JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Sakit pak


__ADS_3

Gavin masih menindihi tubuh Nesya, geram pada wanita yang ada di bawah kungkungannya ini tidak mau mengeluarkan kata sedikitpun.


"Ohhh sebegitu bahagianya kau ya setelah mendapat gelar menjadi istriku", semakit mencengkram kuat.


"Sakit pak", ucap Nesya dengan suara kecilnya.


"Cihh jangan pura pura lemah kau".


Astagfirullohalazim, Nesya sudah tidak bisa membendung air matanya lagi, rasa sakit rahang dan pedih hatinya kini bersatu.


Tidak ada jawaban apapun yang di keluarkan dari mulut Nesya, dirinya memilih diam rasanya percuma dirinya mau menjelaskan apapun pada lelaki kasar ini.


Nesya sadar dirinya menjadi pengantin pengganti karena demi menebus jasa dan ucapan terimakasih pada keluarga ini yang selalu membantu keluarganya.


Karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari Nesya, Gavin bangkit dari atas tubuh istri penggantinya itu.


Gedoran pintu dari luar sangat jelas, bahkan Gavin sudah bisa menebaknya siapa yang menggedor pintu itu.


Iya berjalan untuk membuka pintu, "Ada apa Elvan?", tanya Gavin tidak membuka lebar pintu itu, dirinya hanya membuka sedikit untuk melihat anak nya.


"Daddy Mami mana?, suara khas Elvan menanyakan Maminya.

__ADS_1


"Tidak ada Mamimu sudah meninggal", ucap Gavin dengan entengnya.


Sedetik itu juga Elvan menangis sangat kencang, dia tadi sempat melihat Maminya, dia tau dari Oma nya kalau tadi yang ada di pelaminnan itu Mami dan Daddy nya, tapi kenapa sudah meninggal saja.


"Maaf pak dari tadi Elvan terus merengek mau ke Mami sama Daddy nya", pengasuh Elvan menunduk ketakutan.


Bahkan ini pengasuh entah yang ke berapa, tidak ada yang betah mengasuh Elvan yang bandel tidak mau menurut sedikitpun.


Ck Gavin berdecak, "Masuk titahnya dengan dingin pada anak nya juga, dan kau pergilah sana nanti saya akan hubungi lagi", ucap Gavin pada pengasuhnya.


Elvan melihat wanita yang meringkuk di atas kasur dirinya langsung lari, "Mamiiiiiii", teriaknya, merangkak naik ke kasur lalu memeluk Nesya dengan erat.


Jlebbb..... Mendengar sebutan Mami dan mendapat pelukan hangat juga erat dari bocah umur 4 tahun membuat hatinya terombang ambing.


"Elvan dia bukan Mami mu", ucap Gavin.


"Daddy jahat Daddy sudah buat Mami aku menangis, aku akan kasih tau Oma", adunya.


Gavin dan Elvan jarang akur bahkan bicara dan bertemu juga mereka jarang walau serumah.


Gavin pulang dari kampus langsung ke kantor dan pulang dari kantor jam 9 malam pas Elvan sudah masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Mami jangan menangis", Elvan semakin erat memeluk Nesya.


Hatinya merasa semakin teriris, apa ini ya Allah umurku baru 19 tapi punya anak udah sebesar ini, batin Nesya.


Gavin hanya sesekali melirik dua manusia yang ada di atas kasur, dirinya duduk di atas sopa sambil merenung.


"Mami apakah ada yang sakit, kenapa muka Mami merah sekali, kalau sakit bilang padaku akan aku obati", ucap Elvan lagi sambil menyentuh wajah Nesya yang merah bekas cengkraman serigala dan karena dirinya juga menangis sudah lebih dari 3 menit.


Namun bukannya menjawab Nesya lebih ke memeluk Elvan, mencari ke tenangan di badan kecil anak lelaki ini.


"Stop Mami jangan menangis lagi, kalau Daddy jahat aku akan bilang pada Opa", ucap Elvan menenangkan Nesya.


Cihhh sejak kapan Elvan menjadi semanis ini pada perempuan yang baru saja iya kenal, bahkan biasanya tidak mau dekat sedikitpun, batin Gavin.


"Mami gak apa apa, kamu peluk Mami aja dengan erat ya", ucap Nesya, tenggorokannya sampai tercekat menyebut dirinya Mami.


Dan sesuai perintah Elvan memeluknya erat bahkan menghadiahkan ciuman di kedua pipi Nesya, perlakuan Elvan sukses membuat rasa sakit di rahangnya berkurang.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2