JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Salting


__ADS_3

Dengan mulut komat kamit dan hati dongkol Nesya berjalan ke kamar menghampiri Elvan, tidak sadar diri banget jadi manusia dirinya yang bikin dirinya yang enak tapi tidak mau mengakui kalau darah daging sendiri, gerutunya.


"Haii udah bangun sayang", ucapnya pada Elvan, Nesya juga percis bunglon padahal tadi marah marah tapi sekarang sudah terlihat manis lagi di depan anaknya.


"Aku kaget takut Mami pergi hehee".


"Jadi anak laki jangan cemen oke, Mami gak bakalan pergi tinggalin Elvan kecuali Elvan sendiri yang mau sayang".


Elvan menggeleng, dirinya sudah sayang banget sama ibu sambung mana bisa jauh jauh dari Nesya.


"Daddy di depan sayang makan yuk".


"Daddy udah kerjanya?".


"Udah meeting nya doang, itu lagi kerja di depan".


Dua manusia beda umur itu bergandengan keluar dari ruangan itu bersamaan, Gavin melirik dan memberikan sedikit senyumannya.


"Sudah bangun?", akhhh kaku banget padahal Gavin sudah berusaha untuk mencairkan suasana dengan anak ini.


"Iya Dadd, Daddy udah kerjanya?".


"Hemm, ini lagi kerja".

__ADS_1


Elvan hanya ber ohh ria, susah sekali mencari topik agar bisa lebih lama ngobrol dan berinteraksi, padahal Elvan ingin bertanya banyak namun sangat susah dirinya ungkapkan.


"Makan yuk Mami laper", sudahlah gue yang ngalah di antara dua manusia kaku ini, batinnya.


"Boleh Mih suapin ya", celetuk Gavin yang membuat Nesya sedikit tercengang, antara percaya dan juga tidak percaya.


"Daddy sudah big loh", cih gue juga kaku kalau kaya gini caranya, ini sih udah kaya suami istri yang sesungguhnya, batin Nesya.


"Iya tapi sibuk kerja susah tangannya".


"Taro dulu laptopnya mas makan dulu".


"Harus beres dan selesai 1 jam lagi sayang Radit mau pakai datanya".


Tanpa banyak kata lagi Nesya langsung mencuci tangannya, au ahh kalau udah di panggil sayang susah buat nolak hahahaa.


Ternyata cewek sama saja mau di manja dan di sayang, Gavin terkekeh dalam batinnya.


Sebagai istri dan ibu yang baik Nesya menyuapi suami sekaligus anaknya sekalian dirinya juga makan, tangannya lincah sat set padahal ini pertamakalinya nyuapin dua orang sekaligus bahkan dirinya juga sesekali nyuap.


Selesai makan Nesya dan Elvan duduk anteng sesekali mereka berdua main bisik bisikkan dengan dalih takut Gavin terganggu.


Kerjaan yang Gavin targetkan selesai 2 atau 3 jam entah mengapa hari ini rasanya lancar banget bahkan dalam waktu 1 jam sudah selesai.

__ADS_1


"Bosan ya, mau pulang sekarang?", tanya Gavin, dirinya harus mengalah pikirnya.


"Baru jam 3 lewat mas, kalau belum selesai, selesaikan saja dulu aku sama Elvan gak apa apa nunggu iya kan sayang?".


"Kalau bosan gak apa apa pulang saya kerja di rumah nanti".


"Pulangnya nanti saja pas jam pulang kerja semuanya".


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar ya".


Nesya dan Elvan mengangguk serempak.


Gavin dengan cepat mengambil dokumen yang harus dirinya baca dan tanda tangani, bukan lagi email yang masuk ke ponsel dan ipad nya, pengumpulan tugas dari kampus juga data laporan dari karyawan bercampur aduk, Gavin butuh konsentrasi buat menyelesaikan itu semua.


Bukannya kaget dan marah mendengar gelak tawa dari dua orang yang ada di depannya, Gavin malah semakin semangat dan tersenyum.


Ternyata hidup dengan kalian tidak seburuk yang saya bayangkan kemarin kemarin, batin Gavin.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2