JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Mengobati lukanya


__ADS_3

Saking lelahnya Nesya menangis dia sampai tertidur, bahkan Elvan juga ikut tidur di sana, Ibu dan anak baru itu masih saling memeluk erat.


Namun tak lama Nesya terbangun lagi karena dirinya bermimpi, setelah sekian lama tak mimpi di siang hari.


Gavin masih ada di sana dia sedang mengobati lukanya dengan kesusahan, karena tangan kanan nya yang bengkak dan luka.


Huwhhh Nesya membuang napasnya dengan kasar lalu turun dari kasur dengan pelan takut anak nya bangun, ck mengingat anak hatinya merasa tergelitik lagi dan lagi.


Tanpa permisi lagi Nesya langsung mengambil obat dan kasa yang di pegang Gavin, walawpun mendapat tatapan tajam dari suaminya iya tidak menghirawkan itu.


"Sudah berani kau ya", cicit Gavin sambil menatap tajam istrinya.


"Saya bantuin doang pak, serius cuma mau bantuin doang plisss kali ini saja tidak membentak dan memelototkan matanya", ucap Nesya meskipun gugup karena merasa takut.


"Berani banget kau bicara banyak di hadapanku", ucap Gavin lagi sambil menyeringhai.


Namun Nesya diam saja terus pokus mengobati luka yang ada di tangan Gavin.


Setelah selesai mengobati luka laki laki itu Nesya memilih duduk di kursi kecil jauh dari Gavin, menatap luasnya kota dan banyaknya gedung tinggi.


Merenung melamun akan mereka bawa kemana dan bagaiman pernikahan terpaksa ini akhirnya.

__ADS_1


Menikah muda bukanlah impian Nesya apalagi langsung punya anak besar meskipun bukan dari rahimnya, punya anak sambung adalah PR terbesar baginya, bahkan dirinya belum kenal bagaimana keluarga suaminya ini, jangankan keluarganya, kenal Gavin saja hanya baru setengah tahun ini, itupun hanya sebagai Dosen dan mahasiswa tidak lebih.


Tidak terasa air matanya turun lagi, pernikahan seperti ini bukanlah impiannya, dirinya ingin menikah sekali seumur hidup.


Ahhh jadi ingat lagu Lesti . Sekali seumur hidup cukup satu kali jangan berubah, untuk selamanya se iya se kata cintaaaaaaa bahahahyyyyy.


Aku harus bagaimana jika pak Gavin besok menceraikan aku, hahahaa miris juga ya nasibku menjadi janda muda, batinnya, bibirnya tersenyum getir hatinya perih bagai tersayat pisaw tajam.


Lama sekali Nesya melamun di sana, berbeda dengan Gavin yang sibuk dengan ponselnya.


Sampai lamunan itu buyar karena di kagetkan dengan panggilan Mamii dari sang anak yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Iya Mami di sini", ucap Nesya hampir tidak terdengar oleh Elvan.


Dan setelah melihat Maminya duduk di balkon Elvan turun dari kasur, berjalan lalu memeluk Nesya lagi.


"Ada apa mencari Mami, kamu sudah bobonya?", tanya Nesya menatap anak sambungnya.


Elvan mengangguk lalu memeluk Maminya lagi.


Terdengar ketukan pintu dari luar, Nesya berjalan untuk membuka pintu meski dengan kerepotan karena masih memakai gaun pengantinnya.

__ADS_1


"Ibu ini titipan dari Nyonya Diana, dan ini untuk makan siang bapak dan Ibu", ucap petugas hotel.


Lalu Nesya mengambilnya tidak lupa iya ucapkan terimakasih di iringi senyuman manisnya.


Melihat paperbag titipan mertuanya tadi, Nesya langsung membukanya, termyata di sana ada baju lengkap untuknya, gaun berwarna biru muda sangat cantik.


"Sini kamu", titahnya pada Elvan.


Elvan mendekat, "Heii kita belum kenalan ya hehe, nama kamu siapa?", tanya Nesya, huwhhh ibu macam apa nama anaknya saja belum tau.


"Elvano Ganendra Matthew mih, panggil saja Elvan", ucap bocah itu.


"Oke Elvan, tunggu di sini ya Mami mau mandi dulu sebentar, pakai baju ini gerah", Elvan mengangguk, Nesya langsung berjalan ke kamar mandi.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2