
Pulang dari kampus Nesya langsung pulang ke rumah di jemput sopir karena Gavin harus langsung ke kantornya.
Sampai rumah Nesya kaget karena banyak orang di rumah mertuanya, sedikit sungkan juga dirinya mau masuk ke dalam rumah itu karena merasa asing.
"Mamiii", seperti biasa Elvan selalu berteriak jika melihat maminya sampai ke rumah setelah pergi berjam jam jauh darinya.
"Jangan lari Van takut jatoh", dengan sigap Nesya menangkap anak itu karena hampir saja tersandung.
Mama Diana yang pertamakalinya melihat sang cucu tertawa dan berlari merasa haru.
"Tan itu istrinya kak Gavin ya?", ucap wanita yang melirik kurang suka pada Nesya.
"Iya Ray", ucap Mama diana pada keponakannya itu.
"Haihhh pantas saja kak Gavin tidak mau di nikahkan dengannya ternyata kampungan juga ya tan".
"Hustt tidak boleh begitu Raya tante gak suka sama pembicaraan kamu itu".
"Ya aku kan bicara pakta tante mah ih gimana sih".
"Assalamualaikum Mah", Nesya memberikan salam dan senyum pada mertuanya.
__ADS_1
"Walaikum salam sayang, Gavin gak langsung pulang ya nak".
"Mas Gavin lagi ada urusan kantor katanya Mah".
"Huhhhh tu anak benar benar ya susah di bilanginnya, sudah tau ada om tante paman juga sepupunya jauh jauh datang malah yang di pentingkan kerjaan terus".
"Katanya sih tadi mau pulang cepat Mah".
"Yaudah bersih bersih dulu sayang nanti kita kumpul bareng sekalian Mama kenalin kamu ke adik dan kakak Mama yang dari luar".
Nesya mengangguk lalu pamit dari hadapan mertuanya, Elvan juga mengekor di belakangnya, sekarang jika bukan di kampus benar benar Nesya tidak bisa lepas dari anak sambungnya itu.
"Mami gak usah takut sama tante grandong ya", ucap Elvan setelah mereka sampai di kamar.
"Yang sama Oma tadi itu namanya tante grandong".
"Hustt kamu yang sopan ya gak boleh gitu sama yang lebih tua, Mami gak suka, Mami gak ngajarin kamu kaya gini kan sayang", Nesya mengelus pundak Elvan sambil berjongkok mensejajarkan tingginya dengan sang anak.
"Maaf Mih, tapi dia suka nakal dan jail sama aku juga, dia suka bilang aku anak haram dan aku gak pernah di inginkan di keluarga Matthew".
"Masa sih ko bisa gitu, sabar ya sayang dan yang perlu kamu ingat kamu bukan anak haram, kamu anak Mami dan Daddy".
__ADS_1
"Kata Om Imron juga gitu mih".
"Kalau ada yang bilang Elvan anak haram lagi Elvan harus bisa bela diri yah, aku punya Mami dan Daddy gitu aku bukan anak haram nanti Elvan bilang ke Mami siapa yang bilang gitu".
Rasanya geram sendiri kenapa sepupu dan om tantenya Gavin bisa bilang seperti itu sih, padahal di sini yang salah bukan Elvan, bahkan kalau bisa Elvan juga tidak mau di lahirkan ke dunia ini dengan cara seperti itu.
Bertapa sakitnya hati anak kecil yang tidak berdosa ini menanggung segala cemoohan orang orang sekitar, yang seharusnya mendukung memberikan semangat memberi kasih sayang.
"Gak apa apa sih Mih emang aku anak haram".
Jleb hati Nesya yang terasa di iris, Nesya memeluk Elvan menangis Elvan juga ikut menangis.
Brak Brug.. Gavin membuka pintu dan menutupnya lagi dengan kasar.
Yang tadinya mau ke kantor sudah di jalan tapi mendapat tlpon dari sepupunya dan mengata ngatai istrinya perempuan kampungan juga tidak pantas untuk dirinya, Gavin dengan cepat memutar arah kemudinya darahnya mendidih sudah cukup selama ini dirinya sabar.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤