
Setelah membawa istrinya ke dokter Gavin langsung melihat bagaiman kejadian awalnya, Gavin tau bagaimana Nesya jika tidak di pancing terlebih dahulu tidak akan seberutal ini.
Sejujurnya Nesya lebih takut ke Gavin karena laki laki ini dari tadi terlihat dingin dan sangat marah apalagi memaksa dirinya ke rumah sakit.
Pulang dari rumah sakit juga dirinya dan Elvan di suruh untuk tetap di dalam kamar.
"Mami tenang saja Daddy tidak akan marah sama Mami".
"Daddy kamu tadi tidak mau mendengar penjelasan Mami Vin, bagaimana Mami bisa jelasin kalau kita gak salah, dia duluan yang ngata ngatain kamu, Mami tidak rela anak Mami di rendahkan dan di perlakukan tidak baik oleh siapapun".
Elvan memeluk Maminya, ternyata ibu sambungnya ini benar benar menyayanginya sampai sampai rela berkorban untuknya.
.
Gavin dan keluarganya sekarang sedang berada di ruang keluarga, Raya juga ada di sana suara tantenya sudah seperti petasan banting.
"Lihat semua kelakuan istri kampungan kamu itu Vin, muka sepupu kamu sampai seperti ini, buka mata kamu lebar lebar ya, bisa bisanya jatuh cinta sama wanita rendahan sepertinya".
"Mih sakit, kurang ajar emang tu menantu yang tante banggakan ternyata dia jahat bukan orang baik yang sering tante ucapkan", manjanya Raya.
"Bagaimana kejadian awalnya Ray ko bisa kaya gini?", Mama Diana masih mode bingung tiba tiba melihat muka lembam keponakannya, dan menantunya juga tidak kalah berantakan.
__ADS_1
"Dia menamparku lebih dulu tan".
"Tuh kan Vin, Raya tidak mungkin salah dan berbogong pada kita".
Rencana ini sudah mereka buat dan susun dengan matang untuk menyingkirkan Nesya dari keluarga Matthew, Cctv di sana sengaja mereka rusak terlebih dahulu agar tidak ada bukti kalau Raya yang salah, bahkan pengunjung di sana juga sengaja mereka suap agar tidak banyak yang masuk ke sana dan hanya berapa orang yang ada di sana itupun nantinya untuk membela Raya.
Cih Gavin semakin geram, mungkin ini waktunya Gavin membuka semua rencana licik dan jahat Om Tante dan sepupunya selama ini.
Entah dapat darimana banyak vidio yang masuk ke ponsel Gavin, padahal benar adanya tadi pas dirinya lihat cctv di sana rusak dan tidak berpungsi satupun.
"Selesai kau bicaranya Ray?, dan apa perlu saya ingatkan terlebih dahulu sebelum saya membuka semuanya, mau jujur atau tidak?", suara Gavin sangat tajam dan dingin.
"Saya ingatkan sekali lagi mau jujur atau masih mau bohong", suaranya sudah mulai meninggi.
"Kamu kenapa sih Vin tidak percaya banget sama aku".
"Saya tidak akan percaya kalau tidak ada buktinya".
Dengan cepat Gavin membuka laptopnya speker juga sudah Gavin full kan.
"Semuanya lihat dan dengarkan baik baik", Gavin menaruh laptop nya di depan semua orang.
__ADS_1
Ketiga manusia itu melongo tidak percaya, bahkan sejak awal rencana mereka sudah tertangkap camera.
Vidio berisi 27 menit itu akhirnya meka lihat dan juga saksikan bersama.
"Mas, Mbak aku tidak menyangka sama kalian, kurang apa aku selama ini", air mata Mama Diana sejak tadi sudah tidak terbendung lagi.
Gavin memperlihatkan 1 vidio yang membuat semua orang lebih tercengang lagi, salah satu kejadian minggu kemarin mas Mark Papinya Raya yang merusak rem mobil Papa Aditya.
Untung kecelakaan itu tidak merenggut nyawa walawpun Papa Aditya terpental jauh dari mobilnya.
"Tidak mungkin ini pasti editan kan Vin, Mas Mark tidak mungkin melakukan kejaharan seperti itu iya kan mas", derama tante Shannon di mulai.
"Cukup tante, selama ini saya diam bukan berarti saya tidak tau dengan niat busuk kalian, karena sudah berkali kali kalian ingin mencelakai Papaku dan tadi istri dan anakku, cih asal kalian ingat saya Gavin kalian tau kan bagaimana watak saya", gelas yang ada di hadapan Gavin sudah hancur lebur.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1