
Lucu banget sih Sya, gue jadi semakin tergila gila, sambil tersenyum sambil ikut melangkah pelan masuk ke dalam kamar mandi, kebetulan tidak di kunci.
"Akhhh mas ngapain masuk sih", teriak Nesya sudah membuka baju dan celana panjangnya.
"Mandi", ucapnya santai sambil mendekat.
Nesya buru buru memakai handuknya, "Mas jangan dekat dekat dong", mulai panik karena Gavin semakin menempel padanya.
"Kenapa biasanya juga menyatu kan", senyum Gavin.
"Hih mesum".
"Boleh lah mesumin istri", mengangkat Nesya membawanya masuk ke dalam bathtub.
"Mas ih masa kaya gini malu".
"Hanya kita berdua malu ke siapa hmm?", tanpa memperlambat waktu langsung menyatukan bibirnya.
"Mashh jangan di sini ya".
"Nyobain suasana baru sayang", gairah Gavin sudah tidak terkontrol.
Huwhhh Nesya hanya bisa pasrah mengikuti kemauan suaminya, lama kelamaan dirinya juga menikmati.
1 jam lebih di dalam kamar mandi tidak ada tanda tanda 2 manusia itu sedang mandi yang ada hanya ******* dan leguhan panjang.
Benar benar Gavin mencoba mengikuti naluri gilanya, menggempur habis istrinya, menyambut kepuasan dan kenikmatan.
"Encok aku kalau kaya gini terus mas, sudah setiap malam minta jatanya lama terus lagi".
"Ikhlas dong Sya, biar jadi pahala".
"Ikhlas sih tapi badan terasa remuk juga".
"Sorry hahahaa habisnya kamu sudah menjadi candu untukku".
"Hiahhh dari jam 8 sampai jam 10 kamu minum obat mas".
"Kalau saya minum obat bisa jadi kamu gak bisa jalan besok".
"Hihh udahlah mas aku capek mau bobo, tepokin ini", biasanya Gavin yang manja jika mau tidur ini gantian, Nesya mau di tepokin punggungnya.
__ADS_1
"Cantik banget sih Sya", Gavin tersenyum melihat tidur tenang istrinya, "Saya tidak menyangka kalau akan jatuh cinta secepat ini sama kamu", beberapa kali menghadiahkan kecupan.
Berbeda dengan Nesya mata Gavin malah segar badannya terasa enteng dan ringan.
"Sebentar saya tinggal ya", Gavin keluar berniat ke dapur membuat kopi, matanya tidak mau tidur dan Gavin memilih melanjutkan kejaan.
Turun ke bawah sambil mengguyar kepalanya yang belum terlalu kering.
"Vin mau kemana?".
"Mah belum tidur?".
"Di tanya malah nanya balik".
"Oh mau bikin kopi".
"Sayang Mama mau ngobrol sebentar boleh?".
"Ruangan kejaku saja mah".
Mama Diana mengangguk, Gavin berlalu ke dapur untuk membuat kopi.
"Kak Gavin ngapain malam malam minum kopi, rambut juga masih terlihat basah, kasian ya kakak sudah punya istri tapi tidak di perhatiin", ucap Raya .
"Sini kak aku keringkan rambutnya, istri macam apa dia tidak memperhatikan suaminya".
"Berhenti berbuat kurang ajar padaku Ray".
"Aku hanya mau membantu kakak saja".
"Cih gue tidak perlu bantuan lo", berlalu dari sana membawa kopinya.
Raya yang melihat Gavin pergi dan semakin dingin padanya merasa sakit hati.
Menaiki tangga sambil membawa kopinya, "Ada apa mah?".
"Mama hanya mau bertanya sedikit, tadi masuk ke kamar kamu malah mendengar suara aneh dari kamar mandi".
"Cih sudah tau anaknya beristri main sembarangan masuk saja".
"Hahaa gimana perasaan kamu ke Nesya sayang".
__ADS_1
"Jangan di tanya lagi, siap siap saja untuk menggendong cucu kedua".
"Serius sayang, kamu sering melakukannya?".
Cih pertanyaan macam apa dari Mama ini kepo sekali dengan urusan ranjang anaknya.
"Setiap ada kesempatan", Gavin tersenym.
"Mama ikut senang sayang kalau kamu sudah mau menerima Nesya.
"Bahkan aku sudah mencintainya".
"Hah secepat itu".
"Ya aku saja tidak mengerti mengapa Nesya bisa secepat itu mengambil hatiku".
"Pilihan Papa emang the best ya sayang".
Gavin tersenyum mengangguk, dirinya harus memberi hadiah besar pada Papanya karena sudah memberikan Nesya untuknya.
"Jangan kerja terus temani istrimu yang sedang tidur kelelahan karena ulahmu itu".
"Ya kesini hanya mengambil laptop".
"Mama gak sabar kalau bakalan punya cucu lagi".
"Tunggu saja".
"Gak ada rencana bulan madu Vin?".
"Nesya tidak mau meninggalkan kuliahnya".
"Sama kamu juga tidak mau meninggalkan kerjaan bukan", anak esku sudah mencair bahkan di ajak ngobrol juga nyambung langsung nyaut, batin Mama Diana.
Terimakasih Nes kamu sudah membawa kebahagiaan di keluarga kami, kamu sudah merubah anak dan cucu Mama, terharunya Mama Diana, Gavin sekarang benar benar berubah bahkan bisa curhat segala walawpun di pancing.
Gavin tersenyum lagi, toh gak bulan madu juga jatah tetap setiap malam dan setiap ada kesempatan, untuk liburan sudah dirinya rencanakan membawa anak dan istri, Gavin tidak mau jauh lagi dengan Elvan kemanapun dirinya dan Nesya pergi akan selalu membawa Elvan.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading