan?".


"Tidak boleh diam di sini nanti juga bertemu pas makan malam".


"Duduk sini", ajak Gavin berjalan ke arah sopa.


"Mau ngapain?", siaga 1 Nesya sudah siapkan.


Gavin mendudukan Nesya ke sopa, menatap dalam dalam wajah istrinya yang baru beberapa hari iya nikahi dengan cara terpaksa.


Cup mencium kening Nesya lumayan lama, meresapi bagaimana perasaanya pada wanita yang besetatus istrinya ini.


Ada ketenangan dan kehangatan yang Gavin rasakan, Gavin bukan anak yang baik dan nurut pada orang tua, iya sempat sekolah dan kuliah di luar negri mendapat pergaulan bebas apalagi kekayaan orang tuanya yang begitu mendukung dari segi materi, dari segi pisik sudah tidak di ragukan lagi.

__ADS_1


Kecerdasan ketampannan dan kekayaan membuatnya lupa dengan larangan tuhan yang seharusnya iya hindari dan takuti.


Nesya hanya bisa mematung merasakan hangatnya hembusan napas dan bibir yang menempel di keningnya.


Setelah mengecup lama kening istrinya Gavin menatap intens wajah Nesya lagi.


"Pak Gavin hihhh", Nesya menyembunyikan wajahnya di balik bantal sopa.


Gavin tersenyum lebar merasa sangat lucu dengan tingkah malu malu Nesya.


"Memangnya masih punya malu?", tanya nya sambil menyingkirlan bantal yang menutupi muka Nesya.


"Sudah galak menyebalkan mesum lagi".


"Mesum sama istri sendiri tidak ada undang undang yang melarangnya".


"Geser saya mau ambil wudu ini sudah magrib", mengalihkan pembicaraan.


Gavin memnerikan jalan pada Nesya, memperhatikannya sampai hilang di balik pintu kamar mandi, setelah Nesya menghilang dirinya terkekeh sendiri, cantik juga istri gue meskipun masih lugu.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2