JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Mencoba Hadiah


__ADS_3

Nesya sedang menemani Elvan di kamarnya sama sama di atas kasur, anak itu biasanya kalau Maminya ada tidak pernah memainkan ipad nya.


"Elvan lagi apa?, kan Mami lagi ada di sini sayang".


"Belajar Mih", ucapnya terkekeh.


"Anak kecil ya belajar buat anak kecil aja, kamu ini ya, ini belum waktunya sayang".


"Aku sudah hapal membaca dan menghitung dari pelajaran tk sangat membosankan mih".


Astagfirulloh anak ini memang beda dari yang lain, gue mah umur 5, 6 tahun lagi asik asiknya main.


"Ke kantor Daddy yuk kita cobain mobil yang Opa sama Oma kasih".


Gue mau coba gimana rasanya mobil mahal banget tapi benar punya gue sendiri heheee.


"Memang boleh sama Daddy mih?".


"Jangan bilang bilang dong Van, kita kagetin Daddy langsung ada di sana".


"2 jam lagi Daddy pulang", elak Elvan.


"Ayo ita pulangnya nanti ikut mobil Daddy aja, mami mau jajan udah lama kita gak jajan Van".


Mau tidak mau Elvan menurut dengan ajakan maminya, sebenarnya anak itu ngeri takut di marahin Daddy nya sebab mami sedang hamil.


Sudah lama tidak jajan dari mana, baru juga kemarin mereka tidak keluar mencari cemilan.


Ya Alllah semoga kami selamat di jalan, batin Elvan.


Benar saja Nesya dan Elvan keluar membawa mobil baru pemberian mertuanya, kali ini wanita itu tidak bar bar lebih terkesan ke hati hati, sayang juga sama mobil yang harganya mungkin sekarung uang.


Nesya belum pernah memegang atau melihat uang nominalnya milyaran.


Sampai kantor di sambut hangat oleh semua karyawan yang pas berpapasan dengannya.

__ADS_1


Ahhh enak juga ya jadi orang kaya semua menunduk tanpa di minta juga hihihiii.


Meskipun agak risih sebab tidak ada yang menyapanya bak teman, tidak ada yang bisa di ajak bercanda semuanya muka serius terus.


Karena sudah hapal keduanya langsung naik menuju ruangan Gavin.


"Hai mbak Mira", sapa Nesya pada sekertaris Gavin.


"Ehh selamat sore bu, kaget saya hahaa".


"Makanya jangan serius terus, maaf ya", Nesya terkekeh, terlihat sekali bahwa wanita itu sangat kaget.


"Iya tidak apa apa bu, takut di pecat bos bu kalau kerjanya main main".


"Hahaaa bos nya sih galak plus kaku".


"Ahhh ibu saya tidak bisa comment untuk itu, yang penting gaji mengalir dan terus bertambah".


"Yaudah mbak kita masuk dulu, bapak ada di ruangannya kan?".


"Iya silahkan, ada bu, sepertinya pak Radit juga ada di sana".


Mbak Mira sampai mengelus dada, gila sumpah nih istrinya bos bikin gue jantungan saja, lemes badan gue mana abis di marahin bos lagi, untung pawangnya datang.


Wanita ular tidak akan menang melawan bu Nesya, bu Nesya memang terlihat biasa natural terkesan manis dan ramah juga, tidak ngebosenin kalau di pandang, gue yakin bos juga bucin banget sama istrinya, batin mbah Mira.


"Assalamualaikum hallo Daddy".


Nesya dan Elvan langsung masuk.


Gavin terlihat kaget melihat Nesya dan Elvan datang, sudah sore sebentar lagi dirinya juga mau pulang.


Jangan bilang lagi ada maunya nih, hati Gavin sudah was was, takut keinginnan ibu hamil ini di luar nalarnya lagi.


"Haiii", tersenyum pada keduanya, langsung bangkit dan menyambut dengan pelukan.

__ADS_1


"Kangen", peluk Nesya erat.


Gue lebih kangen, batin Gavin, tidak mau mengakui sebab ada Radit dan Elvan.


"Saya permisi pak bu", Radit yang tau kondisi langsung pamit keluar, daripada jadi nyamuk.


"Ya besok lagi kita bahas Dit".


"Baik pak", Radit menunduk.


"Kamu gak kangen aku ya mas, iiii jahat banget sih".


"Kangen dong", bisiknya, langsung menghadiahi kecupan di kening Nesya.


"Hai boy", Gavin langsung menunduk menghadiahkan kecupan di kepala anak laki laki itu juga.


"Kesini sama siapa?, jangan bilang Mami yang bawa mobilnya", delik Gavin.


Tuh kan aduhhh gimana ini, "Maaf Daddy", Elvan lebih dulu meminta maaf.


"Mas bukan Elvan yang salah aku yang ngajak dia ko, bawa mobilnya juga hati hati, mobil yang di kasih Mama sama Papa".


"Sya", akhh mau marah tapi tidak bisa, Gavin takut bahaya Nesya sedang hamil muda.


"Aku hati hati banget bawa mobilnya, habisnya kangen sama kamu jadi kesini ajak Elvan".


"Sya bukannya tidak boleh tapi saya takut terjadi apa apa sama kalian".


Rasa khawatir mengalahkan segalanya, siapa yang tidak khawatir Nesya sangat bar bar dalam berkendara, Gavin sangat sangat ingat itu.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2