
Elvan sedang fokus dengan bukunya, kebiasaan Elvan jarang lepas dari buku, kedua sahabatnya juga ada di perpus.
"Sudah dua hari gue gak liat Rena kemana ya dia?", tanya Saka.
Biasanya Rena selalu ngerecokin mereka mau dimanapun adanya.
"Ehh iya ya", Martin meng iyakan.
"Lo berdua kalau mau berisik jangan di sini", kesal Elvan.
"Van gue laper sebrnarnya, lo masih betah sama buku?, makan yuk".
"Ya duluan gue nyusul, pesanin gue soto kaya biasa".
"Siap bos", Martin langsung bangkit dan keluar dari perpus di ikuti Saka.
Elvan yang sudah 2 hari ini sibuk dengan kegiatan osis dan kantor Daddy nya sampai melupakan ponsel juga.
Melihat isi tas nya tidak ada ponsel di sana, di setiap saku juga tidak ada, mendengus sebal dengan kecerobohan dirinya sendiri.
Lagian kenapa dirinya harus sibuk nyari ponsel, mendengar Rena sudah 2 hari tidak terlihat di sekolah di hatinya merasa ada yang mengganjal.
Akhhh mending makan, perutnya terasa laper tadi pagi hanya makan roti satu, karena terburu buru untuk menyiapkan rapat osis dengan kepala sekolah.
.
Pulang sekolah langsung ke kantor, Daddy Gavin sibuk dengan kampusnya juga maka dari itu Elvan membantu apa yang dirinya bisa.
"Mas Elvan bapak tadi tlpon saya, anda tidak bisa di hubungi terus, katanya tlpon balik bapak jika sudah sampai ke kantor", ucap mbak Mira sekertarisnya Gavin.
"Iya bu Terimakasih, saya lupa bawa ponsel".
"Masih muda mas masa jadi pelupa".
"Lagi sibuk bu", Elvan menyengir.
Mbak Mira dan Elvan memang sudah sangat akrab, mbak Mira yang pembawaan nya memang baik dari dulu.
Biasanya sekertaris centil dan mencuri curi kesempatan dengan bos, beda dengan mbak Mira yang memang sangat baik bekerja dengan jujur.
Elvan sampai ruangannya langsung menlpon Daddy Gavin.
Setelah sambungan tlpon terhung dirinya kaget mendengar Rena masuk rumah sakit sudah dua hari ini.
Ck bisa sakit juga ternyata manusia seperti Rena yang biasanya seperti full baterai terus.
Karena Daddy Gavin sedang sibuk jadi Elvan yang harus menjenguk ke sana.
.
Jam 7 malam Elvan sudah siap membawa buah dan kue titipan dari Mami Nesya untuk Rena.
Kali ini dirinya mengambil ponsel yang sudah tinggal 20% lagi baterai nya.
...Cebol......
__ADS_1
"Kak Vanoš".
"Aku sakit mau di jenguk kakak".
"Kak Vano lo dimana huwaaa, kayanya lo senang ya gue sakit jadi gak ada yang bikin lo kesal lagi".
"Kak gue cemburu, sakit hati gue liat lo sama cewek lain di perpus".
Banyak sekali pesan dan tlpon masuk dari Rena selama 2 hari ini.
.
Sampai rumah sakit Elvan langsung masuk membawa buah tangan yang mami nya titip.
Di sana kedua orang tua Rena sudah nampak lelah, papa nya yang baru pulang kantor langsung ke rumah sakit, mama nya kurang istirahat selama dua hari dua malam ini.
"Ayo sayang makan sedikit aja ya".
"Ak enak ma gak mau", kekeh Rena.
Astagfirulloh kedua orang tua itu sudah pusing ngadepin anak nya yang manja.
"Assalamualaikum om tante", Elvan masuk ke sana.
Baru mendengar suara juga Rena sudah membuang muka.
"Walaikum salam, Van sudah sampai?, baru aja mami kamu WhatsApp".
"Iya tan, ini dari mami", Elvan memberikan buah dan kue yang dirinya bawa.
"Kenapa repot repot sih, udah jenguk Rena aja tante udah senang".
"Gak apa apa Van kamu juga pasti capek", ucap om Tommy.
"Biarkan saya yang jaga untuk malam ini om, saya tidak apa apa".
"Terimakasih ya Van, om juga pulang kerja langsung ke sini tadi, tante bingung Rena gak mau makan apa apa dari siang".
"Lo juga sana pulang ngapain kesini, gue bisa sendiri".
"Rena gak sopan sayang", mama nya Rena tidak enak hati mendengar anak nya seperti itu.
"Tante sama om pulang saja, tenang dia aman sama saya, saya juga janji akan menjaganya untuk tante dan om".
Meskipun berat hati, kedua orangtua Rena pulang, lelah pulang kerja ke rumah sakit, kurang istirahat kurang tidur apalagi ngadepin Rena yang keras kepala.
Setelah kedua orang tua itu pulang Elvan mendekat.
"Lo marah sama gue Na?".
"Gak ada hak".
"Makan dulu terus minum obat".
"Gue gak mau makan gak usah maksa".
__ADS_1
"Lo gak kasihan sama mama papa lo, gue aja yang bukan siapa siapa mereka merasa kasihan, liat muka om Tommy yang kelelahan pulang kerja ngadepin anaknya yang keras kepala, mama lo rela membawa kerjaan nya kesini demi sambil bisa jagain lo, ck lo jadi anak tega banget".
"Sejak kapan lo jadi bawel kak".
"Sejak ketemu cewek resek kaya lo, cepetan makan sini gue suapin".
Tapi Rena diam saja dengan posisi membelakangi Elvan.
"Rena Rinjani, gue gak suka ya lo ngebantah kaya gini, besok besok kalau telat kalau di hukum guru gue gak akan bantuin lo".
"Ngaku gak punya pacar dan gak pernah pacaran tapi deket banget sama cewek, bulhsit".
"Lo apa sih Na, apa yang lo maksud".
"Lo bilang ke gue gak pacaran gak pernah pacaran tapi kemarin appa lo berduaan di perpus", teriak Rena.
"Ck lo ini", Elvan menyentil kening Rena sampai merah.
"Sakit lo kdrt sama gue kak".
"Biar otak lo gak bodoh".
"Kata gue juga lo gak boleh dekat sama siapa siapa lo punya gue".
"Iya iya gue punya elo, terserah lo mau ngomong apa, lo makan sekarang".
"Gak mau, lo bilang dulu kak, kalau yang kemaren bukan pacar lo, gue sakit hati baru aja mau belajar udah lihat pemandangan yang bikin hati gue sakit".
"Astagfirulloh Rena otak lo ini ya".
Jika tidak terlihat manusia mungkin sudah Elvan remas saking kesalnya, bisa bisanya lagi sakit juga pikirannya kemana mana, lagian mereka gak ada ikatan apa apa.
"Kalau gitu gue gak mau makan sana lo pulang aja, gue bakalan ngadu sama mami kalau lo sudah punya pacar tapi bukan gue".
"Na jangan bikin gue kesal ya, gue bisa lakuin apa aja apalagi kita cuman berdua di sini".
"Lo jahat sama gue kak jahat banget".
"Lo mau tau sejahat apa gue, ya akan gue buktikan", Elvan memutar ranjang yang Rena tempati, tepat di hadapan Rena.
Wajah Elvan semakin mendekat, hampir tidak ada jarak di antara mereka.
Mata Rena sudah tertutup karena takut, Rena kira Elvan akan melakukan sesuatu padanya tapi salah.
Piwuhhh, Elvan meniup muka Rena dengan kuat.
"Bangun lo makan biar cepet sembuh dan gak cebol terus".
Dalam batin Elvan menggeram, gila hampir saja dirinya kelepasan, bibir Rena menggoda iman yang di jaga selama ini.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy readingā£ā£ā£