JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
SAH


__ADS_3

Mau bagaimana lagi Nesya tidak tau apa yang harus iya perbuat sekarang.


Dirinya tidak mungkin mengecewakan Ayah Ardi juga, Nesya tau bagaimana kebaikan pak Aditya selama ini yang membantu pengobatan Bundanya dan memberikan pekerjaan layak untuk Ayahnya.


"Sayang apa kamu yakin?", tanya Ayah Ardi memastikan anak gadisnya lagi.


Nesya mengangguk meski sedikit ragu, entah rasa apa yang dirinya rasakan sekarang.


"Kamu tenang saja Di, saya dan keluarga akan memperlakukannya dengan baik", pak Aditya meyakinkan.


"Apakan anak pak Aditya setuju dengan ini?".


"Akan ku pastikan dia setuju, acara hanya tinggal 10 menit lagi Di", di iringi helaan napas lelah dan pasrah.


Papa Aditya langsung membawa Nesya ke kamar yang istrinya tempati, Gavin tidak ada di sana karena dirinya juga merasa prustasi, jika saja Helena ketemu dalam waktu dekat dekat ini akan Gavin pastikan Helena tidak akan melihat dunia ini lagi.


"Mah Gavin mana?", tanya Papa Adit sambil menggandeng Nesya.


"Mama cepat bantu ganti pakayannya kita tidak punya banyak waktu lagi Papa akan mencari Gavin dan melangsungkan acara ini meskipun bukan Helena yang menjadi mempelai wanitanya".


"Pah anak siapa yang kamu bawa", meski derai air matanya masih deras namun seutas senyum terlihat dari wanita baya itu.


"Sudahlah nanti Papa akan ceritakan semuanya, cepatlah kita sudah tidak punya banyak waktu lagi mah".

__ADS_1


.


Gavin dan Radit sedang berada di ruangan yang paling tinggi di sana, bahkan tangan Gavin sudah mengeluarkan darah karena melampiaskan amarahnya meninju tembok berkali kali.


Radit hanya bisa diam dan terus menemani bos nya, menutup rapat mulutnya takut dirinya salah bicara sebab Gavin sekarang sedang buas, kursi yang ada di sana juga sudah patah semua bahkan meja kaca juga sudah tidak berbentuk lagi.


"Hentikan kau mengacaukan ini semua, sudah tidak ada gunanya lagi walawpun sampai gedung ini kau robohkan", ucap Papa Aditya.


Gavin hanya melirik sekilas Papanya setelah itu meninju tembok lagi.


"Gavin Matthew, apakah sekarang kau sudah tuli juga", ucapnya menggema dengan sorot mata tajam dan marahnya.


"Sekarang turunlah ke bawah, kau harus tetap melanjutkan acara ini meskipun dengan orang lain", ucapnya dengan tegas dan tidak ingin di bantah.


"Cepatlah nanti Papa akan kasih tau namanya", melangkah ingin pergi dari sana, namun Gavin tak bergeming membuat kemarahannya memuncak lagi.


"Gavin jikau kau ingin melihat Papa dan Mamamu masih hidup maka menurut, jika tidak itu terserah kau saja, silahkan tanggung rasa malu yang sudah kau perbuat ini", teriaknya.


Gavin baru kali ini melihat kemarahan Papanya, memang dirinya selalu mengecewakan sang Ayah bahkan 5 tahun silam juga pernah iya kecewakan.


Akhirnya Gavin ikut turun ke bawah dan mereka bertiga menggunakan lift yang sama, tidak ada obrolan, sangat hening di dalam lift itu, dari lantai 23 sampai aula yang berada di lantai dasar bahkan mereka bertiga menutup rapat mulut masing masing.


Meskipun dengan penuh tanda tanya di dalam benaknya, tapi kali ini Gavin hanya diam saja.

__ADS_1


Tangannya sekarang terasa sakit dan lumayan perih, namu berusaha iya tahan.


Penghulu sudah nunggu dari tadi, mereka semua sudah siap di sana, Gavin duduk di hadapan penghulu di sebelahnya ada Radit dan papa Aditya.


"Saudara Gavin Matthew apakah anda sudah siap?", tanya penghulu itu.


Dalam hati Gavin mau bagaimana gue siap, lalu siapa yang iya sebutkan di dalam ijab kobul ini, Gavin tidak tau siapa yang akan menjadi istri penggantinya.


Papa Aditya menyodorkan kertas ke hadapannya lalu Gavin baca sekilas dan langsung iya hapal kata demi kata yang ada di kertas itu.


"Saya siap pak", ucapnya dengan mantap, entah lah kemantapan itu datang dari mana Gavin juga tidak tau.


Bahkan dengan hanya sekali tarikan napas Gavin bisa mengucapkan ijab kobul itu dengan tegas dan lantang tidak ada hambatan sedikitpun.


Lalu terdengar kata SAH yang sangat menggema di iringi tepuk tangan dan sorak Hamdalah.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2