
Rena masih belum mau naik ke mobil, takut nanti dirinya sudah masuk Elvan keluar lagi dan pergi ninggalin dirinya, terus Rena sendiri di kunciin di dalam mobil.
Pikiran yang sangat sangat jelek, kebanyakan nonton derakor, adegan seperti ini sudah pernah dirinya tonton.
"Astagfirulloh Rena cepetan lo mau balik gak", Elvan sudah geram dan pusing.
"Gak mau nanti kamu ngunciin aku di mobil kak".
"Lo apa sih Rena sumpah gue muak, tingkah lo kaya bocah tau gak".
"Jahat".
Elvan keluar dari mobil, langsung menarik Rena memasukan Rena kedalam mobil dengan paksa.
Elvan menjalankan mobil dengan cepat seperti pembalap handal, kesal akhhhhh tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
"Kak Vano gue masih mau hidup kak", teriak Rena ketakutan.
"Lo kira gue mau bunuh lo", ucap Elvan dengan dingin.
"Kak plis berenti gue takut banget, kak gue pusing mual mau muntah".
Rena sudah tidak bisa menahan mualnya, mobil yang Elvan bawa menyalip beberapa mobil lain dan dan mobil besar membuat mobil itu meliuk liuk.
Kebetulan sekali ada sweater di dashboard mobil Elvan.
Rena tarik sekaligus langsung memuntahkan yang sudah dari tadi dirinya tahan.
Saking terkejutnya Elvan membelokan mobilnya sekaligu, srekkkkk suara ban mobi menggaret aspal.
"Rena lo gila ya", teriak Elvan.
"Gue gak kuat kak, salah lo dari tadi gak mau berenti", muka pucat karena takut dan mabuk pusing.
Rena menangis sesegukan, sambil menutup mata kepalanya pusing.
Elvan bersandar di kursi mobil juga, pening susah untuk biasa saja dan mengontrol emosi jika dekat dengan Rena.
Rena perempuan yang dari pertama bertemu juga sudah mengukir kesalahan dan selalu membuat dirinya kesal.
"Berenti lo nangisnya nanti orang kira gue apa apain lo".
"Lo yang bikin gue kaya gini kak, kepala gue pusing gue masih mual".
Elvan melirik pada Rena, mengambil sweater bekas muntahannya.
Tidak tanggung tanggung langsung melempar keluar begitu saja, padahal sweater itu baru saja dirinya beli dengan harga yang lumayan mahal juga.
__ADS_1
Membuka kedua tangan Rena yang menutupi mukanya.
Melihat mukanya sudah pucat, Elvan di buat kaget.
"Lo beneran takut Na?".
"Lo pikir sendiri kak, lo jahat banget sama gue", tangis Rena semakin pilu".
"Sorry", ahhh bingung mau ngomong apa.
Rena diam saja tidak menyahuti ucapan Elvan, dirinya benar benar pusing, untuk membuka mata saja rasanya takut, takut muntah lagi.
"Na gue mau minta maaf, maafin gue ya".
"Anterin aku pulang kak", bukannya menjawab.
"Lo harus maafin gue dulu, minum dulu nih supaya mualnya ilang", untung di dalam mobil Elvan selalu sediakan air botol mineral.
Rena minum sedikit di bantu Elvan.
"Lo sebegitu benci ya kak sama aku".
"Ngomong apa sih lo gado gado banget".
"Gue bukan benci sama lo, tapi tingkah lo yang selalu membuat gue kesal, lo ceroboh lo terlalu agresif jadi cewek".
"Gue mau berubah buat elo kak".
"Aku mau nunggu kamu sampai kapanpun".
"Sikap lo yang kaya gini yang bikin gue kesal terus".
"Ya gimana dong kak, makanya punya mukan jangan kelewat ganteng".
"Mata lo aja yang sipit kurang lebar liat guenya".
"Mata gue sipit aja udah tergila gila sama ketampannan lo apalagi mata gue gede".
"Gak sopan banget gue gue sama yang lebih tua, lo udah gak mabok kan, lo udah mendingan".
"Air yang lo kasih minum ke gue mujarab banget kak langsung ilang mualnya tapi pusing masih ada".
"Cih gara gara lo sweater gue kotor tuh gue buang langsung padahal baru beli".
"Sweater doang kak tar gue ganti".
"Deal 5.000.000".
__ADS_1
"Gila lo beli sweater aja mahal banget".
"Serah gue lah pake duit gue ini bukan pake duit Daddy gue".
"Kak lo masih belum punya pacar kan, lo pacar gue kan, lo calon suami gue, lo suami gue pokoknya titik".
"Dih lo semakin gila ya Na?".
"Tergila gila sama elo kak".
Elvan hanya bisa menggeleng, ngeladenin Rena ngomong dirinya juga lama lama ikutan eror sama seperti Rena.
"Pulang yuk gue anterin".
"Ke rumah kita ya".
"Mimpi lo".
"Gue akan berubah kak, asal lo jangan menghindar terus gue capek udah dari tk kejar lo terus".
"Lagian lo stres masih bau kencur juga cinta cinta mulu belajar yang bener".
"Ya gue mau berubah, gue mau jadi juara 1 nanti biar bisa sedikit sebanding sama elo kak, plis bantu ajarin ya".
"Asal jangan bikin ulah dan ngeselin terus, gue juga capek benci terus sama lo Na".
"Aaa calon pacar aku baik banget".
"Naaaa mau apa?", Elvan menggeram.
"Mau peluk doang dikit aja ya ya boleh ya", Rena mengedipkan matanya berkali kali.
"Jangan bikin gue kesel lagi, gue udah mau berdamai dengan diri gue".
"Iya iya maaf tuan Elvano Ganendra calon pacar calon suami calo papa nya anak anakku".
"Calon mayat", tekan Elvan.
Sabar Van sabar bisa bisa lo darah tinggi kalau di sautin terus, batin Elvan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤❤