
Gavin menghela napas dengan lega, setidaknya keluarganya ini tidak menanggung malu, batinnya.
Ehhh tapi sebentar nama yang tadi gue sebutkan itu sangat tidak asing, tapi dimana ya, otak Gavin berputar terus mengingat ngingat siapa istrinya yang baru 3 menit ini iya nikahi.
Tak lama Nesya mendekat ke sana, ada rasa sesak di dalam dadanya, awalnya dia ingin menikah jika dirinya sudah mempunyai gelar dan pekerjaan tetap, bahkan pacaran saja belum pernah tapi kini dirinya tiba tiba menikah.
Nesya masih belum tau siapa suaminya ini, namun setelah dirinya duduk di samping sang suami, bertapa kagetnya Nesya setelah melihat ternyata suaminya ini dosen galak di kampusnya.
Dengan tangan bergetar Nesya mengambil tangan Gavin, ini kali pertama mencium tangan suaminya setelah akad.
Astagfirullohalazim ini hanya mimpi kan, batinnya menjerit, rasanya tidak mungkin dirinya hidup bersama Gavin yang galak dan dingin.
Mereka naik ke pelaminnan sebentar untuk memenuhi sesi foto keluarga, tidak ada air mata yang turun dari sudut mata Nesya, dirinya terlihat baik baik saja seperti menikmati acara ini.
"Pak Gavin", cicit Nesya.
Gavin malah membuang mukanya, mengapa harus anak ini yang menjadi istri penggantinya, jika saja di sana tidak ada orang banyak mungkin Gavin sudah pergi dari sana.
Deg... Jantung Nesya berdetak dengan cepat, bukan karena jatuh cinta tapi karena tatapan tajam dan buang mukanya Gavin yang membuat jantung Nesya berdenyut nyeri.
__ADS_1
Berbeda dengan Gavin rona bahagia Mama Diana sangat terpancar, "Sayang selamat datang di keluarga kami, terimakasih sudah membantu Mama sama Papa", memeluk menantu dadakannya itu dengan penuh sayang.
"Ter terrimakasih Mamm ma", jawabnya kaku.
Ya Allah takdir macam apa ini, dadanya semakin sesak.
Nesya memeluk Ayahnya dengan erat, rasa sesak didadanya sangat penuh, syukurnya air mata itu masih bisa iya tahan.
"Putri kecil Ayah sekarang sudah menjadi istri orang, menurut dan hormatilah suamimu, jadilah istri dan Ibu yang baik untuk anak dan suamimu", ucap Ayah Ardi
Duarrrr, "Apaaaa hahh ibu", seketika badannya lemes setelah mendengar istri sekaligus ibu, jadi apa ternyata pak Gavin sudah punya anak, ternyata pak Gabin duda.
Nesya sampai minta di tuntun untuk duduk pada Ayahnya, dirinya sudah tidak punya kekuatan lagi untuk berdiri.
"Iya sayang, kalian ke kamar saja ya gak apa apa biarin tamu ada Mama sana Papa", ucap Mama Diana.
Gavin melirik kedua orang tuanya, setelah itu dirinya menarik Nesya dengan tangan kirinya, sebab tangan kanan nya sudah mulai bengkak bahkan kasa yang tadi iya gulungkan sudah terlihat noda darah di sana.
Nesya yang di tarik paksa oleh Gavin hanya bisa menurut mengikuti langkah besar suaminya.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam kamar, Gavin langsung mendorong Nesya ke atas kasurnya dengan kuat.
Nesya menghela napas dengan lemah, belum apa apa suaminya sudah main kdrt, ya Tuhan rumah tangga macam apa ini, batinnya.
Gavin langsung menindih tubuh Nesya dan mencengkram wajahnya dengan kuat, "Apa tujuanmu mau menggantikan kekasihku untuk menjadi istriku", ucap Gavin sambil menatap tajam Nesya.
Nesya menggeleng, rahangnya sakit karena cengkraman kuat Gavin.
"Jawab apa tujuanmu", teriaknya.
Sakit hatinya, belum apa apa iya sudah di sentak seperti ini, siapa juga yang mau menikah dengannya.
Sumpah dirinya tidak tau kalau anak dari pak Aditya adalah Gavin, karena privasi Gavin memang tidak ada yang tau di kampus juga.
Sekuat tenaga Nesya menahan air matanya, dirinya tidak boleh terlihat lemah di depan Gavin.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤❤