
Sedangakan yang di usir bingung mereka berdua merasa tidak punya salah tapi mengapa di usir.
"Baik pak kami permisi", menunduk pamit, "Ayo Nes", ajaknya mengambil tangan Nesya untuk keluar dari sana.
Meskipun bingung Nesya menurut pada laki laki yang menariknya.
Gavin yang melihat itu dengan jelas merasa sangat geram, ternyata Nesya ingin bercerai dengan dirinya karena ingin bebas di pegang dan di gandeng peria lain, cih murahan sekali, geram Gavin.
Padahal dirinya sudah mendapat laporan dari Radit tentang bagaimana Nesya dan tentang mengapa Nesya mau menjadi pengantin pengganti untuknya.
.
.
Pulang dari kampus Nesya langsung ke kediaman Aditya, sekarang tugasnya bertambah selain tugas kampus, tugas mengurus anak juga harus iya kerjakan.
Nesya kaget mobil yang biasa Gavin gunakan sudah terparkir di depan rumah, kemarin para pelayan di sana bilang Gavin selalu pulang malam, tapi kali ini mobilnya sudah ada di depan rumah.
Nesya masuk ke dalam rumah itu mengucapkan salam, baru saja melangkah ke ruang tengah alangkah terkejutnya karena di tarik paksa oleh Gavin.
Nesya memberontak karena merasa sakit juga di tarik paksa, "Sakit pak lepas", ucapnya.
Sampai lantai 2 Gavin langsung membawa Nesya masuk ke dalam kamarnya tidak lupa iya mengunci pintu.
"Apa hah, kenapa kau memberontak di gandeng suami sendiri, cek ternyata kau minta bercerai juga agar kau bebas dengan laki laki di luaran sana dasar murahan", teriak Gavin.
"Behenti bicara murahan padaku, saya tidak semurahan yang anda ucapkan", kali ini Nesya melawan.
__ADS_1
"Berani juga kau melawanku".
Gavin melempar Nesya ke atas kasur yang ada di kamarnya, dirinya sedang sangat marah apalagi tadi melihat laki laki lain duduk sangat dekat dan mengelus punggung istrinya tertawa bareng di kantin kampus, mengingat itu kemarahanya semakin memuncak.
Bahkan iya akan memberikan pelajaran pada laki laki itu karena sudah berani menyentuh punggung istrinya.
"Layani aku seperti bagaimana kau melayani mereka di luaran sana".
"Pak Gavin plis jangan seperti ini", Nesya sudah sangat takut melihat muka Gavin yang merah padam.
"Kenapa?, apa kau tidak mau melayani suamimu ini hah, padahal halal bagiku menyentuh tubuhmu, tidak seperti laki laki di luaran sana yang sesuka hatinya memegang seluruh tubuhmu".
"Apa maksud pak Gavin?", Nesya hanya bisa menangis.
Gavin mencium Nesya dengan kasar bahkan sampai menggigit bibir itu secara berutal.
Setelah di rasa Nesya sudah benar benar kehabisan napas barulah Gavin melepaskan pangutannya.
Mengambil napas dengan ter engah engah, menopang berat tubuh Gavin yang menindihinya.
Gavin menatap intens pada wanita yang ada di bawah kungkungannya.
"Kenapa pak Gavin setega ini pada saya, saya salah apa pak?".
Mereka masih saling tatap, Nesya mulai mengeluarkan unek unek nya, "Sebegitu bencinya anda pada saya, plis lepaskan dan ceraikan saya, saya juga tidak menginginkan pernikahan ini", airmatanya sudah turun dari tadi.
Gavin menyatukan keningnya dengan Nesya, "Berhentilah bicara tentang cerai, saya tidak menyukai kata kata itu keluar dari mulutmu".
__ADS_1
Nesya sampai mematung mendengar suara Gavin yang serak, suaranya tidak sedingin kaya biasanya.
"Kita sama sama tidak menginginkan pernikahan ini pak", ucap Nesya tercekat.
Gavin menyatukan bibirnya dengan bibir Nesya lagi, kali ini tidak seberutal tadi, dirinya sedikit menikmati meskipun tidak ada balasan dari Nesya.
"Sorry", ucap Gavin, dirinya menjatuhkan badan ke kasur membawa Nesya kedalam pelukannya.
"Pak Gavin jahat", ucap Nesya sambil memukul dada bidang laki laki yang memeluknya dengan erat.
"Kau yang jahat, kau dengan enaknya tertawa, tersenyum di pegang di gandeng laki laki lain".
"Itu semua gak lebih dari teman dan kakak setingkatku".
"Bodohhh, jika mereka tidak menyukaimu tidak mungkin berlaku seperti itu", polos apa oon tidak bisa menebak kalau orang itu menyukainya, batin Gavin.
"tidurlah jangan keluar dari kamar ini sedikitpun jika besok mau kakimu ini masih bisa berjalan, saya ada urusan di kantor".
Gavin turun dari ranjangnya, mengambil jas yang tadi sudah iya lemparkan ke lantai.
"Ingat jangan keluar dari kamar ini sampai saya datang lagi", tnjuknya pada Nesya
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤