JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Kesal


__ADS_3

Selesai mandi Nesya dan Gavin sedang duduk di sopa yang ada di dalam kamar mereka.


Nesya menyandarkan kepalanya di ujung sopa sedangkan Gavin sedang pokus membaca email yang masuk kedalam ponselnya.


Gavin sedikit tau kalau Nesya orangnya cepat bosan, "Sya kamu mau pasang tv di kamar ini" tanya nya, memang di dalam kamar yang luas itu hanya ada sopa meja kecil dan lemari saja.


"Hahh boleh emang?".


"Besok saya suruh Radit pesankan".


"Kamu gak bisa pesan?", tanya Nesya, pikirnya apasih cuman pesan tv doang harus nyuruh orang lagi, gini amat orang kaya mau apa apa nyuruh terus.


"Ya saya sibuk".


Iya sih tau sibuk tapikan pesan tv gak sampe 1 jam, toh kita tinggal pesan mau merek apa ukuran berapa, mereka yang antar dan pasang, batin Nesya.


"Yaudah gimana kamu aja".


"Sini saya lihat ponselmu".


Nesya memberikannya, tidak akan ada yang dia tutupi, tekat Nesya sudah bulat akan patuh dan bakti pada suami apalagi jika Gavin memperlakukannya dengan baik, tidak ada sentakan dan tatapan tajam lagi, apalagi perlakuan kasar yang sering kemarin kemarin lakukan padanya.


"Besok ganti sekalian pesan tv".


"Mas itu juga baru loh belum ada 1 tahun".


"Yang di namakan baru itu baru kemarin beli bukan belum ada 1 tahun".


"Jangan suka buang buang uang jika tidak terlalu membutuhkan".


"Uang saya tidak akan habis walawpun kamu mau membeli toko tv sekaligus toko ponsel atau sekalian mall nya".


Haihh sombong banget ni orang, "Makan yuk", malas sekali meladeni orang sombong, pikirnya.


Gavin dan Nesya keluar dari kamar, "Tunggu sini ya", ucapnya pada Gavin.

__ADS_1


"Hmmm", Gavin sudah paham istrinya akan kemana, ya dirinya juga menurut saja mau menunggu Nesya.


"Bilang selamat malam ke Daddy Van", Nesya menggandeng tangan Elvan membawanya ke arah sang Ayah.


"Malam Dad".


"Hmm".


Ya Allah pusing juga nyatuin dua orang yang mempunyai karakter sama sama dingin dan gengsi.


Sampai di meja makan, kali ini mereka benar benar terlihat seperti keluarga harmonis dan manis.


Para art di sana juga merasa ini adalah pemandangan yang sangat langka melihat majikan mudanya sedang makan bersama bahkan Elvan berada di tengah tengah Nesya dan Gavin.


"Maaf ya kalau masakannya tidak enak".


"Ini enak ko", ucap gavin.


Astagfirulloh gue kan ngarepin pujian dari suami dan anak gitu, kayaknya adem banget kalau mereka bilang, waww istriku memang pintar masak ini semua enak banget sayang.


Huhh susah banget emang ngarepin pujian dari dua manusia ini.


"Kenapa?", tanya Gavin, Langsung terlihat muka masam istrinya.


"Gak apa apa ayo lanjut makan aja".


Gavin melanjutkan makan lagi dengan tenang tanpa bertanya banyak.


Hadeuhhh emang suami gue agak beda dari yang lain, maksud gue bilang gak apa apa kan gue pengen dia peka gitu.


.


Selesai makan Elvan baru ingat kalau di sekolahnya ada acara besok lagi acaranya sangat mendadak.


"Mih besok di sekolahku ada acara, kalau Mami gak bisa hadir gak apa apa Ibu Sanah aja yang datang kaya biasa".

__ADS_1


"Oyah jam berapa acaranya sayang", tanya Nesya.


Cih Elvano saja di panggil sayang ke gue susah banget panggil mas juga, batin Gavin.


"Dari pagi sampai selesai", ucap Elvan lagi.


"Oke Mami sama Daddy besok datang".


"Sya", Gavin mendelik pada istrinya apa apaan membuat keputusan sepihak saja, "Saya besok sibuk", ucap Gavin dingin.


"Mas apa susahnya sih tinggalkan kerjaan dulu paling setengah hari", kesalnya.


"Tidak bisa", ucap Gavin.


Elvan segera turun dari kursi makannya dan berlari keluar sepertinya langsung menaiki tangga.


"Elvan hati hati jangan lari sayang", Nesya merasa panik melihat Elvan lari kencang.


Setelah melihat Elvan di ujung tangga atas Nesya balik lagi ke meja makan.


"Kamu apa susahnya sih sehari saja luangkan waktu buat anak kamu sendiri lo bukan buat aku, kalau kaya gini aku jadi gak percaya kalau kamu bisa dan mau memulai semuanya dalam pernikahan ini".


Nesya juga pergi dari sana kesal, orang lain sampai bela belain berobat kemana mana karena mau mempunyai keturunan tapi kenapa Gavin susah sekali menerima darah dagingnya sendiri.


Huhh Gavin hanya bisa membuang napasnya dengan kasar.


Andai Elvan anak hasil dalam sebuah pernikahan mungkin akan dengan senang hati Gavin mau menerimanya.


Walawpun dirinya lelaki yang bejad lelaki yang doyan jajan tapi tidak merusak anak gadis dan dia bayar dengan harga yang sangat besar juga.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2