JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Sarapan pagi yang mendebarkan


__ADS_3

Mereka sedang sarapan di meja makan, ini pertama kali sarapan yang mendebarkan bagi Nesya, untung Mama Diana benar benar perhatin sama Nesya.


"Makan yang banyak sayang, besok besok jangan masak lagi ya kamu bukan pembantu di sini kamu menantu Mama", tersenyum dan mengelus punggung Nesya.


Nesya merasa bingung apa arti dari kata kata dan maksud mertuanya itu.


"Jangan salah paham dulu, masakan kamu enak semua sayang Mama menyukainya, tapi Mama gak mau kamu kecapean bangun pagi bantuin masak cuci piring bahkan lap meja segala, no itu bukan pekerjaan kamu sayang, pekerjaan kamu sekarang cuman siapin baju buat Gavin temenin Elvan sesekali dan belanja apa yang kamu mau".


"Itu berlebihan Mah, biarkan Nesya bantu bantu ya sebab itu sudah hoby bagi Nesya, untuk Pak Gavin sama Elvan Insya Allah Nesya akan dengan senang hati menyiapkan keperluan mereka dan menemani Elvan main juga belajar selama tidak ke kampus".


Mama Diana dan Papa Aditya tersenyum mendengar penuturan menantu dadakannya itu.


Ya dari dulu memang mereka tidak pernah membeda bedakan mau perempuan dari kalangan manapun untuk menjadi pendamping hidup anak semata wayang mereka.


Gavin baru saja turun lengkap dengan jas nya, duduk di meja makan di samping Nesya tanpa mengucapkan kata sedikitpun.


Nesya bingung harus apa dirinya sekarang, mau mengambilkan makannan takut di tolak mentah mentah dan dirinya takut di bentak.

__ADS_1


"Ambilkan makan Gavin sayang", ucap Mama Diana.


Dengan sedikit bergetar Nesya mengambil piring dan di isi nasi, "Makan pake apa pak?, maaf saya tidak tau makannan apa yang bapak suka".


"Ambil apa aja sayang dia tidak ada alergi atau makannan yang tidak di sukai ko", bukan Gavin yang menyahut namun Mama Diana lagi yang bicara.


Nesya mengangguk, mengambil makannan di masukan ke piring suaminya lalu di taro di depan laki laki berwajah dingin itu lagi, hatinya dag dig dug, takut di bentak takut di lempar dan takut di masukan ke tong sampah makannan yang iya ambilkan itu, takut seperti baju tadi malam yang di masukan ke keranjang cucian lagi.


Namun kali ini beda Gavin langsung memakannya, glegg Nesya menelan ludah sendiri saat melirik makannan yang iya ambilkan di makan Gavin.


"Mami aku mau di antar Mami juga ke skolahnya", ucap Elvan di sela menyuapkan makannan ke dalam mulutnya.


Melirik pada semua orang yang ada di sana, yah hanya Gavin yang tidak bergeming sedikitpun, Mama Diana seolah tau lirikan menantunya.


"Tanya Maminya mau nggak sayang", ucap Mama Diana.


"Mih mau nggak?", Elvan harap harap cemas.

__ADS_1


"Apa boleh mah?", Nesya bertanya lagi pada mertuanya.


"Mama senang kalau kamu mau dan bisa sayang, kalau gak bisa gak apa apa biar Elvan sama pengasuhnya saja karena Mama juga hari ini ada kerjaan, setelah ini juga mau berangkat bareng Papa".


"Iya mah Nesya yang antar Elvan", ucap Nesya tersenyum pada mertuanya.


Tak lama setelah selesai Mama Diana langsung pergi bareng Papa Aditya, Gavin juga berangkat ke kantor tanpa permisi dan sepatah katapun.


Dengan langkah gontai Nesya menggandeng Elvan keluar dari ruang makan juga, siap mengantar anak sambungnya.


Sebenarnya Nesya juga bingung kenapa sepertinya bapak dan anak itu tidak punya hubungan baik, padahal Elvan anak kandungnya.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2