JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Menonton Siaran Ulang


__ADS_3

Gavin menatap lurus pada Nesya yang masih tidak bergeming padahal dirinya sudah menyuruh untuk mendekat.


"Heii cepatlah", teriaknya.


"Ada apa?", dengan langkah gontai Nesya mendekat pada Gavin.


Gavin mengajak Nesya untuk duduk di kasur dan berhadapan dengannya, beberapa saat mereka berdua saling tatap tak lama Nesya yang lebih dulu memalingkan wajahnya.


"Apa tujuanmu mau menikah dan mau menggantikan wanita lain dalam pernikahanku?", tanya Gavin.


Sebenarnya Gavin bukan tidak tau hanya saja dia ingin mendengar pengakuan jujur dari Nesya langsung.


Nesya menggeleng, "Tidak ada tujuan untuk menikah muda bagiku, jujur aku juga terpaksa namun demi membalas budi atas semua kebaikan orang tua anda pak, dengan berat hati saya setuju membantu beliau agar tidak malu di hadapan semua tamu yang sudah datang untuk menyaksikan akad", Nesya menghela napas dengan pelan.


"Aku tidak tau kalau laki laki yang akan menikah denganku dengan cara dadakan seperti kemarin itu pak Gavin orangnya".


Gavin mengangguk, ya jawaban seperti itu yang iya dapatkan informasinya juga.


"Apa kau tidak ingin berumahtangga yang sebenarnya, menjalankan pernikahan dengan semestinya".


Nesya menggeleng, "Entahlah aku tidak tau dan aku merasa dunia sedang mempermainkan aku, padahal do'aku dari dulu, nanti ingin menikah hanya satu kali seumur hidup dengan orang yang benar benar mencintai dan menerima segala kekuranganku, nyatanya tuhan berkehendak lain", menghela napas lagi dengan pelan.


"Apa kau benar benar ingin bercerai dari saya".

__ADS_1


"Ya aku rasa tidak ada yang bisa kita pertahankan di dalam pernikahan ini, kita sama sama tidak menginginkan ini terjadi kan".


Ck Gavin berdecak menggelengkan kepala sambil sedikit menyunggingkan senyumnya, sangat sedikit sehingga Nesya tidak menyadarinya kalau Gavin tersenyum.


"Payah sekali otakmu ini", menyentil kening Nesya.


Meskipun menurut Gavin itu hanya biasa dan pelan tapi tidak dengan Nesya yang mengaduh kesakitan, keningnya terasa panas.


"Awww, Ya bapak benar jika otakku tidak payah mungkin sudah tajir seperti keluarga pak Gavin", ucap Nesya mencleos sambil mengusap keningnya.


"Buatkan saya makan malam".


"Hahhhh appp,,, sepertinya di dapur banyak makannan yang sudah matang", ucap Nesya dengan cepat.


"Baiklah baiklah tuan suami", Nesya bangkit dari duduknya niat mau ke dapur namun tangannya di cekal oleh Gavin.


"Ada apa lagi pak Gavin?", menoleh ke belakang.


"Mau kemana?".


"Ya kan mau ke dapur mau masak".


"Ohh".

__ADS_1


Hihhh gak jelas banget sih ni orang kepentok apa coba, batin Nesya.


Membalika badan dan niat jalan lagi, lagi lagi tangannya di cekal Gavin..


"Ayolah pak ini sebentar lagi magrib loh", kesal Nesya.


"Saya tidak bilang kalau ini mau subuh", ucap Gavin lalu melepaskan cekalannya, "Pergilah sana".


Nesya turun ke bawah sambil terus menggerutu, apa coba dia itu tidak jelas banget, nanya nanya tapi gak ada keputusan yang jelas, kalau mau cerai ya cerai aja gue merasa sudah seperti tahannan yang tidak di tahan selalu merasa cemas dan was was.


Menyembalkan tukang sosor gak jelas, tukang marah marah, "Akhhhhhh", teriak Nesya tidak terasa sakin sebalnya.


Sampai membuat Elvan dan pengasuhnya yang sedang bermain menyusun lego, terkejut.


Sedangkan Gavin yang berada di kamar malah senyum senyum sendiri, dan yang paling gilanya lagi Gavin malah menonton siaran ulang yang sempat iya lakukan ke Nesya tadi setelah mandi.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2