JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Firasat


__ADS_3

Gavin masih membenamkan wajahnya, mencari kenyamannan dan ketenangan, akhirnya 1 masalah terselesaikan tapi masih berpikir keras siapa yang mengirimkan bukti itu semua, Gavin sibuk dengan semua pekerjaan nya dia belum bisa mencari bukti sedetail itu.


"Penasaran ya siapa yang mengirimkan bukti bukti itu".


"Heem, siapa yang mengetahui nomer ponselku, siapa orang yang sudah bisa mengumpulkan bukti itu semua".


"Elvan mas".


"Jangan bercanda Sya".


"Aku tidak bercanda dia anak yang cerdas".


"Serius apa kamu mengetahui itu?".


"Iya dia tadi menjelaskannya padaku".


"Anak itu mainnya terlalu jauh".


"Harus bangga dia bisa menyelamatkan keluarga ini".


Gavin malu sendiri kalau benar itu semua Elvan yang kumpulkan buktinya, anak yang kemarin kemarin tidak pernah dirinya anggap ada dan anggap itu anaknya ternyata penyelamat keluarganya.


"Panggil dia Sya, tidak mungkin sudah tidur kan", ucap Gavin, hanya Nesya yang mengetahui nomer anak itu.


Nesya mengangguk langsung menghubungi Elvan, "Geser nanti dia datang melihat kamu yang seperti bayi ini".


Elvan yang mendapat panggilan dari Maminya dengan semangat langsung turun dari kasur dan mematikan ipad nya.


Mengetuk pintu, "Mih Dadd", panggil anak itu dengan semangat.


Gavin yang membukakan pintu langsung menggendong Elvan membawanya ke atas kasur.

__ADS_1


"Thank you boy", mencium kepala Elvan lama, "Sorry Daddy meragukan kemampuan kamu".


"Iya Dad, tapi ada syaratnya".


Ucap Elvan sambil tertawa keras, ahhh bahagianya Elvan sekarang.


"Apa itu syaratnya, mainnan yang banyak atau mau beli mall nya atau mau mobil, belum waktunya boy".


"Daddy aku tidak menginginkan itu".


"Apa Daddy akan usahakan apapun buat kamu dan Mami".


"Jangan tinggalkan kami iya kan Mih", ucap Elvan, anak itu sudah mempunyai pirasat buruk terhadap Daddy nya entah apa itu.


"Daddy akan selalu bersama kamu dan Mami selamanya".


"Janji ya Dad".


"Janji dong, dari mana kamu bisa mengetahui itu semua".


"Aku belajar dari internet dan mencuri buku Daddy maaf", Elvan menunduk.


"Hei pantas Daddy cari sampai bongkar semua lemari tidak ada, ck kau ini, lain kali bicara mau mengambil apapun".


"Dia mana bisa bilang sama kamu orang kamunya aja udah kaya Harimau di bulan purnama".


"Mih", Gavin paling tidak suka dirinya di samakan dengan binatang itu.


"Iya Daddy", Nesya mengkerlingkan matanya sambil tersenyum genit, berusaha biasa biasa saja.


Rasanya Gavin langsung ingin menerkam Nesya sekarang juga, tapi sadar sekarang di sini ada Elvan.

__ADS_1


Memilih memeluk Elvan takutnya memeluk Nesya dirinya khilap, "Jangan terlalu menekuni itu boy kamu masih kecil nikmati masa kanak kanakmu, jika sudah besar baru bantu Daddy".


"Aku melakukannya dengan senang Dad hehee".


"Bapak sama anak hoby nya sama", Nesya mendengus sebal, Elvan dan Gavin sama, sama sama asik menyendiri jika sudah kumat.


"Sorry Mih", Gavin dan Elvan memeluk Nesya.


Tidur bersama 1 kasur dengan Daddy dan Mami nya inilah yang Elvan inginkan dan mimpikan, bahkan anak itu langsung terlelap dalam dekapan Maminya.


"Sudah tidur Mih", bisik Gavin.


"Iya".


Gavin membalikan badan Nesya agar menghadap ke arahnya, "Terimakasih sudah memberikan keterangan dan warna kedalam hidup kamu", mengecup bibir Nesya, ucapan Gavin sangat tulus.


"Gini doang terimakasihnya ck".


"Kamu mau apa?, sebutkan apa yang kamu mau Sya, saya akan menurutinya".


"Hehe bercanda mas", Nesya memeluk Gavin.


"Jangan kaya gini takut khilap Sya ada Elvan", Gavin dan Nesya terkekeh.


Apa gue udah jatuh cinta sama ni bapak bapak ya, tapi hati gue biasa aja sama ni orang tidak pernah bergetar tidak seperti yang mereka bilang jika kita sudah jatuh cinta pasti hati kita bergetar dekat dengan orang itu, batin Nesya.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2