JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Rena Cebol


__ADS_3

Elvan setelah mengantarkan Airin ke sekolah dirinya juga langsung menuju sekolahnya.


Jalan seperti biasa nunduk pokus pada jalan seolah sedang menghitung langkah.


"Lo baru datang tumben?", ucap Saka.


Saka dan Martin sahabat Elvan hanya kedua manusia itu yang Elvan percaya.


"Gila tumben osis datangnya mepet".


"Gue juga manusia yang penting gak telat".


"Iyain aja yang gak pernah telat", Martin terkekeh.


"Van lo serius pacaran sama tu anak 10 IPA?", Saka tau dari yang anak anak yang lain sebab semua orang bertanya padanya bukan pada Elvan.


Ya apapun tentang Elvan kalau masalah pribadi mereka hanya bisa bertanya pada Saka dan Martin, beda urusannya kalau bertanya langsung pada orang yang bersangkutan, susah mendapatkan jawaban kadang kena smprot langsung.


"Lo pada tau gue kan".


"Yakan masalah isi hati mana kita tau ya gak Tin?".


"Iya lah".


"******".


"Hahahaa mulai ketularan lo nih Sak".


"Kak Vanoooo", teriak Rena.


"Buset panjang umur amat ni bocil", Saka tertawa, orang yang lagi di omongin nongol.


"Lo bisa gak", ucapan Elvan menggantung sebab Rena langsung menjawabnya.


"Nggak kak", cengirnya.


"Astagfirulloh", Elvan menggeram kesal, "Gue belom selesai ngomong".


"Pasti bilang, lo bisa gak, gak teriak teriak gue gak budeg Cebol, iya kan".


"Aku gak cebol loh kak ngggak, tinggiku ini masih normal".


"Aku tadi malam ketemu aunty Anes sama uncle Gavin, katanya boleh ko aku cinta sama kakak hehee udah dapat lampu hijau dari camer hihiwww".

__ADS_1


"Bisa diam gak mulut lo berisik banget sumpah, sakit kuping gue".


"Lo sekolah yang benar gak usah main camer camer gak jelas, masih bau kencur juga".


Elvan langsung meninggalkan ketiganya, mood nya selalu rusak kalau ketemu Rena, Rena selalu mengikuti dimana dirinya sekolah, SD SMP dan sekarang SMA padahal dari TK sudah selalu dirinya usir.


"Lo yang bikin mood dia rusak jangan sampai gue dan Saka yang nantinya kena imbas", peringatan Martin.


"Kak Saka dan kak Martin jahat bukannya bantuin aku buat dapetin hatinya kak Vano".


"Lo tau sendiri dia orangnya gimana, lo harusnya berubah intropeksi diri, apa yang buat Elvan gak suka sama elo".


"Gue pernah diam dan hanya sekedar menyapa kak tapi dia tetap aja gitu huhuw".


"Lagian lo baru masuk SMA juga udah gaya gayaan main pacar pacaran aja".


"Mending pacaran sama gue", ucap Saka.


"Gue udah cinta mati sama kak Vano mana bisa berpaling".


"Dah lah gue mau masuk udah bell".


"Tolong salamin ke kak Vano ya kak".


"Apalagi gue", Martin langsung berjalan.


"Aaaa kalian berdua sama aja ngeselin kaya kak Vano, tapi gue tetap cinta", manyun Rena.


.


Elvan langsung mengirimkan pesan pada mami nya.


...My,Mom💙...


"Mami ngapain nanggepin ucapan Rena cebol bikin malu aku terus dia".


"Cepat pulang".


"Tolong bilangin ke Daddy keluarkan Rena dari sekolah ini".


.


.

__ADS_1


Gavin dan Nesya yang sedang berada di Jogja baru saja tiba 20 menit yang lalu terkekeh dengan sikap Elvan yang kekanak kanakkan.


"Anak kamu banget mas".


"Anak kamu juga sayang, matiin ponselnya kita nikmatin waktu berdua 2 hari ini".


"Nanti ngamuk, mana bisa dia di bohongin".


Elvan mana bisa di bohongin, tau sendiri dia bisa melacak kemana Mami dan Daddy nya pergi.


"Ah tidak apa apa paling kamu peluk juga dia baikan".


"Bisa 1 minggu minta di temennin tidur terus".


"Akhhh anak itu, lama lama aku nikahin juga".


Plakss, tangan Nesya melayang ke paha suaminya, "Gak akan aku ijinnin dia masih muda biarkan menikmati masa mudanya".


"Biar cepat punya cucu hahahaaa".


"Gak gitu juga, bercandamu itu gak lucu mas".


...Gantengnya,Mommy💋...


"Semangat sekolahnya".


"Mami pulang rabu ya, di rumah baik baik sama adek".


"Hahahaa biar di sekolah gak garing bang, Rena kan ceriwis".


"Gak boleh gitu, itu namanya sombong sayang".


Susah sekali buat Elvan santai jika bertemu Rena, menurut Elvan Rena itu gatel cerewet, pokoknya Elvan gak suka dengan tingkah laku dan sikapnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤❤


__ADS_2