
Nesya bangun seperti biasanya, hari ini dirinya ijin tidak masuk kuliah demi anak, Gavin juga sama untuk hari ini bahkan ini pertamakalinya bagi Gavin ijin untuk tidak masuk, namun tugas tetap berjalan.
Mereka bertiga sudah berada di meja makan untuk sarapan, seperti biasa Nesya lebih mengutamakan Gavin dan Elvan.
Mengelus kepala Elvan dengan lembut, anak itu terlihat sangat murung.
"Makan yang banyak ya, katanya mau lomba di sekolah harus punya tenaga yang kuat, Mami temani di sekolahnya nanti", sengaja tidak memberi tahu biarlah ini menjadi kejutan nanti untuk Elvan pertamakali Daddy nya datang ke sekolah.
"Iya Mih terimakasih".
"Biasakan kalau mau makan ajak makan siapa aja yang dekat sayang apalagi ada Daddy", Nesya berusaha kuat untuk menyatukan anak dan Ayahnya itu.
Elvan mengangguk dan langsung menurut apa yang Nesya ajarkan padanya.
Mereka makan dengan tenang selama makan juga tidak ada obrolan apalagi Elvan yang masih terlihat sangat murung.
"Ayo bilang ke Daddy kalau mau sekolah".
"Daddy aku sekolah dulu", ucap Elvan.
"Ya hati hati", meski sedikit kaku namun ada kemajuan dari kemarin yang hanya berdehemm doang.
Setelah pamit Elvan langsung masuk ke dalam mobil, ada seutas senyum di bibir anak itu, ini pertamakalinya juga Gavin bicara hati hati padanya, tidak apa segitu juga Elvan merasa sangat bersyukur.
__ADS_1
"Pake mobil sendiri aja ya biar jadi kejutan buat dia, aku juga mau pake sopir hari ini, pulangnya sama mas boleh".
"Iya silahkan duluan saja".
"Kamu hapal jalannya kemana?", ucap Nesya sekaligus meledek Gavin yang sama sekali tidak pernah datang ke sekolah Elvan.
"Kau meledeku", Gavin menyeringhai.
"Nanya aja tau apa nggak ke sekolah anak sendiri".
"Sya", geram Gavin sambil mendelik tajam.
Nesya tertawa puas langsung masuk ke mobil yang di dalamnya sudah ada Elvan.
Masuk ke dalam mobil ada seutas senyum juga di ujung bibir Gavin, hatinya menghangat apalagi mengingat Nesya.
Mobil Gavin mengikuti mobil yang Nesya tumpangi, jujur saja dirinya tidak tau Elvan sekolah di mana dan jalnnya kemana.
Selama ini dirinya merasa masabodo dengan anaknya itu, awalnya Gavin juga ingin membuang bayi Elvan namun Mamanya tidak setuju bahkan akan membunuhnya juga jika Elvan di buang.
Nesya dan Elvan lebih dulu masuk ke dalam gerbang sekolah, Gavin sengaja masih di parkiran dan di dalam mobil dirinya menunggu kabar dari istri jika acara sudah di mulai.
Ck baru kali ini gue ninggalin kerjaan tapi rasanya santai dan tidak ada beban, batinnya.
__ADS_1
Hampir 1 jam menunggu Gavin masih santai dirinya sambil membalas email yang Radit kirimkan.
Setelah mendapat kabar dari Nesya bahwa acaranya sudah di mulai, Gavin keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gerbang, risih dengan tatapan ibu ibu yang memandangnya napsu.
Gavin berjalan cepat setelah melihat dimana letak istrinya, sedangkan Nesya menertawakan Gavin yang di ikuti ibu ibu gaul.
"Kenapa hah?, hahaha muka kamu lucu mas".
"Jangan menertawakanku Sya, mereka sudah seperti kucing kelaparan melihat ikan segar", dengus Gavin.
"Suamiku emang mirip abg walawpun sudah tua dan bapak bapak", bisik Nesya pada Gavin.
Cih Gavin berdecih tidak enak di ujungnya pujian dari Nesya ini.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
Menggunakan dres senada dengan kemeja yang Gavin gunakan,
__ADS_1