
Pertemuan dan makan malam mempererat persahabatan dan tali persaudaraan itulah konsepnya.
Keluarga Radit beserta istrinya, begitupun Tommy dan Benny sayang sekali Irsyad tidak bisa ikut karena sedang tugas di luar kota.
Pertemuan 3 keluarga yang sama sama harmonis, 3 keluarga terpandang, pemeran utama tetap di pegang Daddy Gavin lebih unggul dari yang lain.
Alana jadi menikah dengan Benny mereka di karuniai 2 anak, Radit jadinya menikah dengan Raya, Radit yang bisa mengubah Raya menjadi manusia yang lebih baik dan mereka di karuniai 1 anak yang masih umur 5 tahun, untuk Tommy yaitu rekan kerja Gavin.
Sedangkan Risa dan Sena masing masing ikut dengan suaminya keluar, punya rumah tangga dan kehidupan masing masing, waktu kumpul ke empatnya hanya di hari raya.
"Aduduhhh anak anak mami pada cakep cakep, sini peluk mami dong", mami Nesya kesayangan semua anak anak, mau gimana gak sayang toh sekalinya3 ngasih jajan bisa beli motor keluaran terbaru.
"Terus aku gak boleh peluk ya aunty", Rena merasa sedih karena hanya dirinya yang memanggil mami Nesya aunty, mereka jarang bertemu.
"Panggil mami dulu".
"Serius boleh?", girang Rena.
"Boleh dong kamu juga anak mami kan".
Aaaaa bahagianya Rena, kesempatan yang luar biasa bagi Raya bisa memanggil Nesya mami.
"Cocok jadi manu ya Nes", Raya berbisik.
Mereka sekarang sangat akur, Raya sudah berubah.
"Hustt jangan kedengaran Elvan kalau ngomong gitu nanti ya mbak hahahaa".
"Dia masih gak suka ya".
__ADS_1
"Ini juga di bujukinnya Masya Allah pakai ajian dan mantra mantra supaya mau ikut".
Maya istrinya Tommy, hanya bisa diam namun penuh senyum juga masih gak nyangka dirinya bisa bergaul dengan Nesya, dengan ketiga wanita luar biasa.
"Aku gak nyangka banget bakalan berbaur dengan kalian", ucap Maya.
"Apasih mbak kita semua sama saja, kita juga gak pernah bilang gak mau berbaur dengan yang lain kan, mereka nya saja yang suka menghindar padahal aku gak pernah punya pikiran kaya yang mereka bayangkan loh".
"Ternyata kalian ramah ramah gak seperti yang ada di gosip hahaha".
Sedangkan ke empat bapak bapak pokus dengan obrolannya.
"Elvan gak kesini Nes?", tanya Alana.
"Kesini dia lagi di jalan bentar lagi katanya sampe".
"Sibuk banget dia ya".
"Hahaaa paling ujung ujungnya kamu juga yang kalah sampai pagi", tawa Raya.
"Husttt mbakk banyak anak anak hahahaaa".
Semuanya larut dengan obrolannya lagi, anak anak yang masih di bawah umur menikmati permainnan yang ada di sana, sengaja Daddy Gavin siapkan.
Rena hanya diam dengan ponselnya umurnya sudah 16 tahun tidak mungkin main trampolin dan perosotan juga ayunnan.
.
Elvan sudah sari 10 menit yang lalu datangnya tapi laki laki itu sangat malas masuk ke sana.
__ADS_1
Jika bukan karena Maminya mana mau Elvan datang ke acara makan dan kumpul kumpul itu.
Sudah Elvan pastikan Rena akan datang ke acara keluarga ini.
"Akhhh mami", cicitnya sambil menjambak rambut prustasi.
...My,Momđź’™ is calling.........
"Iya mih, abang lagi di depan nih baru sampai bentar lagi masuk".
"Iya oke siap bunda ratuku".
Elvan memtikan panggilannya.
Masuk kedalam sana dan menyalami semuua orang kecuali Raya.
"Mih kak Vano jahat", adu Rena pada mami Nesya.
"Abang ayo sayang yang baik".
Haishh sejak kapan Rena memanggil mami nya manggil mami.
Elvan duluk ke sebelah Nesya, rasa kesalnya bertambah apalagi melihat Rena yang sok imut.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤