JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Tebar Pesona Tidak Dapat Jatah


__ADS_3

Masuk ke kelas seperti biasanya di sambut oleh sahabat karib yang rempong.


"Si oncom baru muncul nih", ucap Sena.


"Haii sayang sayangku rindu aku ya uluhhh uluhh".


"Cih jijik gue, kenapa lu bolos kemarin?", Alana bertanya.


"Iya nih barengan sama doi lagi dia juga gak masuk", seperti biasa Risa si penggemar berat Gavin.


"Gue ada kepentingan woy santai dulu santai jangan pada ngegas".


"Elo yang santai oncom orang kita biasa biasa aja nanya nya".


Bwahahaa empat gadis itu tertawa kencang di ruangan sana belum banyak orang juga.


"Iya lo habis darimana sih gak biasanya ijin", tanya Alana lagi.


"Biasa urusan anak yang harus orang tuanya hadiri".


"Gila laganya sok iye ni mantili".


Obrolan yang tidak jelas dan tidak penting mereka berlanjut sampai berhentinya karena dosen masuk.


"Doi makin hari makin cakep makin terawat", Risa berbisik pada Nesya.


Iyalah terawat gue yang bantuin cukur tuh kumis sama jenggot, batin Nesya.


"Biasa aja gue lihat mah sih Ris.


"Katarak lo Nes hahaha".


Mata Gavin yang langsung tertuju pada dua manusia yang sedang berbisik bisik, "Yang masih mau ngobrol silahkan keluar", seperti biasa ucapan yang sangat menggema juga dingin.


Ck Nesya malas melihatnya juga, di rumah saja udah kaya anak ayam sama induknya manja mau nempel terus, di kampus berubah lagi jadi kaya Harimau galak sukanya mengaung.


Setelah itu seperti biasa Gavin memberikan materi dan menjelaskan pengertiannya.


Tidak terasa 2 jam saja berada di kelas yang dingin dan mencengkram ini, materi dan penjelasan dari Gavin selesai tepat waktu.


Gavin mengetikan sesuatu di ponselnya mengirim pesan pada Nesya.


šŸ“© "Ingat Mih ada anak yang lagi nungguin", isi pesan dari Gavin.

__ADS_1


Ya mau gimana ya meskipun sedikit geli tapi rasa bahagia juga lebih dominnan dalam diri Nesya.


šŸ“Ø "Iya Daddy tenang saja istrimu belum pikun ko, jadi gak akan lupa🤣".


Ck Gavin menyunggingkan senyum nya, kau itu Sya bisa saja jawab nya, batin Gavin.


"Wahh si doi kalau senyum manis banget tapi dia lihat apa di ponselnya ya?".


Sedikit riuh bisik bisik di kelas itu karena melihat Gavin tersenyum dengan ponselnya.


šŸ“Ø "Jangan suka tebar pesona kalau masih mau dapat jatah dari saya pak🤬".


šŸ“© "Saya sama sekali tidak tebar pesona sayang".


Nesya berjalan duluan ke luar, selain dirinya kebelet malas juga mendengar semua teman sekelasnya memuja suaminya terus menerus.


Gavin juga langsung keluar tidak enak melihat muka masam istrinya.


Setelah dari toilet Nesya langsung ke ruangan Gavin.


"Hai sayang", emang obat dari segala obat sekarang obat ampuhnya Elvan.


"Hai Mih", senyum anak itu mengembang.


"Darimana?", tanya Gavin.


"Toilet".


"Di ruangan ini juga ada toilet Sya".


"Iya saya tau".


"Sya kenapa sih?, kemarin perjanjiannya apa".


"Gak kenapa napa mas", haihh gue baru ingat kalau ada perjanjian harus saling jujur.


"Baru ingat hmm, lihat Van Mami lagi cemburu tuh", Gavin terkekeh.


"Cemburu itu apa ya Dad?".


"Noh kan jelaskan sejelas jelasnya, sudah tau anaknya cerdas dan selalu ingin tau".


"Jangan tau dulu ya", Gavin mengelus kepala anaknya.

__ADS_1


Elvan mengangguk, ada google pikirnya dia akan cari tau sendiri.


"Gak masuk kelas lagi mas?", tanya Nesya sebab Gavin malah duduk di sampingnya.


"Sudah kasih tugas 1 jam lagi baru masuk".


Nesya menggeleng, ya memang seperti itulah Gavin suka se enaknya saja.


Nesya membuka cemilan yang ada di tas bekalnya Elvan, Gavin tersenyum di rumah bilangnya buat Elvan takut laper takut bosa nunggu ternyata sampai sini dirinya duluan yang makan.


"Mau", Nesya menyodorkan yang dirinya makan pada Gavin.


Dengan sigap Gavin mengambil tangan Nesya di masukan ke dalam mulutnya bahkan menyesap dua jari istrinya.


"Mas ih jorok banget sih".


"Lebih dari ini juga sudah sering Sya", bisik Gavin tepat di telinga Nesya.


Plakk tangan Nesya sukses mendarat di paha Gavin, Gavin terkekeh, entah sudah berapa kali dirinya tertawa hari ini padahal belum ada setengah hari juga.


Elvan pura pura tuli saja membiarkan kedua orang tuanya cekcok manjah.


"Kamu lagi apa sih pokus banget?".


"Ini Mih", Elvan menunjukannya.


Ternyata anak itu sedang menggambar, "Ini ko 4 orang Van kecil lagi?".


"Itu adek nanti hehee".


Hahhh kaget Nesya sedangkan Gavin tersenyum simpul..


"Sudah mau banget punya adik ya Van?", Gavin tersenyum, anak gue banget lo Van mendukung supaya lebih sering lagi usahanya hahahaa, batin Gavin.


"Do'ain aja ya", Nesya tersenyum padahal batinnya berkecamuk bingung.


.


.


.


Happy readingā¤ā¤ā¤

__ADS_1


__ADS_2