
Nesya yang merasa kesal karena di acuhkan oleh Gavin membalikan badannya memeluk guling.
Lebih baik tidur, pikirnya toh Gavin tidak menjawab pertanyaan nya, dirinya mau melihat surat yang Raya kasih juga tidak mau bahkan tidak bilang apa apa.
Cih Gavin lupa kalau Nesya sekarang marahnya suka lama dan biasanya di ajak bicara juga tidak mau.
Astaga lupa gue, dengan cepat Gavin membalikan badannya, memeluk Nesya, "Sya".
Bukannya menjawab Nesya malah menyingkirkan tangan Gavin.
"Sya maaf pliss jangan ngambek ya, saya tadi bercanda".
"Gak lucu candaannya".
"Sayang ayolah Sya, besok kita pergi jalan yuk kamu mau kemana?", Gavin gak tau harus dengan cara apa merayu Nesya.
"Gak usah nanya mau kemana kalau sampai tempatnya ini itu di larang terus".
"Sayang itukan tempatnya kotor saya tidak mau kalian kenapa napa, cari tempat yang bersih ya, kalau tempatnya bersih janji saya tidak akan melarang kamu".
"Gak aku gak lagi pengen jalan", ketus Nesya.
"Ya sudah kalau gitu, ada yang mau di beli gak?, apa yang abis?".
"Ya kalau ada yang abis dan mau beli saya tlpon Radit gitu kan", Nesya sudah paham pasti ujungnya Radit yang kena.
"Kamu sensitif banget Sya, untung saya cinta banget", kesabaran Gavin setipis kulit bawang, paling tidak bisa membujuk manis dengan rayuan dan kata kata.
"Emang, gak suka sama istri yang keperibadiannya begini", Nesya membalikan badan menatap tajam Gavin.
Astagfirulloh kalau sudah di tatap seperti ini Gavin tidak bisa apa apa.
"Sayang sudah malam tidur yuk", membawa Nesya kedalam pelukannya.
"Aku lagi marah lho ya mas", memberontak ingin lepas dari dekapan Gavin.
"Nesya", tekan Gavin.
Deg,,, jika Gavin memanggilnya Nesya berarti laki laki ini sedang marah, Nesya terdiam tidak berontak lagi.
"Nah kaya begini kan lebih baik", Gavin mencium kening Nesya sambil tersenyum.
"Kamu itu nyebelin banget mas", pukg memukul dada Gavin.
"Sayang love you, kata kata ini yang ingin sering kamu dengar dari saya kan, maaf saya memang terlalu banyak gengsi dan kaku Sya, tapi percayalah hati saya sepenuhnya sekarang milik kamu, jangan membahas wanita lain sebab di hati saya tidak ada yang lain".
__ADS_1
"Kamu nyebelin aku kan mau liat juga surat apa yang mbak Raya kasih ke kamu".
"Saya juga belum membukanya, kamu cemburu hahh, hey dia sepupu saya jadi tidak mungkin kan".
"Mbak Raya sudah pernah bilang padaku dia akan merebut kamu dariku".
"Hah, hahahaa terus kamu percaya?".
"Percaya lah karena dia memang cantik punya karir bagus, keluarga utuh".
"Ya sayangnya saya tidak tertarik, lebih tertarik pada istri sendiri".
"Aku gak sedang bercanda mas".
"Sama saya juga tidak bercanda Sya, kamu kenapa tidak percaya?, apakah selama ini saya terlihat bermain main dengn pernikahan kita, mungkin di awal memang iya saya mengakui itu, tapi setelah itu saya sadar bahwa memang tuhan menyatukan kita dengan jalan seperti ini, kamu jodoh yang di takdirkan tuhan untuk saya".
"Kesalahan saya sangat besar di masalalu itu mutlak kecelakaan bagi saya, karena saya di jebak".
"Kamu jangan dengarkan ucapan Raya, bahkan dari kecil saja saya tidak pernah akur dengannya".
"Apa benar itu, dia sempat memberikan beberapa foto padaku".
"Iya saya dengannya jarang bertemu, saya tidak menyukainya dari semenjak masih kecil".
"Aku mau lihat suratnya", Nesya masih kekeh mau melihat surat, ahhh ingat sekali pas dirinya di ancam akan di singkirkan dari keluarga Matthew, Raya juga dengan terang terangan akan merebut Gavin darinya.
"Gak gitu mas, aku juga gak tau kenapa perasaanku secepat kilat merasa sebal, marah, mungkin kadang bisa di bilang cemburu walawpun hanya melihat mahasiswa yang masuk ke ruangan kamu".
"Kamu cemburu?, hahaha lupa saya kalau kamu tidak pernah pacaran sebelumnya, kalau begitu saya akan pasang cctv di ruangan kampus maupun kantor, silahkan kamu pantau saya jika tidak percaya".
"Emang boleh".
"Kenapa tidak, agar kamu percaya".
Heee Nesya terkekeh sambil memeluk Gavin, "Terkmakasih mas, aku juga gak tau kenapa mood cepat berubah ubah tidak jelas seperti ini".
"Sudah senang lagi hmmm, buka surat apa yang dia tulis".
Nesya dan Gavin sama sama membaca tulisan Raya, sebenarnya Raya wanita yang nyaris sempurna, sangat cantik, karir bagus kedua orang tua utuh hanya saja 1 kesalahan mereka tidak bersyukur.
...****************...
Gavin gue mau minta maaf selama ini terus menganggu kehidupan elo.
Gue juga mau minta maaf karena hampir menghancurkan rumah tangga elo.
__ADS_1
Gue menyesal plis maafin gue ya, kalau boleh jujur gue kesepian meskipun banyak orang orang di samping gue.
Gue hanya ingin punya saudara, teman atau sahabat yang benar benar tulus, gue juga menginginkan kekasih yang menyayangi gue dengan tulus, seperti elo memperlakukan kekasih atau istri elo sekarang.
Mungkin keinginnan itu yang membuat gue sampai buta hati, bahkan sangat terobsesi dengan menginginkan elo masuk di kehidupan gue.
Gue minta maaf plis maafin gue Vin agar gue lumayan tenang di sini meskipun tempatnya sepi.
Gue menyesal sudah membuat hidup elo merasa tidak nyaman karena gue.
Sekali lagi gue minta maaf Vin.
(Raya)
...****************...
"Untung mbak Raya cepat sadar, jadi suamiku aman dari satu orang".
"Secinta itu kamu sama saya Sya", Gavin mencium Nesya dengan gemas.
Bahagianya punya istri remaja meskipun labil, belum pernah pacaran sekalinya bucin sama suami, bersyukurnya mskipun begitu juga Nesya bisa memjadi ibu dan istri yang baik.
"Kalau gak cinta aku gak mau ngandung anak kamu mas", Nesya terkekeh.
"Tapi aku juga gak tau yang sebenarnya cinta itu kaya gimana, seperti apa, sekalinya dekat dengan laki laki eh sudah jadi suami".
"Kaya kamu sekarang yang hanya melihat mahasiswa menemui dosennya karena tugas saja jadi marah dan tidak suka".
"Masa sih mas".
"Semoga saja mbak Raya beneran tobat ya mas, sayang banget dia cantiknya banget banget, kadang aku kasian tapi iri juga ko dia bisa secantik itu ya".
"Kalau saja mereka tidak berencana membunuh Papa aku masih bisa memaafkannya Sya".
Nesya mengangguk, paham dan bisa merasakan apa yang Gavin rasakan cemas, khawatir, takut, sayangnya anak pada orang tua tidak bisa di gambarkan dengan apa apa meskipun kadang kita tidak mendengar apa yang orang tua sampaikan.
.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1
Jangan lupa like😉, silahkan comment🤗