JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Sudah Tidak Ada Harapan Lagi


__ADS_3

Pagi ini Nesya merasa sangat berat untuk membuka kedua matanya, hampir semalaman penuh Gavin mengerjainya.


Bahkan sampai kampus juga Nesya langsung memposisikan kepalanya di atas meja menutup kedua kelopak matanya.


"Nes lo kenapa gak kaya biasanya molor di kelas?", ucap Risa sambil terus menggoyangkan badan Nesya.


"Gue lg ngantuk banget Ris", sautnya dengan suara berat.


"Dih ni anak gue curiga kalau habis di garap doi semalaman", celtuk Sena.


"Gila apa, bener iya ya Nes?", Alana sedikit heboh.


"Lo pada berisik banget sih gue kurang enak badan aja", kilahnya, ck bisa bisanya para sahabat kurang asemnya itu bisa menebak keadaannya sekarang.


"Hahh serius lo Nes", Risa dengan cepat memegang dahi Nesya bahkan pundaknya juga dia cek untuk memastikan.


"Heh markonah gue bukan demam".


"Terus apa dong kalau gak demam?".


"Ya gak enak badan aja".


"Bunting lo ya beb?", ketiga wanita itu heboh.

__ADS_1


"Selamat pagi semuanya", suara yang biasa hampir setiap pagi mereka dengar.


Mau se ricuh apapun di dalam ruangan itu jika Gavin yang masuk seketika akan hening.


"Gila Nes laki lo emang maco sih udah pasti elo susah ngimbanginnya ya haha", bisik Risa.


Duhh rasanya ingin sekali menyumpel mulut ni anak sumpah gue malu sendiri walawpun mereka tidak melihatnya, batin Nesya.


Materi demi materi telah Gavin sampaikan, tapi kali ini tidak terlihat begitu pormal dari cara dosen itu berinteraksi dengan mahasiswanya, membahas apa yang mereka pelajari juga sedikit santai.


"Untuk hari ini saya berbaik hati sama kalian semua, dan untuk pertemuan kali ini saya tidak akan memberikan tugas".


"Pak Gavin serius nih", teriak Mico yang sedikit kurang suka dengan Gavin karena tugas yang selalu menumpuk.


"Serius pak Gavin kalau hari ini saya tidak di berikan tugas dan jarang jarang bapak ngasih tugasnya, pak Gavin adalah salah satu dosen kesayangan saya".


"Saya tidak butuh juga di sayang sama kamu yang otak nya kurang sampai se ons".


"Yaudah pak Gavin mau di sayang siapa?, akan saya usahakan untuk menjadi mak comblang buat bapak".


"Ck tidak ada yang karakternya sebaik dan secantik istri saya".


Seketika di dalam ruangan seperti pasar apalagi Risa Alana dan Sena sorak paling kencang.

__ADS_1


Yang belum mengetahui Gavin di kehidupan nyatanya, merasa kaget juga dengan dosen yang biasanya tidak pernah berinteraksi jika di luar mata kuliah, apalagi tiba tiba mengaku punya istri, harapan para wanita wanita di sana hancur sudah.


Cih Nesya merasa dirinya terbang melayang layang baru kali ini di puji apalagi di depan orang banyak meskipun tidak langsung dirinya di tunjukan.


"Berarti kami sudah tidak ada harapan lagi ya pak", celetuk Maya.


"Jangan berharap sama saya sebab sudah ada pemiliknya".


"Pak Gavin sesi curhat ternyata menyenangkan juga ya, begini dong pak dari dulu supaya ni kelas gak hening seperti kuburan", ucap Ramadan mahasiswa paling kocak di kelas mereka.


"Boleh jika kelas sudah selesai seperti sekarang, tapi ingat jika masih dalam pelajaran kalian harus tetap pokus belajar saya tidak mau punya mahasiswa bodoh".


"Setujuuuuuu", para kaum laki laki bersorak setuju berbeda dengan kaum perempuan yang semenjak mendengar Gavin punya istri hanya diam saja.


"Sepertinya patah hati masal ni para cewek cewek gesrek pak", ucap Ramadan lagi.


Gavin hanya memberikan sedikit senyum nya menanggapi ucapan Ramadan, matanya malah sesekali melirik istrinya yang dengan santai menumpukan kepala di atas meja, sudah bisa Gavin tebak Nesya sedang apa sekarang.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2