
Di karenakan besok minggu keluarga kecil itu berencana untuk menginap di rumah Ayah Nesya, di bujuk dengan berbagai cara tidak mempan di ajak nginep di rumah Ayah Ardi barulah Nesya mau bicara.
"Van ambil baju ke kamar, minta bantuan mbak ya", Gavin menyuruh Elvan untuk menyiapkan bajunya yang akan dibawa.
"Oke Daddy, Mami aku siap siap dulu ya", dengan semangat anak itu lari keluar dari kamar orang tuanya.
Lagi lagi Gavin punya kesempatan langsung mengunci pintu.
"Mau ngapain kunci pintu segala?".
"Makan kamu", senyum Gavin.
"Kamu itu mesum banget tau gak mas", kesal Nesya.
"Mesumnya sama kamu sayang", tanpa banyak bicara lagi Gavin menyerang Nesya.
Tidak sampai tahap mana, mereka hanya berciuman dan tangan Gavin yang tidak bisa diam mencari pegangan kesukaannya.
"Mamiii ko di kunciii", teriak Elvan dari luar".
"Ck mengganggu saja", Gavin membuang napasnya dengan kasar.
"Hahahaa tau sendiri punya anak sudah besar, tidak tau waktu lagi kamunya".
"Ya tunggu Van", teriak Gavin.
Bukanya buru buru membuka pintu malah sempat sempatnya mengecup bibir Nesya lagi.
"Heii hahaa", Nesya menggeleng sambil terkekeh.
"Gak pernah puas Sya", ucap Gavin sambil berjalan untuk membukakan pintu.
Elvan mendorong tas kopernya, anak itu terlalu bersemangat di ajak menginap di rumah kakeknya, padahal Opa dan Oma nya juga sedang ada di rumah.
Ibu dan anak ini semangat sekali sudah seperti mau liburan kemana saja, Gavin menggeleng.
"Mami nanti sebelum ke sana kita mau jalan jalan dulu kan", tidak lupa dengan acara jalan jalannya.
__ADS_1
"Iya sayang iya, anak kamu bawel juga ya mas".
"Sama kaya Mami nya".
"Kalau Mami gak bawel gak bakalan bisa mencairkan dua manusia es batu ini".
"Siapa manusia es batu Mih?", tanya Elvan, bahasa Maminya susah dia mengerti, hampir semua yang keluar bahasa aneh menurut Elvan belum pernah di dengarnya.
"Kamu sama Daddy sama sama Es batu kepala batu".
"Keras dong", Elvan sampai memegang kepalanya segala.
"Akhhh karungin juga nih anak gemesin banget sih Van, kalau bisa Mami mau punya 1000 deh yang modelnya kaya kamu ini".
"Aku limited edition Mih", dengan bangga.
"Pinter lagi jawabnya", Nesya tertawa..
Gavin hanya melihat dan mendengarkan pembicaraan anak dan istrinya, terserah Nesya mau ngomong apa terhadapnya, pasrah.
"Kenapa diam saja?", tanya Nesya pada Gavin.
"Bapak sama anak emang sama".
"Ayo kalau sudah kita jalan keburu siang".
"Daddy udah bilang ke Mama sama Papa belum kalau kita mau pergi".
"Belum ayo sekalian sambil turun".
"Sebenarnya gak enak kita mau pergi nginep lagi, kesannya tidak mau ada sodara ke rumah".
Ampun tuhan, plin plan nya istri gue, Gavin mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ayo Mih maunya apa maunya gimana saya sama Elvan ikut kamu", pasrah Gavin.
"Gak asik kamu mas".
__ADS_1
Salah lagi gue, batin Gavin, benar benar hanya Nesya yang membuat dirinya merasa serba salah.
"Ayo sayang kita turun ijin dulu ke Oma sama Opa", maunya Nesya Gavin cepat ijin terlebih dahulu terus nanti turun mereka tinggal pamitan.
Huwhhh susah sekali menebak apa maunya kamu Sya, Gavin merebahkan badannya di atas kasur.
.
Nesya mengetuk pintu kamar mertuanya, "Permisi Mah".
"Iya sayang tunggu", tau kalau menantunya yang mengetuk pintu, "Ada apa Nes?".
"Mah Nesya mau minta ijin Nginap di rumah Ayah malam ini saja".
Mama Diana tersenyum, dirinya tau pasti Nesya merasa tidak nyaman dengan kedatangan kakk dan keponakannya.
"Iya sayang jangan lama lama ya Mama kesepian nanti".
"Iya Mah, janji hanya 1 malam doang, maaf ya Mah seharusnya kita kumpul Mama sama Papa baru saja pulang".
"Gak apa apa sayang asal jangan lama lama aja ya".
"Iya Mah, Van ayo ijin dulu ke Oma".
Elvan langsung minta ijin pada Oma nya sebab Opa nya sedang berada di kamar mandi.
Setelah ijin Nesya naik lagi ke atas ke dalam kamar mereka.
Mama tidak akan melarang kamu mau kemana juga Nes, kamu sudah banyak mengubah dua jagoan Mama yang tadinya seperti patung hidup, kecuali kamu mau pergi meninggalkan kami sampai kapan pun Mama tidak akan mengijinkannya, batin Mama Diana sambil terus menatap menantu dan cucunya.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤