JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Minta Ijin


__ADS_3

Sudah 2 jam Nesya berada di ruangan kerja Gavin, dari tadi terus saja menangis, huwhh mengusap air matanya dengan kasar lalu memaki dirinya sendiri.


"Kenapa gue bisa se lemah ini sih", umpatnya pada diri sendiri.


Mau pergi namun kasian dengan Ayahnya, tadi sore juga dirinya sampai telat pulang karena mendapat wejangan banyak, Ayahnya bercerita banyak bagaimana tentang kebaikan Papa Aditya pada keluarga mereka selama ini, di tambah lagi mengerjakan tugas dari Gavin.


"Lelah juga ya ternyata", ucapnya Nesya tersenyum getir.


Nesya belum sempat makan malam tadi di rumah Ayahnya, karena pulang terburu buru iya merasakan perutnya sangat laper.


Masuk ke dapur untuk mengambil minum tenggorokannya kering, perutnya melilit.


Untung di sana ada roti, Nesya mengsmbil 2 roti dan segelas air, makan roti di tengah malam yang hening dan sunyi, rumah ini terlalu besar jadi walawpun di luar ada yang bicara atau mobil lewat tidak terdengar sama sekali.


Setelah habis 1 roti dirinya tertidur di sopa yang ada di pojok dapur saking lelahnya.


.


Gavin yang sedang berada di kamar masih belum bisa memejamkan matanya.


Pikirannya juga melayang entah kemana, mengecek cctv yang ada di ipad nya, ada sedikit rasa kaget karena Nesya tidak ada di ruangsn kerjanya, takut Nesya kabur, bagaimana Gavin bisa jelaskan nanti ke Papa Mamanya jika sudah pulang dari luar kota.


"Ck menyusahkan saja tu ******", umpatnya kesal.

__ADS_1


Melihat semua sudut yang terjangkau cctv, akhirnya Gavin melihat tubuh mungil yang sedang meringkuk di sopa kecil yang ada di pojok dapur.


Gavin membiarkan nya saja yang penting Nesya tidak kabur pikirnya.


.


Pagi menjelang para art di buat terkejut dengan kehadiran istri bos muda mereka yang meringkuk di sopa dapur.


"Astaga non?, non kenapa?", tanya salahsatu art dengan paniknya.


"Ehhh mbak maaf ya, barusan saya ketiduran di sini", ucap Nesya, sangat terkejut juga, mana mungkin kan dia bilang dari semalam emang niat tidur di sana.


Nesya terburu buru bangun dirinya langsung naik ke atas, dengan sangat pelan membuka pintu kamar Gavin takut membangunkan yang punya kamar.


"Maaf pak saya ijin masuk ke kamar anda", ucapnya menunduk takut.


Tidak ada sahutan sama sekali dari Gavin membuat Nesya bingbang, di antara di bolehkan atau tidak di perbolehkan.


Nesya memberanikan diri lagi meminta ijin, sebab ingat dengan jelas apa kata Ayahnya tadi malam mau apapun harus seijin Gavin.


"Pak saya boleh bicara dan minta ijin tidak?", ucap Nesya lagi.


Dan Gavin hanya menyengit antara heran juga marah melihat wanita yang ada di depannya ini.

__ADS_1


"Pak saya mau pulang ke rumah Ayah saya boleh?, kalau soal Elvan saya akan berusaha datang pagi sebelum dia bangun dan pulang setelah dia tidur".


"Terserah", hanya itu yang keluar dari mulut Gavin.


"Terimakasih pak Gavin", senyum Nesya mengembang, ingin sekali dirinya berjingkrak ria, namun takut dengan serigala yang sedang duduk di ranjang memainkan ponselnya.


Niat Nesya sudah bulat dia akan ngekost di dekat kampus agar bisa jalan kaki tidak menggunakan mobil .


Dirinya memegang atm yang lumayan cukup untuk biyaya hidupnya sebelum di ceraikan Gavin, mungkin satu minggu atau dua minggu lagi bisa jadi sebulan juga, kalau kuliah dirinya tidak bayar, ya kuliah tidak bayar juga karena kebaikan hati Papa Aditya yang membayarkannya, dan karena kampus itu milik kakeknya Gavin.


Nesya masuk ke kamar mandi, dengan jelas dirinya mendengar Gavin akan berangkat sekarang juga dan sudah siap.


15 menit di dalam kamar mandi Nesya keluar hanya menggunakan handuk sepahanya saja.


Dengan santainya dirinya berjalan ke arah lemari yang di tempati bajunya, sambil sesekali berlenggak lenggok karena senang Gavin pergi.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2