JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Besok Nikah


__ADS_3

Mobil Benny tinggalkan demi 1 mobil dengan Alana, niat mereka ke restoran, Benny belum makan dari kemarin.


"Mobil kamu gimana?".


"Biarin aja di situ paling kalau ada yang mau di ambil".


"Haih gak lucu, mending buat aku itu lucu warnanya".


"Mau?, tar habis makan kita beli yang baru".


"Bercandanya gak lucu".


"Aku serius sayang".


Alana sudah terbiasa dengan kata sayang dari mulut manis Benny, tidak serisih di minggu pertama dan kedua, malah jika tidak memanggilnya sayang Alana merasa ada yang kurang.


"Akunya bercanda doang tadi".


"Anggap saja hadiah dari calon suami gak apa apa".


"Mahal jangan suka membuang buang uang untuk urusan yang gak begitu penting".


"Menurutku apapun yang kamu mau dan butuhkan itu sangat penting".


Alana terdiam, benar bahkan ponsel yang dirinya pakai sekarang juga Benny yang belikan, gara gara dirinya ceroboh ponsel bisa jatuh dan hancur.


Sekaya apa sih Benny ini, kerjanya dimana dan sebagai apa, dirinya beberapa kali di kirim pap bahwa sedang kerja, oleh laki laki ini tapi masih belum paham kerja dimana kerja apa dan sebagai apa.


Masuk kedalam restoran Benny sengaja mengambil ruangan vvip agar bebas berdua dengan Alana.


Restoran sudah lumayan sepi karena jam makan siang sudah lewat.


Alana menunduk kepalanya di tutupin jas Benny karena malu matanya sedikit bengkak.


"Buka sayang ini sudah di dalam ruangan", bisik Benny.


"Gak mau masih ada orang yang keluar masuk sini".


Gue kira gak bakal bisa move on dari Nesya karena pertamakali melihatnya langsung jatuh cinta, apa gue hanya terobsesi saja ya.


Benny menatap dan memegang satu tangan Alana, di genggamnya erat.


Untuk kamu wanitaku, aku berjanji akan benar benar dan tulus mencintai kamu, aku memang laki laki bejat laki laki kotor, aku juga gak tau bagaimana tanggapan kamu jika sudah mengetahui bagaimana aku yang sebenarnya.


Makannan yang Benny pesan sudah tersedia semua, menyuruh pegawai mengosongkan ruangan itu demi kenyamannan Alana.


"Sekarang mereka sudah pergi semua, buka aja".


"Apanya".


Astaga sumpah gue merasa di tantang kalau kaya gini, pliss gue sudah tobat gak mau melakukan dosa besar lagi, batin Benny.


"Jas nya sayang jangan nutupin muka terus, kamu itu cantik banget loh, beruntungnya aku bisa dekat sama kamu".

__ADS_1


"Cih biasa saja sih iya".


"Sekali saja gak debat sayang", keluh Benny.


Yang selalu salah di mata Alana.


"Ceritain sekarang".


"Makan dulu yuk aku sudah laper banget, pulang meeting langsung pesan tiket buat terbang kesini, di pesawat juga gak makan yang aku pikirin cuma kamu, kamu takut di ambil orang, bisa bisa aku gila".


"Berlebihan".


"Gak apa apa memang begitu kenyataannya".


Keduanya makan siang meskipun sudah terlewat, karena jam sudah menunjukan jam setengah tiga sore.


"Dekat sini, ke sopa yuk", di sana ada sopa juga mungkin lebih nyaman untuk mereka ngobrol.


Benny tidak tau harus mulai darimana, dirinya ingin jujur pada Alana.


Meskipun entah seperti apa nanti tanggapan Alana, mungkin dan sudah di pastikan Alana benci tidak suka padanya.


"Sayang aku mau ngomong penting banget sama kamu, kamu cukup dengarkan dan simak baik baik, aku juga yakin kalau sudah menceritakan semuanya kamu pasti benci bahkan jijik, tapi ya itu resiko buat aku".


"Apasih bikin kaget plus penasaran".


"Kamu pasti kaget, kenapa aku pergi dan menghilang seminggu lebih".


Benny pergi setelah mengetahui kalau ternyata Ayahnya dan ayah Sena sama, dirinya baru mengetahui kalau ayahnya rela meninggalkan ibunya demi kembali dengan wanita cinta pertamanya.


Begitupun ibunya yang mencari laki laki di luar karena hidup bersama ayahnya selalu menjadi tekannan batin.


Dirinya anak yang tidak di inginkan, sedangkan yang lain anak ibunya dengan yang sekarang mendapatkan kasih sayang sepenuhnya, begitupun Sena yang mendapatkan penuh kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Benny ingin menghilang dari dunia ini, dunia yang sangat kejam dan tidak adil padanya, maka dari itu ponselnya iya lempar ke tengah laut setelah melihat laporan dari anak buahnya seminggu yang lalu.


Alana yang mendengar cerita dari Benny dirinya juga ikut sesak dada, mungkin jika dirinya yang ada di posisi Benny entah seperti apa jadinya.


Sangat terlihat dari raut wajah laki laki itu jika sedang kecewa, batinnya tersiksa.


"Kamu pasti benci dan jijik sama aku, tapi jujur aku sudah meninggalkan dunia kotor dan dunia suramku itu, aku kembali lagi kesini karena ingin mendapatkan wanita yang baik meskipun aku tidak baik".


Benny menceritakan semua bagaimana hidupnya selama di turki, bagaimana bejatnya dirinya selama ini.


"Kamu benci aku kan, kamu jijik sama aku kan hahaaa, aku memang tidak pantas di cintai sama kamu, kamu wanita baik baik, kamu wanita cantik".


"Aku tidak perduli dengan maslalumu yang penting kamu mau berubah demi aku".


"Terimkasih tapi aku akan berusaha ikhlas kalawpun kamu pergi ninggalin aku, seperti mereka semua".


Alana yang memasang ekspresi seperti tidak suka, Benny sadar siapalah dirinya.


"Serius?", tanya Alana.

__ADS_1


Sukses membuat air mata laki laki itu terjun bebas, Benny tersenyum getir, "Terimakasih sudah memberikan kesempatan padaku untuk memelukmu yang pertama dan terakhir".


Huwhhhh "Hahaaa gue cengeng ya ternyata, seingat gue sudah lebih dari 20 tahun tidak meneteskan air mata".


Pikiran Benny seolah tidak berpungsi, yang dirinya rasakan hanya sakit hati dan batinnya, sudah di pastikan Alana tidak mau menerimanya.


"Kenapa jadi gue gue sih".


"Setidaknya kita jadi teman, apa hanya menjadi teman juga tidak ada kesempatan untukku yang kotor ini".


"Apasih gak jelas banget".


"Pulang gih sana, terimakasih sudah menemaniku makan dan memberi tumpangan kesini, satu lagi terimakasih sudah memberi kesempatan memelukmu tadi".


"Serius di usir?, cih tadi katanya cinta mati, belum apa apa sudah di usir".


"Kamu maunya apa?", bingung Benny.


"Mau di nikahin besok", ucap Alana enteng.


"Jangan bercanda".


"Kan tadi udah peluk peluk kalau aku hamil gimana".


"Astaga Alana manamungkin hamil kita tidak berbuat apa apa hanya berpelukan saja".


"Tetap aja kitakan bukan mahrom".


Di sentil habis habisan gue di keluarga Alana, batin Benny.


"Plis bicara padaku dengan jelas".


"Bapak Benny yang terhormat Alana mau di nikahin besok juga, yuk ke KUA jangan lama lama".


"Maksudnya kamu mau menerimaku sayang".


"Heem", senyum Alana sangat manis, wanita ini sangat jarang tersenyum.


"Akhhh gue merasa ini seperti mimpi".


"Ini bukan mimpi, ini nyata".


"Berikan 1 alasan kenapa kamu mau menerimaku?".


"Aku tidak melihat kamu dari masalalumu, berjanjilah akan berubah lebih baik lagi".


"Sumpah 1000x", dengan cepat Benny memeluk Alana, Berterimakasih.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2