JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Terbongkar 2


__ADS_3

Meja kaca yang ada di hadapan Gavin bahkan sudah bergeser sedikit lagi meja itu jatuh.


Gavin memutar vidio yang ke tiga, dimana mereka menaruh obat tidur di gelas kopi Papa Aditya di kantornya dan mencoba membuat tanda tangan palsu untuk mencairkan uang.


Lagi lagi ketiga orang itu melongo.


"Saya tadi sudah memperingatkan kamu Raya, berani berkata jujur atau masih ingin berbohong dan akibatnya akan patal".


"Vin, Raya tidak mungkin seperti itu, tante juga tidak pernah berbuat seperti itu, ini pasti akal akalan istri kamu pasti mau menjebak Raya karena tidak suka merasa tersaingi".


Papa Aditya masih diam, kecurigaan nya selama ini ternyata benar adanya, sedari dulu bukan dirinya tidak bisa menyuruh orang untuk menyelidiki kasus demi kasusnya selama ini, hanya saja menjaga perasaan istrinya.


"Cih masih mau ngelak juga, pilihan kalian ada dua sekarang, mau pergi dari negara ini pindah ke Aprika atau membusuk di dalam penjara selamanya, ingat saya tidak main main".


Jedarrr,,,, sama sama pilihan yang sangat sulit untuk ketiga orang itu ambil.


"Vin jangan bercanda ya, kamu tega sama tante om dan sepupumu ini".


"Mengharapkan belas kasihan", Gavin menggeleng, tidak habis pikir dengan muka tembok ketiga orang yang ada di depannya sekarang, "Apa kalian pernah berpikir kasihan pada orang yang kalian perlahan hancurkan?".


"Diana anak kamu makin kesini semakin kurang ajar ya", ucap tante Rossa menggebu karena marah.


"Kali ini aku tidak akan ikut campur mbak, aku yakin anakku tau hukuman apa yang pantas untuk kalian, perlu kalian tau aku menyesal telah begitu baik selama ini".


"Adik macam apa kamu Diana", geram Mark.

__ADS_1


"Selama ini kami sudah baik terhadap kalian tapi balasan kalian seperti ini mas, jujur saya kecewa, keluar dari rumah saya sekarang juga", ucap Papa Aditya dingin.


"Kalian semua kurang ajar, adik yang durhaka, ini semua gara gara Nesya wanita kampungan itu", tante Rosa terus mengoceh marah dan mengumpat Nesya.


Baru saja mau keluar dari rumah itu ternyata 8 polisi sudah menghadang mereka.


Suara jeritan, teriakan tante Rosa dan Raya memenuhi seisi rumah itu, mereka langsung di bawa ke kantor polisi.


Nesya dan Elvan yeng mendengar suara keributan dari luar, keluar dari kamar, bertapa kagetnya banyak polisi dan juga suara teriakan marah makin kencang.


Elvan bukannya takut mendengar dan melihat itu malah menyeringhai tersenyum tipis.


Nesya melirik ke sampingnya, melihat Elvan yang diam saja, ternyata anak itu bukannya takut malah tersenyum, "Van, Mami butuh penjelasan dari kamu".


"Mami selalu tau apa yang ada di dalam pikiranku", dengus Elvan.


Ancaman yang ampuh untuk Elvan di buang ipad dan di temani pengasuhnya selama 24 jam.


"Iya Mih itu aku yang kirimkan semua vidio ke Daddy".


Nesya membawa Elvan ke kamarnya dengan cepat, "Lihat Mami sayang, bukannya Mami tidak berterimakasih ke kamu bukannya tidak bangga, tapi itu semua kerjaan orang dewasa Van", Nesya tau bagaimana susahnya membuka situs dan membobol pertahannan orang melacak cctv.


Elvan masih kecil kasian dia mengulik dan memikirkan bagaimana caranya untuk mencari jalan mencari berbagai kode, Nesya sampai sekarang saja masih pusing dengan hal itu.


"Tapi kalau di biarkan terus akan banyak korban gara gara mereka Mih, bukan hanya Opa dan Daddy".

__ADS_1


"Sayang ya Allah nak", Nesya memeluk Elvan dengan erat.


Gavin yang baru masuk masuk ke dalam kamarnya melihat bingung pada dua orang yang berpelukan.


"Sya saya mau keluar sebentar", pamit Gavin mendekat mencium kening Nesya.


"Mau kemana mas?", pura pura tidak mengetahui apa apa.


"Ada urusan sebentar", mengelus punggung istrinya dan tersenyum.


"Jangan lama lama", memeluk pinggang Gavin.


Andai saja Gavin punya banyak waktu iya senang jika Nesya manja seperti ini padanya.


"Sebentar sayang, boy jagain Mami ya", Gavin juga menghadiahkan kecupan di kepala anak nya.


"Siap Daddy", hormat Elvan dan tersenyum.


Dengan cepat Gavin keluar setelah mendapat ijin dari istri dan anaknya, sebenarnya tadi Gavin sudah masuk kedalam mobil, namun dia ingat bahwa mau kemanapun pergi harus pamit pada istri dan anak nya, alhasil dirinya turun lagi dari mobil.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2