JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Aksi Gila Gavin Sangat Ampuh


__ADS_3

Cara gila Gavin ampuh untuk Benny dan Alana pulang bareng, entahlah manusia lempeng itu ternyata bisa jail juga demi sahabatnya.


"Thanks bro hahaa".


"Gak geratis lo ya, terpaksa gue bohongin Nesya demi mulusin rencana elo".


"Ya ya yaaa gak berubah tetap ngeselin lo".


"Gini gini juga gue bantuin elo kan".


"Yaudah gue pamit ya hahaaa, pulang bareng calon istri huhuyyy", berlari keluar dari ruangan kerja Gavin sambil memutar mutar kunci mobilnya.


"Tan Om, Ben pulang ya, terimakasih untuk makan malam dan segalanya, maaf ngerepotin ya".


"Iya hati hati nak, nanti main lagi kesini ternyata adanya kalian rumah ini bertambah rame", senyum mama Diana.


Kemana aja tan, kalian terlalu sibuk kerja selama ini, batin Benny.


"Oke tante siap siap aja rumahnya kaya kapal pecah lagi".


Papa Aditya tersenyum, "Asal bukan om sama tante yang beresin Ben, sudah di pastikan kami tidak bisa membereskannya haha".


Benny juga ikut tertawa sambil berlalu dari sana setelah pamit.


"Nyonya Gavin terimakasih ya, saya pamit", gayanya Benny pura pura tidak tau kalau Alana sedang kebingungan.


"Ehh kak Benny saya mau titip sahabat saya ya, anterin sampai rumahnya dengan selamat".


"Nes jangan gila gue balik pakai gojek aj deh, haihh apes banget kenapa tiba tiba ni ban bocor lagi", gerutu Alana.


"Dengan senang hati nyonya saya akan mengantarkannya dengan selamat sampai tujuan".


"Gak usah nyonya nyonya kak, gue sentil juga ginjalnya nih", kesal Nesya.


"Ampun Vin istri elo ngeri banget ternyata".


Gavin menyunggingkan senyum nya, manusia itu sudah bersedekap dada menyandar pada pintu.


"Alana ikut saja dengan Benny jangan pulang sendiri bahaya sudah malam", suara Gavin sudah seperti perintah paling mutlak tidak bisa di bantah.


"Elo sih Nes kan gue udah dari tadi mau balik".


"Ya maaf ko elo marah sama gue sih", cemberut Nesya.


"Hehh bego gue bukan marah, hihhh kenapa bicara sama elo sekarang susah banget sih, cepet banget bad mood".


"Yaudah makanya balik bareng kak Benny, kalau dia sedikit saja berbuat yang tidak tidak sama elo gue yang akan kuliti dia".


"Gue juga bisa kali tendang dia sampai ke ujung benua afrika".


"Anak gadis jangan terlalu galak", ucap Benny terus tersenyum.


Akhirnya dengan segala keterpaksaan Alana ikut pulang bersama Benny.

__ADS_1


Setelah melihat mobil Benny keluar gerbang rumah itu, Nesya langsung menjewer kuping Gavin dengan kuat.


"Awwww sakit Sya", keluh Gavin sambil mengikuti langkah Nesya


"Biarin biar tau rasa, kenapa ban mobil Alana kamu suruh mang Adon kempesin hahhh?".


Hahh ko Nesya tau, tau darimana, "Ampu sayang maaf ya, sakit Sya", Gavin mengusap ngusap telinganya yang sudah merah.


Tanpa memperdulikan Gavin lagi Nesya langsung naik ke atas masuk kedalam kamar mereka.


Memang iya Gavin yang menyuruh mang Adon untuk membuat ban mobil Alana kempes, itu semua demi mendukung sahabatnya dekat dengan Alana.


.


.


"Lagi sariawan ya?", pancing Benny, hampir 10 menit mereka di jalan tapi tidak ada yang membuka orolan.


"Ya saya sariawan bicara dengan anda".


"Seburuk itu ya aku dimata kamu".


"Lagian baru kenal tiba tiba manggil calon istri, calon ibu dari anak anakmu, manggil sayang, genit banget sudah tua juga ingat anak istri di rumah nungguin".


Benny menyampingkan mobilnya, jalan sudah tidak begitu ramai karena sudah jam 9 malam.


"Ehh mau ngapain sih ini udah malam jangan macam macam ya".


"Satu macam doang", senyumnya, membuka seatbelt.


"Jangan takut aku tidak akan melukaimu, dengarkan baik baik ya", Benny menghembuskan napasnya pelan, menghadap ke Alana, ini sudah dirinya pikirkan matang matang".


"Mungkin menurutmu aku terlalu terburu buru, kita baru kenal iya juga, aku tau kamu tidak pernah pacaran kata Nesya, akupun sama tidak ada wanita lain apalagi istri atau anak seperti katamu itu".


"Jujur aku laki laki paling berengsek di muka bumi ini, akan ku ceritakan semuanya nanti jika kamu mau menerimaku".


"Tidak memaksa jawaban sekarang, tapi plis jangan menghindar dariku, aku ingin belajar jadi manusia benar".


"Usiaku sudah bukan untuk main main lagi, aku ingin serius, kenapa aku minta kamu karena aku tau dari Gavin kamu gadis yang baik sahabat baiknya Nesya, aku yakin kamu tau apa maksudku".


Alana mendengar dengan saksama, tidak tau jawaban dan sautan apa yang harus dirinya ucapkan, bingung.


"Jangan bingung aku akan menunggu kapan kamu siap memberi jawaban padaku", Benny mengelus punggung tangan Alana.


"Bukannya anda terlihat sangat menyukai Nesya ya".


"Hahahaa tidak mungkin aku merebut istri sahabatku sendiri".


"Jangan jadika saya bahan percobaan untuk move on".


"Tidak sama sekali percaya padaku".


"Bagaimana saya bisa percaya, ini terlalu sulit kita bertemu ini yang kedua kalinya tapi anda sudah sejauh itu pemikirannya".

__ADS_1


"Jika ingin serius kenapa tidak, aku takut besok atau lusa kamu sudah ada yang memiliki".


"Hmmm", Alana manggut manggut.


"Mana nomer ponselmu?".


"Secepat itu".


"Ayolah bagaimana kita mau dekat jika nomer ponsel saja tidak ada".


"Maksa banget sih pak".


"Kamu bukan anakku jangan panggil bapak".


"Yaudah jalan ini sudah malam nanti saya di tungguin mama bisa bisa tidak di ijinkan masuk rumah pulang kemalaman".


"Aku yang akan bicara sama mama kamu".


"Mama galak".


"Tidak apa calon mertua sendiri".


"Haihhh anda ini".


"Panggil apa aja jangan anda, bapak, saya saya lagi gak sepormal itu aku bukan dosen kamu juga".


"Om gitu".


"Lama lama aku langsung bawa kamu ke KUA kalau kaya gini terus".


"Dih di iyain juga belum langsung main bawa bawa aja".


"Makanya iyain sekarang .


"Katanya gak mau maksa gimana sih".


"Iya sayang iya".


"Geli dengernya juga".


"Biasain".


Benny menjalankan mobilnya sambil terus mengenggam tangan Alana.


Ini pertamakalinya Alana dekat dengan laki laki, tidak tau perasaan apa yang dirinya rasakan sekarang.


Belum ada niat untuk dekat dengan laki laki apalagi menikah, dirinya harus jawab apa, bingung.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2