JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Menyatu


__ADS_3

Nesya mengambil ponselnya ke dalam kamar Gavin dirinya berniat tidur di kamar Elvan, Nesya tau Elvan sedang sedih.


"Mau kemana?", tanya Gavin karena mereka berpapasan di pintu kamar.


"Pulang, tenang saja aku yang akan bilang ke Mama sama Papa tentang bagaimana pernikahan ini dan aku juga yang akan menggugat cerai".


"Sya jangan bercanda ya", sorot mata Gavin sangat marah.


Nesya mengucapkan kata cerai lagi dan lagi, tidak akan dirinya biarkan.


"Aku tidak bercanda mas, kamu sama anak sendiri saja seperti itu apalagi sama aku nanti, antara suami istri ada kata cerai dan nantinya bukan siapa siapa lagi, tapi antara Ayah dan anak tidak ada yang namanya cerai darahmu ya tetap darah kamu yang mengalir di dalam tububnya".


Gavin membawa Nesya ke atas kasurnya dengan cepat membuka semua pakaian yang melekat pada tubuh Nesya.


"Saya tidak akan membiarkan pernikahan ini berakhir dan sepertinya memang kita harus secepatnya punya anak", dengan napas naik turun Gavin menjelajahi tubuh Nesya.


"Setelah punya anak kamu akan biarkan begitu saja seperti Elvan, kamu egois mas".


"Sya dengarkan baik baik kata kata saya, Elvano bukan anak dalam sebuah pernikahan, saya di jebak sahabat sendiri, mamanya Elvano juga sama sahabat saya, mereka sekongkol menjebak karena untuk memeras uang saya, setelah itu mereka pergi ke luar negri sampai sekarang".


"Kata Elvan mamanya bunuh diri", Nesya juga tak kalah keras.


"Ya memang dia bunuh diri namun cepat terselamatkan koma berbulan bulan sebab paska melahirkan dia mencoba bunuh diri".


"Jangan sesekali lagi kamu bicara tentang perceraian jika tidak ingin kota ini saya hancurkan".


"Jangan gila ya kamu mas".


"Saya memang dari dulu sudah gila".

__ADS_1


"Akhhh kamu berat mas".


Tidak perduli Nesya bicara kalau dirinya berat Gavin masih di posisinya menyatukan bibirnya dengan bibir Nesya, lama Gavin bermain di sana.


"Sayang ayo kita mulai semuanya saya sangat menginginkan ini", tangan Gavin sudah berada di area hutan hutan sana.


"Aku belum siap".


"Mau sampai kapan kamu menyiksaku Sya".


Tanpa persetujuan lagi Gavin memulai semuanya, bahkan seluruh tubuhnya tidak ada yang terlewat dari cumbuan Gavin.


"Massshhh", desah Nesya mulai terbawa suasana juga.


"Iya Sya keluarkan saya suka mendengarnya".


Mulut dan tangan Gavin bekerja semua bahkan Gavin juga berkali kali menggerang nikmat.


Nesya mengeluarkan air matanya, di bawah sana terasa perih dan merasa ada yang sobek juga.


"Mas sakit".


"Tahan sebentar Sya", Gavin meraup bibir dan dua gundukan yang sangat di sukainya.


Setelah merasa Nesya mulai menerimanya Gavin juga mulai memaju mundurkan senjatanya, gilaa ini sangat nikmat, belum seberapa Gavin sudah menggerang rasa ingin meledak.


"Sya kau candu sekali sayang", menancap dengan kuat, meremas gindukan sambil mendongak, pertamakalinya merasakan penyatuan senikmat ini yang Gavin rasakan.


Nesya hanya bisa pasrah dan menikmati juga, rasa perih sakit dan nikmat bercampur menjadi satu.

__ADS_1


Bukan hanya sekali Gavin menyatukan dirinya dengan sang istri, rasanya yang begitu nagih membuat Gavin tak kunjung puas, bahkan sampai tengah malam barulah Gavin menyudahinya karena merasa Nesya juga harus istirahat.


"Terimakasih Sya, terimakasih sudah menjaganya untuku", Gavin mengecup lama kening Nesya.


"Mas udah ini mengganjal sekali".


"Tapi bikin merem melek kan Sya".


"Hihh sudah jangan di bahas, ceritakan padaku semuanya".


Gavin paham dan memang benar dirinya harus membuka semuanya pada Nesya, "Kamu gak cape Sya".


"Capek banget malah, tapi aku penasaran bagaimana kalian dulu".


"Besok saja ceritanya Sya, kita tidur ya kata kamu besok mau ke sekolah Elvano ini sudah malam".


"Hihh kamu sih, kasian dia mas sejak kecil sudah menyimpan luka dan rindu".


"Bantu saya agar bisa menerimanya".


"He'em", Nesya mengangguk dan tersenyum.


"Jangan mancing jika tidak ingin sampai pagi".


"Gak gak ayo mas tidur", Nesya langsung memejamkan mata dalam dekapan Gavin.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2