
Nesya sudah menemukan tempat kost yang iya sewa mungkin untuk beberapa bulan ini, Nesya mengetahui kalau mertuanya sering pergi ke luar kota bahkan sering berbulan bulan, dirinya tau dari para art di sana.
Sudah membulatkan tekat jika mertuanya sedang pergi maka dirinya juga akan tidur di kostan yang iya sewa.
Dan kemarin mertuanya sudah bilang padanya bahwa mereka akan pulang sabtu depan, lumaya 9 hari lagi batin Nesya.
Pulang dari kampus nanti biarlah dirinya mengurus Elvan sampai tidur nanti malam.
Entah kenapa dirinya mempunyai rasa empati dan sayang pada bocah berumur 4 tahun itu, melihat sorot matanya yang selalu berbinar jika iya temani dan antar sekolah.
Berbeda jika akan dirinya tinggal pasti sorot mata Elvan seperti menyimpan luka dan rindu bahkan sering terlihat sendu.
Anak itu butuh orang tua anak itu butuh kasih sayang, bahkan Elvan sudah mengetahui kalau dirinya anak yang tidak di inginkan oleh Ibu dan Ayahnya sekalipun, Mama nya sampai bunuh diri karena tidak mau menerima kelahirannya.
Daddy nya yang selalu sibuk kerja, sering tidak melihatnya kalau ada di dunia ini, kalau bisa Elvan tidak mau di lahirkan ke dunia ini daripada dirinya hidup bergelimang harta namun hati dan batinnya sunyi.
"Guys ngemall yuk", ajak Risa.
"Sorry deh ya gue harus pulang cepat", Nesya tidak enak hati dengan para sahabat yang selalu ada untuknya selama ini.
"Lo kenapa sih akhir akhir ini kaya aneh banget gue liatnya, lo sering melamun bengong dan selalu nyari alasan kalau kita ajak ngobrol atau apapun itu", ucap Alana.
__ADS_1
"Gue gak apa apa, nanti gue akan cerita ke kalian kalau udah siap, gue mohon tunggu gue siap dulu ya", pinta Nesya dengan sendu.
"Ya kita akan tunggu lo siap, apapun itu asal tidak membahayakan buat lo, dan ingat lo di dunia ini gak hanya sama Ayah lo doang, lo ada kita cerita ke kita", kini Sena yang bicara.
"Aaa gue sayang kalain, thank you udah selalu ada buat gue", ke empat perempuan itu berpelukan.
"Gue duluan balik ya, punya anak yang harus di urus", ucap Nesya sambil tertawa jenaka.
"Anak kucing lo mantili", ucap Alana.
"Anak ayam iya", saut Sena lagi, sedetik itu mereka tertawa bersama.
Tadinya Nesya berniat tidak membawa mobil namun setelah iya pikir pikir akan repot juga harus mengejar waktu pulang pergi.
Kadang Nesya berpikir pantas Elvan manja padanya ternyata selama ini anak itu tidak pernah di perhatikan.
Sampai di kediaman Aditya, Nesya langsung masuk dan di samut teriakan juga pelukan hangat dari Elvan.
"Haii anak Mami udah makan siang belum sayang?".
Elvan tersenyum melting di panggil sayang oleh Nesya yang sudah iya anggap ibunya.
__ADS_1
Elvan menggeleng, "Mau sama Mami", ucapnya malu malu.
Nesya tersenyum, dia akan bertanya nanti pelan pelan sama Elvan tentang keluarga ini, "Ihh manjanya", mencubit gemas pipi anaknya.
Nesya makan siang sambil menyuapi Elvan dengan tlaten, Elvan banyak bercerita bagaimana tadi di sekolahnya, dan dia tadi dapat juara hapalan.
Bu Sanah yang sudah mengabdi kerja selama 20 tahun di sana banyak tau tentang keluarga Aditya.
Melihat Nesya memperlakukan Elvan bak ibu kandung, salah ralat bahkan Ibu kandungnya juga rela bunuh diri demi tidak ikut membesarkan Elvan, iya sampai berkaca kaca.
Bahagialah jagoan kecilku, terimakasih non Nesya anda sudah memperlakukannya dengan baik, batinnya, dirinya hanya bisa melihat dari jauh.
Baru kali ini mendengar Elvan tertawa juga setelah dia paham dan mengerti bagaimana hidupnya.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1