
Dengan buru buru mama Diana keluar dari ruangannya menuju ruangan pap Aditya, mukanya berseri seri tidak sabar memberi kabar bahagia ini pada sang suami.
"Papaaaaa", tetiaknya setelah masuk.
"Ada apa mah heboh banget?", menyengit bingung, sebab muka girangnya lebih dari kalau di kasih hadiah.
"Lihat ponsel mama pah, lihat anak semata wayang kita menghubungi mama, minta saran aduhhh anak mama kembali lagi pah", tidak terasa airmatanya terjun bebas saking bahagianya.
"Syukurlah mah, berkat Nesya semuanya mah".
"Menantu kesayangan mama bulan bintangnya mama", mengingat muka polos Nesya pas pertamakali bertemu dengannya.
Tidak pernah menyangka bahwa akan membawa perubahan yang sangat besar seperti ini.
"Papa hebat ya mah mencari menantu".
"Iya pah, terimakasih ya, papa selalu mengerti apa yang mama mau".
"Ayo papa juga mau pulang deh, kerjaan bawa ke rumah siapa tau Gavin butuh papa".
Kedua orang tua itu sangat antusias, anaknya kini kembali, kebahagiaan orang tua jika anak hangat dan baik kepadanya.
Tidak menunggu waktu lama keduanya langsung keluar dari perusahaan, memilih pulang meninggalkan pekerjaan sebentar demi mantu dan cucu demi anak sematawayang nya.
Sebelum Gavin dan Nesya sampai rumah lebih duluan mama Diana dan papa Aditya yang sampai.
Tepat jam 2 Gavin dan Nesya sampai ke rumah.
__ADS_1
Nesya bingung melihat kedua mertuanya sudah ada di ruang tengah bahkan sudah menggunakan baju rumah.
"Assalamualaikum Pah, mah", Nesya menyalaminy.
"Walaikum salam sayang", mama Diana tidak sungkan mencium menantunya dengan sayang, bahkan perut ratanya juga mendapatkan ciuman sayang.
Papa Aditya juga mengusap usap perut Nesya, "Mantu dan cucu papa sehat dan baik baik aja kan?", ucapnya tersenyum.
"Alhamdulillah sehat pah, kami baik baik aja", Nesya duduk di samping Mama Diana.
Saking bahagianya mama Diana sampai memeluk Gavin dan menciumnya juga, namanya ibu ke anak tidak akan pernah memandang umur.
Tumen kali ini Gavin juga tidak menghindar.
"Mama sama papa tumben sudah pulang?", bingun Nesya.
Nesya juga ikut terkekeh.
"Mau makan apa Sya, masak apa?", tanya Gavin meskipun 50% siap dan 50% nya lagi tidak siap, sumpah ini baru pertama kali bagi Gavin.
"Serius kamu mau masak mas, gak usah maksa kalau gak bisa gak apa apa".
"Demi kamu apapun akan saya lakukan", ucap Gavin sungguh sungguh.
"Iya sayang kalau mau Mama sama Papa juga bisa bantu, ya walawpun kita bertiga harus di awasin ibu sanah sama mbak Jumi".
"Apa sih mah hahahaaa, walawpun iya Nesya pengen banget nyobaik masakan mas Gavin tapi gak usah gak apa apa, udah capek kerja Nesya malah tambah merepotkannya".
__ADS_1
"Ehhh gak repot sama sekali sayang, ayo saya masakin saya akan belajar demi kamu ya", dengan cepat memeluk Nesya karena melihat wanita ini sudah menunduk bertanda akan hujan.
"Iya sayang mama juga bantuin ya gak apa apa kan, setidaknya mama punya jasa buat mantu dan cucu".
"Emang gak apa apa mah?".
"Gak apa apa banget sayang serius".
"Yaudah apa aja mah yang penting mas Gavin yang masak".
"Yaudah saya masak, kamu bersih bersih dulu sana ya".
"Iya mas, maaf ya aku kerjaan nya ngerepotin terus, aku juga ga tau kenapa suka sedih banget kalau keinginnan ini gak di turutin".
"It's ok gak ada yang repot buat kamu Sya, apapun itu, udah bersih bersih dulu sana ya".
"Iya mas, mah pah Nesya bersih bersih dulu ya", pamitnya.
Setelah Nesya pamit ketiga orang itu langsung menuju dapur, disana bu Sanah dan mbak Jumi udah ada untuk membantu ketiganya.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤