
Pagi ini Nesya sangat sibuk dirinya sudah masuk kuliah lagi, dan hari ini ada mata kuliah pagi, namun iya harus mengantarkan Elvan dulu ke sekolahnya.
Dirinya tidak di ijinkan bawa mobil sendiri oleh Mama Diana, karena Mama Diana sedang di luar kota jadi pagi pagi sudah menlponnya.
"Elvan ayo sayang Mami mau ke kampus habis anterin kamu nanti", Nesya mengajak Elvan untuk buru buru.
Gawat kalau telat bukan lagi jam pertama dosennya Gavin, huwhhh sudah mulai prustasi, padahal dirinya sudah janji pada diri sendiri bahwa akan menyayangi Elvan dengan sepenuh hati meskipun bukan anak nya, dan dirinya tidak punya hubungan baik dengan ayah anak itu.
Nesya ikhlas meskipun dirinya akan si ceraikan hari ini atau besok juga, rumahtangga seperti ini sungguh tidak ada yang mereka pertahankan.
Gavin tidak pernah bicara padanya ini hari ke tiga dirinya menjadi istri Gavin yang seharusnya masih hangat hangat pengantin baru.
"Elvan Mami ada kuliah sampai siang, kamu di jemput mbak dulu nanti gak apa apa ya, ingat jangan nakal sama mbak ya, nanti kalau sudah selesai kuliahnya Mami langsung pulang baru kita belajar dan main oke".
"Iya Mih aku janji gak bakalan nakal lagi ko", Elvan mengangguk dia akan patuh dengan apa yang Maminya ucapkan.
"Pintar anak Mami", Nesya mencium pipi anak itu dengan gemas.
Setelah Elvan turun dari mobil, Nesya dan sopirnya menuju kampus, "Gawat ini pak Gavin pasti sudah masuk", batinnya, huwhh membuang napas dengan kasar.
Sudahlah mau hukuman apapun akan iya terima dengan lapang dada.
__ADS_1
Dan benar saja Nesya datang Gavin sudah ada di sana sedang memulai materinya.
"Permisi pak, maaf saya telat".
Taulah jika telat di mata kuliah Gavin, sangsinya akan diberikan tugas 3x lipat atau hukuman yang lain.
Gavin melirik tajam istrinya, "Tau kan apa sangsinya!, silahkan anda buat tiga tugas sendiri saya tunggu besok", ucapnya dengan dingin.
Astagfirullohalazim, gue telat juga gara gara anaknya yang minta di anterin ke sekolah, batin Nesya.
Sudahlah Nesya hanya bisa pasrah dengan segudang kejengkelnya.
"Iya nih tumben WhatsApp gue juga kagak di balas balas sama dia", ucap Alana lagi.
"Iya gue juga kemaren mau nanya sama dia ada tugas apa aja hari ini, soalnya gue suka lupa tugas kalau libur hehe, sampe sekarang hanya centang biru doang di balasmah kagak", ucap Risa lagi.
"Maaf ya gue lagi sibuk di rumah", ucap Nesya berbohong, tidak mungkin iya jujur kalau sudah menikah dengan Gavin.
Bahkan punya anak sekaligus yang maunya iya urus, huwhh Nesya membayangkan mulai dari sekarang sampai entah kapan berakhirnya derama hidup yang sangat berat ini akan berakhir.
"Jika sudah tidak mau mengikuti jam kuliah saya silahkan keluar", sorot mata Gavin sudah seperti laser ke arah 4 gadis itu.
__ADS_1
"Ehhh maaf pak, kami tidak akan mengulanginya lagi", Alana gelagapan sendiri.
"Saya tidak butuh maaf dari kalian, silahkan keluar dari jam kuliah saya", selalu tidak ada ampun.
Nesya memejamkan matanya baru saja iya duduk, apa salahnya hanya menjawab beberapa kata dari pertanyaan sahabatnya itu, hatinya sudah ingin meledak muak dengan laki laki yang bersetatus suaminya ini.
Hanya bisa mengelus dada dan banyak banyak istigfar, akhirnya ke 4 gadis itu keluar dari jam kuliah Gavin untuk hari ini.
Mereka memilih ke kantin, apalagi Nesya yang tadi sarapan hanya beberapa sendok tadi karena sangat susah menelan makannan jika satu meja dengan Gavin.
Bahkan di kantin juga Nesya banyak melamun hanya mengaduk aduk soto yang iya pesan tadi.
Ayah Nesya ingin pulang, batinnya menjerit. Bunda maafkan Nesya yang lemah ini, jujur Bund Nesya tersiksa dengan pernikahan terpaksa ini.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1