
4 sekawan keluar dari kelasnya bergandengan tangan sambil sesekali tertawa seolah tidak ada beban hidup.
Namun seketika Nesya ingat dengan tiga tugasnya yang harus iya selesaikan sampai besok.
"Ehhh tunggu tunggu, huwaaa gue baru ingat kalau lagi ada tugas banyak", ucapnya, rasanya baru saja haha hihi namun beban hidup ada lagi.
"Ohh iya, lo lagian kenapa sih udah tau pelajaran My Hubby malah telat lagi", ucap Sena, ya hampir semua mahasiswa mengagumi Gavin walawpun dingin dan sangar tidak ada ampun, kalau ngasih tugas tidak pernah tanggung tanggung.
Hewhhh Risa mendelik jengah, iya dia juga suka sama Gavin tapi gak selebai Sena, "Sudah milik orang baru tau rasa lo", ucapnya.
"Iya ya gue heran sama Pak Gavin susah amat mencari tau tentangnya, salut sama privasi nya sih", ucap Alana.
Nesya jengah kalau soal Gavin aja ketiga sahabatnya itu suka langsung lupa topik.
"Kalian balik aja duluan gue mau ke perpus ngerjain tugas ya", Nesya langsung lari terburu buru, sebab ini sudah jam 1 siang sedangkan tugasnya belum ada yang kelar satupun.
Masuk ke perpus juga terburu buru, sampe sana dirinya langsung mengerjakan tugas.
"Nes lo gak pulang?", ucap Afgan, laki laki itu juga sedang mencari buku untuk tugasnya.
"Belum Gan, gue lagi ngerjain tugas", jawab Nesya.
"Gue boleh duduk gak di sini?, gue juga lagi mau ngerjain tugas".
__ADS_1
"Ya boleh terserah lo Gan".
Nesya dan Afgan mengerjakan tugas masing masing sambil sesekali mengobrol dan kadang ketawa, mereka sampai tidak mengetahui kalau ada yang menatap tajam ke arahnya.
Gavin yang mau masuk ke sana juga sampai tidak jadi karena melihat istrinya sedang tertawa bersama laki laki lain.
Cih, Gavin terus mengumpat Nesya habis habisan, dirinya sudahmah terburu buru karena mau ke kantor juga dan ada meeting di luar, mood Gavin lagi buruk banget hari ini sehingga Radit lah yang menjadi sasaran kemarahannya .
.
Nesya melihat jam yang ada di pergelangan tangannya sudah jam tiga lewat, perutnya sangat laper, sarapan pagi sedikit terus tadi pesan soto hanya iya makan 3 sendok doang.
"Akhhh gue laper banget", berdiri dan meregangkan otot ototnya.
"Kafe ahh sambil makan", ucap Nesya bicara sendiri.
Masuk ke dalam kafe Nesya langsung pesan makannan, makan juga dirinya sambil mengerjakan tugas.
Tak lama datang lagi seorang laki laki yang sangat Nesya kenal banget, bahkan sudah Nesya anggap kakak nya sendiri.
"Hai dek di sini?".
"Ehhh kak Bintang, kok kakak di sini?", tanya Nesya bingung.
__ADS_1
"Kalau di tanya itu ya di jawab dulu dek", menyentil jidat Nesya.
"Awww, kebiasaan banget sih kak, aku lagi kerjain tugas dari Dosen killer", ucap Nesya dengan kesalnya mengingat Gavin lagi.
Nasib apes Nesya bicara seperti itu lagi dan lagi Gavin baru saja masuk untuk meeting bersama client nya di sana, sangat terdengar jelas oleh Gavin bagaimana istrinya itu menyebut dirinya dosen killer.
Hati Gavin semakin meradang mendengar kata kata tadi dari mulut istrinya.
"Yaudah kakak mau meeting dulu ya, katanya orangnya sudah sampai", ucap Bintang pamit, tersenyum manis pada Nesya lalu mengacak ngacak gemas rambutnya.
"Kakak menyebalkan ", geram Nesya.
Sorot mata tajam dari sudut ruangan vip bak laser, rasanya Gavin ingin melempar saja Nasya ke laut, di kampus dengan laki laki, ini di luar juga dengan laki laki yang berbeda lagi, cih gampangan banget jadi cewek mau sama semua laki laki, geramnya.
.
.
.
Ya Allah Gavinnnnn, kenapa Nesya serba salah amat di mata elu sih.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1