JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Serba Tiba Tiba


__ADS_3

Keduanya sama sama menikmati angin pantai di sore hari, Elvan yang emang jarang banget liburan setelah masuk SMA, dirinya sibuk dengan sekolah dan bisnis nya.


"Kak nyaman banget sumpah gue gak mau pulang".


Rena merasakan betah tiduran di atas pasir bersebelahan dengan Elvan, berada di sisi pantai sangat jauh dari pengunjung yang lain, sampai situ mereka jalan kaki.


Elvan sengaja menyewa tikar untuk mereka duduk awalnya.


"Hmmm".


"Kak mau tanya boleh?".


"Biasanya juga langsung nyeplos".


"Kenapa lo bisa baik sekarang?, bahkan gue masih ingat pertama lo benci sama gue, baju lo ketumpahan es cream gara gara gue sampai hampir mendorong gue ke pohon besar".


"Karena gue tau lo selalu ngebuntutin kemana gue pergi".


"Gue ngerasa kesepian dulu, mana anak baru gak kenal siapa siapa lo juga jahat".


"Lo nya ngeselin terus".


"Jawab dulu kenapa sekarang tiba tiba baik?".


"Pulang yuk sudah mau maghrib".


"Jawab dulu", Rena mencekal tangan Elvan.


"Nanti saja sekarang sudah adzan waktunya shalat Rena".


"Kalau gak mau jawab gendong".


"Manja", Elvan mencubit gemas pipi Rena.


"Aaaa sakit kak, bukannya cium malah cubit".

__ADS_1


"Mau", tantang Elvan sambil memesukan tangan ke saku celananya.


"Gak mau nggak bercanda doang, gendong aja capek jalan kesana jauh tau".


Alhasil Elvan menggendong Rena sampai ke parkiran motor mereka, untung saja parkiran motor tidak terlalu jauh seperti parkiran mobil.


.


Sebelum pulang menyempatkan makan malam dulu, bukan di restoran keduanya makan di pinggir jalan.


Bukan tidak ada duit hanya saja Elvan sengaja mengenalkan lidah Rena dengan masakan masakan tenda.


Meskipun Rena awalnya kurang suka dan hampir tidak mau, tapi ternyata setelah mencicipi nya tidak mau berhenti.


Makan seafood tenda memang nikmat tidak kalah dengan restoran seafood terkenal yang sudah punya beberapa cabang.


Keduanya tidak lepas dari pandangan pengunjung lainnya, bahkan ada beberapa orang yang minta mereka berfoto.


"Kenyang?", tanya Elvan setelah melihat Rena mencuci tangan dan lap mulutnya.


"Suruh siapa pesan lagi untung habis haha".


"Dihh ketawa pak", Rena juga terkekeh.


Hari ini Rena merasa sedang mimpi indah jadi dia tidak ingin terbangun lagi saking indahnya.


Elvan membayar semuanya, tidak pernah memikirkan uangnya akan habis, bahkan dirinya juga sering membelikan barang mewah untuk mami dan adiknya.


"Pulang?".


"Iya, ayo gue baru kali ini keluar malam gak bareng mama papa".


"Nggak mau nginep di rumah mami".


"Mau banget, nanti mama papa gue suruh bikin adik hihii ".

__ADS_1


"Bentar lagi gendong cucu".


"Hahhhh maksudnya".


"Nggak gue ngarang tadi".


"Pengen pulang sih capek tapi gak mau pisah sama lo takut besok berubah gak baik lagi, jadi dingin terus ngeselin, terus gak mau dekat dekat sama gue lagi".


"Pulang besok sekolah gue jemput".


"Gue kan udah gak sekolah di situ lagi, kemarin kan udah dapat surat pindah".


"Om sudah urus semuanya".


"Masa ko papa secepat itu, maksudnya apasih gue gak ngerti sumpah".


"Gak usah mikirin yang gak penting buat lo pikirin, besok sekolah belajar yang benar".


"Teka teki banget tau, tiba tiba gue gak bisa berangkat dan pindah ke luar, tiba tiba lo baik sama gue, tiba tiba gue balik sekolah di situ lagi, kaya ada yang mencurigakan".


"Mami sudah suruh kita pulang, pulang yuk".


"Hmmmmm".


Mencurigakan banget sumpah semuanya serba tiba tiba, gue memang sudah dari dulu menginginkan momen ini terjadi dengan seorang Elvano yang mungkin semua orang tau bagaimana pembawaan sikapnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2