JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Hanya Khayalan


__ADS_3

Saking bahagianya Gavin pergi Nesya dengan santainya keluar dari kamar mandi sambil berjalan lenggak lenggok bak model.


Namun dirinya baru saja membuka pintu lemari, sangat jelas dirinya melirik ke arah kaca.


Gavin masih ada di kamar dan sedang menatap tajam ke arahnya, gilaaa ini sangat gila Nesya ingin menghilang saja rasanya dari muka bumi ini.


Buru buru mengambil bajunya dan ingin lari masuk ke kamar mandi lagi.


Menutup lemari dengan cepat dan secepat kilat membalikan badanya, beggg menabrak tubuh Gavin mereka jatoh bersama ke lantai.


Khiyaaaa, "Bapakkkkkk", teriak Nesya.


Happpp mulutnya di bungkam dengan bibir Gavin, salahsatu tangannya menekan bokong Nesya, dan tangan satunya lagi menekan telungkuknya.


Gavin menyesap habis menikmati rasa manis bibir Nesya, semakin menyesap semakin manis lidahnya tidak bisa Gavin kontrol iya mainkan di dalam mengabsen dan membelit nya.


Gila ini sangat nikmat, batin Gavin terus menekan bokong dan telungkuk wanita yang ada di atasnya itu, di bawah sana sudah ingin meledak padahal belum apa apa hanya baru ciuman dan sesekali memaju mundurkan bokong Nesya.


Akhhh ini nikmat sekali, Gavin membalikan Nesya yang ada di bawahnya, tangannya gatal ingin memegang dua gundukan yang terpangpang nyata di depannya.


Akhh ini sangat pas di tangannya, sesekali Gavin bergerak maju mundur dan meremas salah satu gundukan itu.


.


Gubrakk, Nesya membanting pintu kamar mandi dengan kasar karena malu sama Gavin, Nesya pikir Gavin sudah pergi.

__ADS_1


Gavin sampai terjengkat kaget, hihh ternyata tadi itu tidak benar, itu hanya khayalannya saja.


Semua mahluk di muka bumi ini Gavin absen, marah sama dirinya sendiri kenapa bisa sampai membayangkan Nesya segitunya.


Cihhh gue rasa gue sudah gila, batinnya.


Tapi apa tadi terasa sangat nyata dan nikmat, akhhhh gila gue gila, kenapa juga tu anak keluar dari kamar mandi tidak memakai baju sih, geramnya.


Plak memukul senjatanya yang berdiri tegak, bangsat lu kenapa bangun hanya karena melihatnya dan membayangkannya, umpat Gavin.


Segera iya keluar dari kamarnya, tidak ini tidak bisa di biarkan, ucapnya lagi, Gavin terus saja mengumpati dirinya.


.


Nesya mengintip Gavin, ternyata laki laki itu sudah pergi.


Akhhhh maluuuuu, teriakanya Nesya menyembunyikan mukanya di ujung sopa dan menutup kepalanya dengan bantal lagi.


Gavin sudah keluar dari kamarnya dirinya sudah masuk ke dalam mobil, Gavin dan Radit juga mau ke luar kota karena ada pekerjaan.


Di dalam mobil itu hening 1 jam lebih mereka di jalan dan masih menerlukan 1 jam lagi untuk sampai ke tempat tujuan.


Gavin yang sedang sibuk dengan ponselnya mengecek beberapa email yang masuk, namun dia melihat salah satu aplikasi yang bisa menunjukan bagaimana keadaan kamarnya sekarang.


"Dit berhenti di tempat yang menjual earphone", ucap Gavin.

__ADS_1


Radit menyengit bingung, untuk apa bosnya ini memerlukan barang itu, namun Radit hanya bisa menurut saja, "Baik pak", ucapnya patuh.


Ck Gavin sampai tidak mau ada orang yang melihat dan mendengarnya, dia mau mengecek ulang bagai mana tadi pagi.


Radit membelikan earphone untuk bosnya, untung saja langsung menemukan salah satu konter yang berjualan barang itu.


Gavin langsung memakainya, "Dit apakah kau mendengar suaranya sampai keluar", ucap Gavin lagi memastikan.


"Tidak terdengar sama sekali pak", ucap Radit, gila aja bos gue membeli earphone itu lumayan mahal mana bisa sampai terdengar keluar, batinnya.


Gavin memakainya dan langsung memutar bagaimana kejadian tadi pagi.


Di sana terpangpang jelas bagaimana Nesya berjalan keluar dari kamar mandi menggunakan handuk biru muda, pas sepahanya.


Tubuh Nesya benar benar membuatnya meremang panas dingin, apa ini ternyata benar tadi pagi dirinya hanya menghayal karena tidak ada adegan yang terjadi seperti apa yang iya rasa.


Gavin terus saja memperhatikan Nesya sampai keluar dari kamar mandi lagi, melihat bagaimana tingkah istri dadakannya itu, tingkah dan teriakan Nesya sukses membuat dirinya menyunggingkan senyum.


Setelah itu Gavin langsung mematikan aplikasi itu, gila gue kenapa bisa senyum senyum hanya karena melihat tingkahnya sih, umpatnya.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2