JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Banyak Tanda


__ADS_3

Pagi menjelang Nesya mengeliatkan badanya yang terasa berat dan kaku, Ya Allah kenapa badanku terasa ada yang menimpa ya, batinnya.


Mau bangun juga sangat susah rasanya, setelah mengumpulkan kesadarannya Nesya membalikan badan. Astagfirullohalazim, kagetnya mendapati wajah tampan rupawan yang sedang damai dalam tidurnya.


Dengan susah payah Nesya menyingkirkan tangan dan kaki Gavin yang menumpanginya.


Haihhh ko gue sampe gak ngerasa ya kalau pakaian ini sudah di obrak abrik sama dia, sambil menggerutu Nesya masuk ke kamar mandi.


Selesai mandi Nesya di kagetkan dengan banyak tanda merah kebiruan yang ada di leher dan dadanya, Astagfirullohalazim, apa ini ko gue gak ngerasa padahal sebanyak ini, gimana gue nutupinnya coba hihhh mesum banget lagi tuh bapak bapak.


Keluar dari kamar mandi Nesya masih terus menggerutu.


Gavin yang sudah bangun hanya bisa menyembunyikan senyumnya mendengar Nesya terus mengumpati dirinya.


Cara menutupi tanda tanda yang Gavin buat Nesya sampai mencari cara di google.


Hihh untung saja gue punya ni foundation, batin nya, setelah selesai menutup tanda itu Nesya turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk Elvan.


"Pagi semuanya", ucap Nesya menyapa orang orang yang ada di dapur.


Mereka semua menunduk hormat dan menyapa Nesya kembali, Nesya ramah pada semua orang yang ada di sana.


Pagi ini Nesya membuat sayur capcay, ikan goreng dan goreng tempe kesukaan nya untuk sarapan pagi, belum selesai menggoreng ikan namun sudah di panggil sama Gavin .


"Permisi Non di panggil sama pak Gavin".


"Orangnya dimana mbak?", tanya Nesya.


"Tadi di suruh ke kamar dulu katanya".


"Iya mba makasih ya".

__ADS_1


Dengan langkah cepat Nesya masuk ke dalam kamar.


"Pagi Sya", sapa Gavin menampilkan sedikit senyuman.


"Iya pagi, ada apa?".


"Kenapa bete banget mukanya, saya ada salah sama kamu?", tanya Gavin.


"Banyak sekali, banyakkk banget, ada apa manggil".


"Cih haha, ternyata kau ini bisa marah juga ya", Gavin terkekeh dia tau apa yang membuat istrinya seperti ini, hanya saja sedang pura pura tidak tau.


"Manusia juga yang punya sipat jengah".


"Pakaikan dasi sini".


"Manja banget sih biasanya juga sendiri".


"Heii kalau bisa sendiri kenapa harus merepotkan orang lain juga".


"Bawel banget istri", cup Gavin mencium bibir Nesya sebentar menyesapnya sedikit.


"Nyosor mulu", sambil memakaikan dasi Nesya sambil mendumel.


"Candu, mau bareng ke kampusnya?, tawar Gavin".


"Nggak aku ada jam siang doang 1 mata kuliah".


"Hemm", Gavin mengangguk ngangguk sambil mengancingkan lengan kemejanya.


"Sudah kan, aku mau lihat Elvan dulu dia sudah siap apa belum".

__ADS_1


"Sebentar saja jangan lama lama habis itu kesini lagi", ucap Gavin.


"Iya pak Gavinnnn".


"Sya sekali lagi kamu bicara seperti itu saya akan pastikan akan mengurung kamu di dalam kamar ini sampai 1 minggu".


Nesya tidak mengindahkan ucapan Gavin dirinya langsung saja keluar tanpa perduli.


"Selamat pagi my boy".


"Pagi juga Mami cantiku".


"Heii ko gombal sih", Nesya terkekeh mendengar ucapan Elvan, "Hari ini bekalnya bawa nasi aja ya jangan roti terus".


"Tapi mih", Elvan sedikit keberatan dengan peraturan pagi ini, dirinya tidak begitu suka makan nasi.


"Kalau gak di makan Mami gak mau buatkan bekal lagi", ancam Nesya.


"Iya mih aku akan makan habiskan ko".


"Good boy", Nesya menghadiahkan kecupan hangat pada pipi Elvan, "Ke meja makan duluan ya Mami mau ganti baju dulu siap siap".


"Oke mih", Elvan mengacungkan ibu jarinya


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2