JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Peria Asing


__ADS_3

Gavin masih pokus pada layar yang ada di hadapannya, bola matanya naik turun mengamati laporan yang Radit dapatkan.


"Sepertinya dia bukan orang luar pak", ucap Radit, seminggu ini keduanya masih pokus mencari siapa dalang dari semua masalah yang hampir menghancurkan perusahaan nya.


"Ya kau benar Dit, Elvan juga bilang bahwa kode yang mereka pakai bukan kode luar".


"Tuan muda memang hebat, bahkan bisa mengalahkan saya yang sudah hampir 10 tahun ikut dengan anda".


"Ya saya juga merasa sangat bangga padanya, benar katamu tuhan menitipkan dia padaku meskipun dengan jalan yang salah, dan dia kini terbukti bisa menolongku".


Masih ingat bagaimana dulu dirinya ingin membunuh anak tanpa dosa, Radit yang selalu setia bahkan pasang tangan, Radit yang selalu menenangkan dan menasehatinya, Radit juga yang selalu kena imbas pukulan dan kemarahannya.


"Anda harus sadar pak, tuhan menitipkan bayi itu pada anda meskipun dengan ketidak sengajaan, tapi tuhan tau anda bisa menjaganya, kita tidak tau anak itu kedepannya seperti apa, bisa jadi dia menjadi malaikat penolong anda kelak", kata kata Radit yang selalu terngiang ngiang di ingatan Gavin.


.


Nesya Elvan dan bersama ketiga sahabatnya sedang jalan di salah satu mall terkenal yang berada di kota ini.


Mereka sedang istirahat sekedar minum dan makan cemilan ringan, Elvan sekarang sudah mulai terbiasa berkumpul dengan wanita wanita rempong.


"Mami boleh minum es gak?", tanya Elvan.


"Boleh sayang tapi jangan banyak banyak ya, mau mami pesankan?".


Elvan mengangguk tanda mau, apapun yang anak itu inginkan jika tanpa persetujuan mami nya tidak akan dirinya ambil atau makan.


"Nurut banget ya Nes, sumpah gue jadi merasa terharu dengan elo yang sekarang", ucap Alana.

__ADS_1


"Berdamai dengan takdir dan keadaan Al, lagian semuanya sayang sama gue, jadi tidak ada alasan untuk gue tidak menyayangi mereka juga".


Mereka sedang ngobrol asik membahas kebiasaan juga keseharian setelah pulang kuliah, namun tiba tiba ada seorang laki laki yang menimbrung meja mereka.


"Boleh saya duduk sebentar?, soalnya tempat ini penuh, tenang saya hanya sebentar ko", ucapnya tersenyum manis.


Ke empatnya saling tatap dan sama sama bingung, akhirnya Alana yang bicara.


"Boleh mas silahkan", karena tidak enak hati, memang tempat itu penuh pengunjung.


"Baik terimakasih", matanya menatap ke empat wanita satu persatu.


Sama sama cantik manis, batinnya.


"Baru pada pulang ngampus atau gimana?", tanya nya, tapi matanya menelisik anak laki laki yang sedang asik makan popcoren.


"Hahh nggak kak, pulang ngampus sih tadi siang, inimah hanya lagi cuci mata keliling mall saja", jawab Risa.


Sudah lebih dari 10 menit pemuda asing itu ikut nimbrung di meja mereka, Sena yang melihat bahwa laki laki itu terus menantap Nesya akhirnya bersuara, "Jangan di tatap terus sudah ada pawangnya kak", celtuk Sena.


"Hahh maksudnya?", bingung sang laki laki.


"Dia sudah ada pawangnya, badas bukan main nanti kalau ketahuan anda kena semprotnya".


"Serius masih muda banget, baru pacaran juga, tenang masih milik bersama sebelum ada buku sah di agama maupun negara".


"Dih di kasih taunya, kalau masih pacaran sih iya aja inimah anak nya sudah mau 2", Alana sedikit kesal.

__ADS_1


"Hahh anak 2, masa sih masih muda sayang banget cantik manis lagi".


"Mih Daddy udah mau jemput?", sengaja Elvan bertanya pada mami nya lumayan keras.


"Iya tunggu sayang, udah kenyang mau apalagi?, masih ada yang di mau gak?", Nesya mengelap mulut dan tangan Elvan.


Hahh mih, gue gak salah dengar kan, mami Daddy haihhh kenapa gue selalu kalah cepat sama yang lain sih, padahal baru ini wanita yang bisa membuat hati gue bergetar lagi, batinnya.


"Nggak mih kenyang banget, thank you mami, thank you juga aunty Lana, Sena Risa".


"Iya sama sama ponakan aunty tersayang", ucap ketiganya.


"Haihhh gak percayaan sih di bilanginnya", ucap Risa sambil terkekeh melihat muka masam peria asing.


"Agak tidak percaya soalnya masih muda, cantik banget kaya masih gadis".


"Anda salah kalau menganggap saya masih gadis pak, benar kata sahabat saya, anak saya sudah mau dua sama yang di perut", kini Nesya bersuara.


"Sial saya kalah gercep kita ketemunya malah sekarang", menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sumpah gue jatuh cinta pada pandangn pertama padahal sama nih cewek, huwhhh kenapa harus ada yang dahuluin sih.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2