JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Lucu Juga Ternyata


__ADS_3

Gavin membereskan meja kerjanya yang sempat iya gunakan untuk kerja dan makan tadi, bahkan ada satu nasi yang terjatuh di meja juga Gavin sampai memasukan lagi ke dalam mulutnya, lumayan belum 50 menit ucapnya.


Namun setelah itu dirinya menggelengkan kepala, gila gue sudah seperti orang gila, gerutunya lagi, namun bukannya di lepeh nasih itu malah di kunyah dan di telan.


Yang paling gila lagi menurut Gavin dia dengan maunya menengteng bag kecil itu lagi yang berisi kotak makan kosong dan botol minum sisa setengah.


Jika ke kampus Gavin akan membawa mobil sendiri karena Radit iya tugaskan untuk mejaga kantor.


Sampai kampus Gavin langsung turun dari mobilnya, sudah melangkah beberapa langkah jauh dari mobilnya namun iya rasa ada yang tertinggal.


Gavin pikir pikir apa yang iya tinggal di rasa rasanya tidak ada, semakin jauh dari mobilnya semakin merasa ada yang kurang dan tertinggal.


Ck, berdecak sampai balik lagi membuka mobil, melihat ke semua arah dan sudut tidak ada berkas atau apa yang tertinggal di sana, namun matanya tertuju pada bag tadi, Gavin membukanya menemukan botol minum yang masih sisa setengah dan kotak makan kosong bekas dirinya.


Mengambil botol minum itu iya bawa, ini pertamakalinya membawa botol minum selain ke tempat gym nya yang ada di lantai teratas rumahnya.


Gila hanya karena ini yang tertinggal, gerutunya ckckck.


.


Ada beberapa mahasiswa yang berlulang lalang melirik aneh pada dosen dingin itu, mereka tidak bisa menatap lama hanya bisa melirik dan menunduk pada pemilik kampus ini.


Nesya dan Alana yang baru saja dari toilet bepapasan dengan Gavin.


"Karismanya gak luntur walawpun galak", ucap Alana sambil cekikikkan.

__ADS_1


Nesya hanya bisa menggeleng mendengar Alana memuji suami sesaatnya itu.


Gavin melirik pada Nesya, namun Nesya seolah tidak melihatnya tetap sedikit menunduk dan pokus pada jalannan.


"Gue herman sama elo Nes, kenapa cuman lo doang yang kayanya tidak tertarik sama pak Gavin".


"Heran Lan heran bukan Herman, gue aduin ke pak RT lo ya, RT komplek gue namanya pak Herman".


"Hahahaa serus lo Nes, ada juga ya ternyata yang namanya Herman", Alana masih dengan tawanya.


"Yang namanya Maemunah juga banyak", ucap Nesya lagi.


"Biasa aja dong jangan nge gas".


"Gue biasa oncom, lama lama lo gue ulek juga ya biar tau rasa".


Entahlah mereka jalannya seperti apa tadi, sampai bisa ke kejar lagi sama Gavin setelah mengambil laptop dan buku di ruangannya.


"Dasar tuh anak ya, hihhh geli gue dengernya juga", dengus Nesya.


"Jangan suka mengumpat", ucap Gavin yang berada di belakangnya.


Nesya kaget kenal dengan suara itu, perasaan tadi baru saja mau masuk ke ruangannya tapi kenapa sudah ada di belakangnya lagi, batin Nesya membalikan badannya.


"Astagfirullohalazim", kagetnya.

__ADS_1


"Saya bukan setan", ucap Gavin dengan santai.


Nesya berjalan lagi, "Ya bukan setan tapi jelangkung", batinnya.


"Kalau mau ngomong langsung ke orangnya".


Haihhhh kaya punya indra ke 10 saja bisa membaca pikiran orang.


Padahal Nesya jalan seperti biasanya namun Gavin tidak melewatinya, ini ke anehan yang haqiqi bagi Nesya.


"Jalan jangan di hitung, cepat waktunya 1 menit lagi", ucap Gavin.


Nesya bukannya jalan lebih cepat malah melimpir memberikan jalan pada Gavin.


Di berikan jalan bukanya leluasa berjalan Gavin juga malah berhenti dan menatap Nesya.


"Hihhh pak Gavin gak dimana gak di mana selain menyeramkan menyebalkan juga", ucap Nesya langsung berlari ke kelasnya.


Entah mengapa melihat Nesya berlari membuatnya tersenyum, merasa lucu perempuan mungil itu berlari sambil mengumpatinya.


"Lucu juga ternyata", ucap Gavin tanpa sengaja itu mutlak langsung dorongan dari hatinya.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2