
Elvan dan Nesya baru saja bangun dari tidur siangnya, setelah makan siang tadi tak lama mereka tidur siang.
Nesya memeluk Elvan mereka masih tiduran di atas kasur di kamar Elvan, "Elvan Mami boleh tanya gak?, Elvan jangan marah sama Mami ya".
"Tanya apa Mih".
"Mama Elvan kemana?, apa Daddy sudah lama bercerai sama Mama".
"Mama meninggal dari semenjak Elvan bayi, katanya Mama nggak mau ngurus aku karena aku anak haram, Mama sana Daddy sahabatan tapi mereka di jebak temannya terus jadi aku, Mama bunuh diri karena gak mau punya anak haram kaya aku", penuturan Elvan sanga jelas.
Jlebb.... Apa anak haram terus,,,, Nesya sangat terkejut, benarkah yang Elvan ceritakan padanya, apa anak ini bohong.
Nesya menatap Elvan lama dan sepertinya sangat serius anak ini bicara tidak bohong.
"Mami kenapa diam?, Mami juga gak mau ya punya anak haram kaya aku", ucapnya dengan lesu.
"Ehh nggak sayang, Mami sayang Elvan ko", Nesya memeluk erat anak itu.
"Terimakasih Mih, tapi kalau Mami gak mau dekat dengan aku, aku gak apa apa ko, Nanti aku kalau sudah besar akan hidup sendiri dan mandiri, biar Daddy juga tidak merasa terbebani dengan kehadiranku".
__ADS_1
"Ehhh jangan bilang gitu sayang pamali", Nesya gelagapan ternyata bicara serius dengan anak ini seperti bicara dengan anak dewasa.
"Opa Oma jarang di rumah Dady juga selalu sibuk kerja, aku di rumah besar ini juga hanya hidup sendiri makanya aku selalu gak mau kalau ada pengasuhku, mbah Erna saja yang selalu sabar ngadepin kejahilan aku".
"Mulai sekarang jangan jail lagi ya kasian mbak nya capek jagain kamu, mau nurut gak sama Mami".
Elvan mengangguk meng iyakan ucapan Maminya, "Tapi aku sudah besar Mih, udah gak perlu mbak lagi aku sudah bisa sendiri ko, supaya pengeluaran Daddy untukku berkurang", ucap Elvan lagi, anak ini bicara sudah benar benar seperti orang dewasa.
"Biar gak sendiri sayang biar ada teman, Mami masih kuliah Mami juga punya cita cita sendiri gak bisa jagain kamu 24 jam".
"Gak apa apa Mih, beneran aku bisa ko", ucap Elvan lagi memastikan.
"Percuma Mih Daddy tidak pernah mau datang ke skolahku, kalau Oma sama Opa gak ada pasti Ibu Sanah yang datang ke sekolahku kalau ada acara", menunduk sedih.
"Besok besok bilang ke Mami ya, Mami yang akan ke sekolah kamu, sekarang belajar aja dulu yang benar, itu buku siapa yang tadi di atas meja?, kenapa mbak Ernah tidak boleh masuk ke kamarmu selain Ibu Sanah".
"Hehehee Mami jangan mau tau ya kalau itu plissssss Mih", pintanya melas memohon.
"Baiklah Mami tidak akan mengganggu privasimu, mulai dari sekarang ada apa apa bilang ke Mami kamu punya ponsel sama ipad sendiri kan, buat apa dua benda itu hah kamu masih kecil loh".
__ADS_1
"Suatu saat Mami akan tau hehee".
"Dasar anak nakal kamu ya, Mami mau tanya lagi kenapa kamu sebelum jam 9 sudah masuk kamar kalau malam?".
"Tidur Mih".
"Jagan bohongin orang tua dosa".
"Maaf Mih".
"Ingat jangan lakuin yang aneh aneh kamu masih kecil", Nesya mencubit gemas pipi Elvan sampai anak itu tertawa keras.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1