JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
SAH


__ADS_3

Lantunnan ayat suci sangat menggema di sebuah hotel mewah, meskipun yang hadir hanya 130 orang, hanya orang orang penting yang Daddy Gavin undang, pernikahan Elvan dan Rena tetap di gelar di hotel mewah dan tertutup, bahkan tidak tercium media sama sekali.


SAH dengan serempak semua yang ada di sana mengucapkan kata yang sakral itu.


Bahkan mami Nesya sudah banjir air mata, momen seperti ini entah mengapa mengingatkan dirinya pertamakali bertemu anak ini.


Kurus tidak terurus, makan hanya katanya doang makan, keluarga yang sangat berantakan, pernikahan yang rasanya dia tidak bisa menjalankan semua ini.


Elvano Ganendra Matthew pertamakali meneteskan air mata di depan banyak orang, air mata yang dangat berharga hanya mami Nesya yang tau air mata itu selama ini.


Elvan memeluk mami Nesya dengan erat tanpa bersuara hanya getaran badan yang terasa.


Lama Elvan memeluk mami nya, "Terimakasih mi", lagi lagi mami Nesya yang membuka kan jalan hidupnya.


"Anak mami, mami menyayangimu sayang".


Keduanya sama sama tidak bisa mengungkapkan dengan kata kata, hanya pelukan erat dan air mata yang menggambarkan bahwa ibu dan anak itu ada perasaan yang orang lain tidak merasakannya.


"Jadi suami yang baik sayang, ingat jangan kecewakan istrimu jika kamu mengecewakannya sama saja kamu mengecewakan mami".


"Aku janji akan selalu membahagiakannya mi, aku minta maaf sama mami dari semua kesalahan yang pernah aku buat selama ini, do'akan aku terus mi".


Keduanya sama sama tercekat mengucapkan kata demi kata itu.


Semua orang tidak tau bagaimana kisah mereka.


"Elvan meskipun Daddy jauh dari kata sempurna, Daddy mohon sama kamu jangan pernah menghianati pasangan kamu, jangan mewarisi watak Daddy, Daddy bukan orang baik".


Daddy Gavin pun meneteskan air mata, anak ini anak yang paling dirinya benci dulu, anak yang iya selalu anggap pembawa sial, tidak terasa sekarang sudah mulai dewasa dan sangat berwibawa.


"Ingatkan aku terus Dad, terimakasih telah menjadi Daddy yang sangat luar biasa untuk aku selama ini".


Semua tamu undangan tidak kalah terharu, yang mereka tau keluarga ini, keluarga bahagia keluarga cemara, keluarga panutan.


Setelah melakukan sungkeman, semuanya mengabadikan momen berharga ini,

__ADS_1


Semua sahabat Nesya kumpul menambah kelengkapan kebahagiaan mereka.


"Cepat kasih aunty cucu ya Van", seperti biasa Sena yang dulu lemot sekarang sudah menjadi mommy yang super glamor.


"Besok langsung jadi", cengir Elvan.


"Wihh tokcer dong", Benny langsung tertawa keras.


"Kan semua yang ada di sini sudah pada tidak sabar ingin di panggil Oma Opa".


Gelak tawa bahagia dari perkumpulan keluarga yang awalnya hanya teman biasa dan menjadi sahabat kini menjadi 1 keluarga besar bersahaja.


Plaksss, Rena langsung memukul paha Elvan yang bicaranya semaunya terus dari tadi.


Semua yang ada di sana tertawa, sudah bukan hal yang aneh jika keduanya cekcok saling sindir dan sudah pastinya tangan Rena gatal jika diam saja.


Meskipun hanya sedikit tamu undangan namun pesta itu sangatlah meriah acarapun tertata dengan rapih sampai selesai di gelar.


.


.


"Ngapain di situ sini", Elvan menggeleng Rena yang sekarang jauh berbeda dengan Rena yang kemarin kemarin selalu nyosor dan nempel padanya.


"Cih kalau mau nempel ini sudah halal", ucap Elvan lagi.


"Kakkkk", aaaa malu, Rena ingat seagresif apa dirinya dari dulu demi dekat dan bisa memeluk Elvan.


"Apa sayang".


"Huwaaaa gak mau gitu, kata sayang dari kamu membuat aku merinding dan takut".


"Yaudah sini makanya jangan jauh jauh".


"Kenapa kamu sekarang jadi bawel padahal biasanya tidak seperti ini".

__ADS_1


"Karena aku suamimu sekarang".


Mendengar kata suami huwaaaa gak mau gak tau Rena harus ngomong apa, aaaa geli kenapa secepat ini huhuu.


"Sini mau hadiah apa besok ni pilih".


Hahhhh hadiah, sampai lupa kalau besok hari ulang tahunnya saking blank otak dan pikirannya selama 2 minggu ini.


"Hadiah apa?", masih belum mengingat.


"Bukannya besok ulang tahun, makanya sini jangan jauh jauh, janji gak bakal aku makan paling cicip dikit".


"Gak langsung itu itu kan?", mimik muka terlihat takut dan panik.


Astagfirulloh Elvan tertawa keras, ini bukan seperti Rena yang dirinya kenal, jauh 180° bedanya, padahal biasanya dirinya yang suka mepet mepet dan sengaja memeluk Elvan dengan segala alasan.


.


.


Bocils jodoh yang tidak pernah Elvan sangaka dan duga selama ini.



.


.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2