
Hari ini ada kelas pagi dan ada dua mata kuliah, jam 10 Nesya baru saja menyelesaikan 1 mata kuliah.
Kini Nesya sedang duduk di taman kampus sambil menunggu ketiga sahabatnya yang membeli cemilan di kantin, ke empatnya sepakat untuk hanya sekedar makan cemilan sambil menikmati taman yang tidak begitu luas namun sangat membuat nyaman.
Lagi asik asiknya memandang pohon dan bunga bunga yang ada di sana, namun tiba tiba laler besar datang lagi, padahal tidak di undang.
"Hai ko sendiri, ehh kita bertemu lagi jangan jangan jodoh ya".
"Ehh", kaget Nesya.
"Hei maaf saya tidak berniat mengagetkan kamu lho".
"Ehh iya gakpp".
"Kenalan yuk siapa tau jadi teman, teman hidup maksudnya hahaa".
"Anda ini ada ada saja".
"Berharap sama manusia boleh boleh saja kali, kan kita tidak tau kedepannya akan seperti apa".
"Saya sudah punya suami dan anak, saya rasa anda memang tidak sopan", kesal Nesya, apaan sih ni orang sudah tau dirinya punya suami punya anak.
"Duhh maaf kalau gitu ya, permisi saya mau menemui teman saya deh kalau kamu merasa tidak nyaman dan terganggu".
Dihh sok akrab banget lagi ni orang, memang gue terganggu, Nesya menggerdikan bahunya.
"Siapa tadi Nes?", Risa hanya melihat punggungnya saja.
"Itu yang kemarin ketemu di mall, sumpah dia sangat menyebalkan banget banget".
__ADS_1
"Kayanya emang dia suka sama elo Nes, kelihatan banget kemarin juga mandangin elo terus", ucap Sena.
"Udahlah jangan pikirin itu mending kita nyemil, gak usah semakin memperkeruh otak, otak gue udah keruh banget nih gara gara tugas pak Gavin".
Risa si otak pas pasan selalu merasa rumit kalau tentang urusan tugas, dari sejak SMA emang selalu dia yang merasa punya beban hidup jika di berikan tugas.
Nesya Alana dan Sena tertawa puas, sudah tau tabiat sahabatnya dan sudah di pastikan Nesya atau Alana yang akan di teror sampai tugas selesai.
"Sumpah lo pada ngeselin".
"Bodo amat elo mau kesal atau marah sama kita yang penting tetap sayang kan hahaaa".
Keempatnya asik bercanda sambil menunggu jam kedua, jam bu Gayatri dosen super lemah lembut kadang membuat ngantuk juga.
.
.
Dirinya kira Nesya yang datang, istrinya memang punya kebiasaan datang tanpa mengetuk pintu, alasannya 1 agar kalau Gavin selingkuh langsung tertangkap basah.
Konyol memang tapi Gavin tidak keberatan lagian dia sama sekali tidak ada niat untuk selingkuh atau menghianati pernikahanya.
Menatap sinis pada manusia yang sangat sangat Gavin kenal, yang telah menghilang dari 10 tahun yang lalu.
"Hay santai bro hahaha kejutan".
Bukannya bersalaman dan mendekat sebagaimana mestinya tamu kalau datang, Benny malah merentangkan tangannya seolah minta di peluk.
"Elo gak mau peluk gue gitu Vin, elo masih ingat gue kan, parah elo Vin sumpah parah banget sudah lupa sama gue, menyesal gue turun lagi ke negara ini".
__ADS_1
"Elo siapa?".
Demi apa Gavin merindukan manusia kocak ini, Gavin tau bagaimana Benny dengan segala komplik kehidupannya, bahkan jika di bandingkan dengan dirinya Benny lebih jauh menderita.
"****** elo sumpah, gue nyari elo kemana di mana tempatnya sampai berhari hari, niat gue mau memberikan kejutan tapi parah banget sih endingnya bikin nyesek".
"Hahaaa manusia astral masih ingat jalan pulang ternyata".
"Selalu itu sebutan elo", bugh pukulan lumayan keras Benny layangkan.
"Elo masih dendam sama gue?", tanya Gavin sambil terkekeh.
"Mau gue jujur?".
"Terserah elo lemah".
"Bang**t", Benny melompat memeluk Gavin, sama sama terkekeh sama sama mengeluarkan air mata juga.
Benny yang menghilang bak di telan bumi tanpa pamit sama sekali pada Gavin dan Irsyad, tambah lagi setelah 1 tahun menghilangnya Benny, Irsyad juga pergi meninggalkan Gavin.
.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1