JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Elvano Anak Kita


__ADS_3

Duduknya Gavin bahkan sangat mepet pada Nesya, untung saja salahsatu dari gurunya Elvan ada yang mengenal Gavin jadilah mereka di pindahkan ke kursi yang paling depan.


Bahkan Gavin di sambut dengan baik, semua guru juga merasa terkejut karena baru tau kalau Elvan anak dari Gavin Matheew seorang pengusaha sukses dan juga Dosen terkenal di salah satu kampus terkenal.


Yang mengetahui biodata Elvan hanya 1 kepala sekolah dan 1 guru saja.


Pantas saja Elvan beda dari yang lain ternyata bisa di bilang orang terkaya di kota ini, pantas saja Elvan lebih pintar dari yang lain bahkan ilmu pengetahuannya sangat mencolok ternyata anak dari orang pintar dan jenius juga, pikir mereka.


Nesya baru tau kalau acara ini tidak mendadak sama sekali ternyata sudah dari 2 minggu yang lalu informasinya bahkan surat juga sudah di edarkan melalui tas murid.


Mungkin Oma Diana lupa karena hanya Oma Diana yang ikut gabung dalam group sekolah, Nesya merasa sangat perihatin pada Elvan yang tidak di perhatikan sama sekali.


Gavin duduk dengan tenang setelah berada di kursi paling depan meskipun masih ada sebagian orang yang menatap nya terus menerus.


"Gak sabar mau liat Elvan pidato hehee bangga banget loh mas dia umurnya belum genap 5 tahun tapi udah pintar banget", Nesya terus mengagungkan Elvan agar sedikit demi sedikit hati Gavin terbuka.


"Iya iya dia anakmu".


"Emang Elvan anakku cukup anakku tidak dengan kalian".


"Sya jangan mancing keributan di sini", geram Gavin.


"Benar adanya memang kalian tidak mau mengakuinya kan".


"Dia anakmu dan anakku Elvano anak kita", Gavin menggenggam tangan Nesya kuat.

__ADS_1


Nesya tersenyum puas, nah kan bapak bapak ini terpancing juga akhirnya, batin Nesya bersorak gembira.


Kini giliran Elvan menyampaikan pidatonya, Nesya bersorak paling kencang sampai tidak terasa air matanya menetes.


Elvan dengan tegas juga lugas cara penyampaiannya, walawpun Gavin tidak memberikan kasih sayang ternyata kepintarannya 100% menurun dari Gavin, asal jangan ahlak dan perilakunya saja yang menurun.


Bahkan di akhir pidatonya Elvan menyebut Daddy dan Maminya dengan bangga, rona bahagia di wajah Elvan sangat terpancar.


Selesai pidato Elvan langsung turun memeluk Nesya, pertamakalinya Elvan terlihat menangis, muka anak itu sampai merah sambil sesegukan.


"Mami terimakasih", hanya itu yang Elvan ucapkan setelah itu dia menangis lagi.


"Heii kau cengeng sekali menangis di lihat banyak orang, anak laki dilarang untuk menangis", ucap Gavin.


Sejujurnya Gavin juga merasa tersentuh dengan tema pidato yang Elvan bawakan.


"Sya, sakit banget kau kdrt".


"Biarin menyebalkan terus", Nesya mengusap airmatanya dan air mata Elvan dengan tisu.


"Sini", Gavin menyuruh Elvan mendekat padanya.


Elvan lebih ke bengong, rasanya seperti mimpi di suruh mendekat pada Daddy nya.


"Pangku sana sama Daddy sayang", Nesya mengelus punggung Elvan.

__ADS_1


Dengan sungkan dan ragu anak itu mendekat, "Daddy", ucapnya setelah berada di hadapan Gavin.


Gavin langsung memangku Elvan, bahkan seingat Elvan ini pertamakalinya Gavin mencium kepalanya juga.


"Terimakasih Daddy sudah mau datang".


"Terimakasih sama Mami, jadi anak baik jangan menyusahkan Mami".


"Iya Dad aku janji".


"Good boy".


"Mas foto yuk", dengan cepat Nesya mengeluarkan ponsel barunya yang Gavin belikan kemarin, akan iya abadikan momen langka seperti ini.


Gavin sebenarnya anti camera namun demi Nesya dia menurut dan mau di ajak bergaya di depan camera.


"Dad Mih aku kesana dulu ya, sebenarnya aku masih harus duakali tampil lagi, sekali nyanyi dan sekali lagi teater bareng teman teman".


"Iya sayang Mami sama Daddy tunggu di sini ya semangat tunjukan penampilan yang bagus", ucap Nesya.


Sedangkan Gavin hanya mengangguk dan menupuk duakali pundan Elvan.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2