
Gavin selesai meeting bahkan sampai jam 5 sore, sedang kesal dan marah ke keluarga dari Mamanya, dirinya melampiaskan pada pekerjaan.
Masuk ke dalam ruangannya mendengar gelak tawa dari anak dan istri yang berasal dari kamar yang ada di situ.
Rasa capek marah dan kesal seketika hilang setelah melihat dan mendengar Nesya dan Elvan bercanda.
"Daddy", Elvan girang setelah melihat Daddy nya masuk.
Anak itu sekarang sudah mulai mengekspresikan jika bertemu dan berdekatan dengan Ayahnya, sama sama sudah mencair dan bersatu berkat ibu sambungnya.
"Ya jangan loncat dari situ bahaya", ucap Gavin, melihat Elvan yang loncat dari sopa kecil di depannya ada meja kaca kecil juga.
Elvan cengengesan, "Sorry Dad", ucapnya sedikit takut juga.
"Its oke jangan di ulangi lagi".
Elvan mengangguk, naik ke kasur yang ada Maminya sedang rebahan.
"Kenapa hemm?", tanya Gavin, karena Nesya masih merebahkan badannya melihat dirinya sampai, biasanya berjalan menyambutnya.
"Gak apa apa hehee, cuci tangan dulu sana mas".
"Baiklah bos", yang tadinya mau duduk di samping istrinya namun sudah lebih dulu di ulti.
"Mami kita mau nginep di sini ya, ini udah mau malam loh".
"Tanya Daddy aja ya", ucap Nesya tersenyum.
__ADS_1
Elvan merebahkan badan di pangkuan ibunya, Gavin yang keluar dari kamar mandi juga setelah membuka jas dan kemejanya hanya memakai kaus dalam saja merebahkan badannya berbantal paha istrinya.
"Kalian mau kemana?, mau pulang apa nginep di hotel?", tanya Gavin.
"Emang boleh nginep di hotel Dad?", tanya Elvan sambil memainkan tangan Maminya.
Hadeuhh mulai pada manja gini ya, batin Nesya.
"Boleh tinggal pilih mau hotel mana boy, tanya Mami maunya kemana?".
"Mih mau kemana?".
"Pulang aja ya Mami gak enak ada tamu di rumah, ini kita kesannya kabur lagi bukannya menyambutnya".
"Ngapain harus memikirkan mereka sih Sya, yang harus di pikirkan itu kesenangan diri sendiri dan".
"Mas anak harus di ajarkan yang baik baik", menekan hidung suaminya.
"Mami kdrt Van", adu Gavin sambil mengusap usap hidungnya.
Elvan malah tertawa melihat hidung Daddy nya yang merah, pikirnya seperti badut hahahaa.
"Ibu dan anaknya sama saja ternyata senang melihat Daddy tertekan".
"Daddy lucu sih", ucap Elvan masih dengan tawanya.
Gavin membawa Elvan kedalam dekapannya mengurung anak itu, "Mau jalan kemana atau beli apa Sya?", berusaha menjadi suami pengertian yang sempat kemarin dirinya baca di internet.
__ADS_1
"Beli apa lagi mas, tadi siang kan kami sudah jajan".
"Astaga itu hanya 130 ribu doang Sya, kamu tidak mau beli tas, baju sepatu atau mobil apa?".
"Baju yang Mama beliin juga banyak, belum aku pakai semua mas, itu selemari baru semua, mobil yang aku punya masih bagus ko gak pernah mogok di pakenya juga cuman ke kampus dan sesekali nongkrong doang gak pernah di bawa jauh".
Ck Gavin benar benar bingung dengan cara berpikirnya Nesya padahal lumayan pintar.
"Uang saya kamu belum pernah memakainya".
"Tadi siang, kemarin juga kami jajan pakai uang kamu, buah dan makannan penuh di rumah terus apalagi yang mau kami beli, jangan suka menghambur hamburkan uang mas".
Selama Mami dan Daddy nya ngobrol Elvan diam dalam dekapan Daddy nya yang sudah lama dirinya nanti momen seperti ini.
"Uangya tidak akan habis Sya walawpun kamu mau beli 3 mall besar di kota ini".
"Aku gak butuh itu mas, cukup kamu sayang sama aku dan Elvan aja dan kamu setia dengan pernikahan ini".
Gavin terdiam, ternyata sesederhana itu yang di inginkan Nesya.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1